Kasus Ibu Masukkan Bayi ke Dalam Mesin Cuci, Tes Kejiwaan Pelaku hingga Cari Keberadaan Pacar yang Kabur

Kompas.com - 07/11/2019, 06:13 WIB
KOMPAS.com/AJI YK PUTRA

PALEBANG, KOMPAS.com - Polresta Palembang terus mengembangkan kasus yang menjerat ST (36), ibu yang tega membunuh anaknya sendiri dengan cara memasukkannya ke dalam mesin cuci hingga akhirnya tewas.

Dari hasil pemeriksaan, ST mengaku tega melakukan hal tersebut karena AD yang merupakan kekasihnya, enggan bertanggung jawab atas kehamilan janda dua orang anak ini.

Takut kehamilan di luar nikahnya tercium, ST pun nekat melahirkan sendiri di dalam kamar mandi di tempatnya bekerja, hingga akhirnya kasus tersebut terbongkar.

ST gunakan stagen tutupi kehamilan

ST yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) di kediaman anak kedua dari mantan Wakil Gubernur Sumatera Selatan Ishak Mekki, Ferdyta Azhar, di Jalan Telaga Nomor 9 RT 014 Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, menyembunyikan kehamilannya dengan menggunakan stagen.

Baca juga: Polisi Akan Periksa Pacar Ibu yang Masukkan Bayi ke Dalam Mesin Cuci

Sehingga, perut besarnya tersebut tak terlihat oleh para rekannya yang lain meskipuni ia telah bekerja selama enam bulan.

"Dia sudah enam bulan bekerja di sini. Perutnya itu ditutup pakai stagen, untuk menutupi kehamilannya," kata Fidaus Hasbulah, kuasa hukum keluarga Ishak.

Menurut Firdaus, ST yang merupakan warga Belitang, OKU Timur, Sumsel, tersebut disalurkan oleh agensi ART dari Jakarta. 

Namun, memasuki bulan November 2019, ST diminta untuk menjadi babysitter. 

Pihak keluarga dari Ashar sangat terkejut mendengar jika ST melahirkan di rumah itu. Terlebih lagi mengetahui jika bayi yang dilahirkan tersebut dimasukkan ke dalam mesin cuci. 

"Kami langsung laporkan kepolisi, agar tidak terjadi simpang siur dan menimbulkan fitnah negatif kepada keluarga. Kasusnya sekarang kami serahkan kepada polisi, untuk diproses," ujar dia.  

Polisi tes kejiwaan ST

Kapolresta Palembang, Kombes Pol Didi Hayamansyah mengatakan, mereka akan melakukan tes kejiwaan terhadap ST.

Hasil tes kejiwaan tersebut, menurut Didi, sangat dibutuhkan untuk langkah hukum selanjutnya yang menjerat tersangka.

"Kami akan lihat apakah kondisi kejiwaan tersangka ini terganggu atau tidak. Sehingga tes ini diperlukan," kata Didi, Rabu (6/11/2019).

Baca juga: Polisi Akan Periksa Kejiwaan Ibu yang Masukkan Bayi ke Mesin Cuci  

Didi mengungkapkan, untuk sementara, motif penganiayaan bayi laki-laki ST dilakukan tersangka akibat ditinggal oleh kekasihnya.  

Sebab, kekasih ST mendadak hilang tanpa jejak saat mengetahui tersangka ini telah hamil akibat hubungan asmara mereka.  

"Pacar tersangka akan kami mintai keterangan, apakah ada keterlibatan atau tidak," ujar dia.  

Pacar ST akan ikut diperiksa

AD yang merupakan kekasih ST (36) akan ikut diperiksa polisi terkait kasus penganiayaan bayi yang tewas di dalam mesin cuci.  

Sebab, ST sebelumnya mengaku tega memasukkan bayi yang baru dia lahirkan ke dalam mesin cuci, akibat kekasihnya AD enggan bertanggung jawab.  

Baca juga: Di Balik Kisah Ibu yang Masukkan Bayi ke Mesin Cuci hingga Tewas, Tidak Ada Niat Bunuh Anak

"Untuk sementara, keterangan dari tersangka, pacarnya itu tidak mengetahui aksinya ini. Karena AD hilang, nanti pacarnya ini akan kami panggil untuk dimintai keterangan," kata Kapolresta Palembang Kombes Pol Didi Hayamsyah, Rabu (6/11/2019).  

Pra rekontruksi kasus pembunuhan bayi tersebut telah dilakukan penyidik sebagai salah satu syarat pelengkapan berkas sebelum dilimpahkan ke Kejaksaan. 

Hasil pra rekontruksi tersebut, untuk melihat proses kelahiran sampai bayi itu ditemukan tewas.  

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gagal Menyalip, Pengendara Motor Tewas Ditabrak Truk di Cianjur

Gagal Menyalip, Pengendara Motor Tewas Ditabrak Truk di Cianjur

Regional
Usai Snorkeling, Wisatawan asal Finlandia Tewas di NTB

Usai Snorkeling, Wisatawan asal Finlandia Tewas di NTB

Regional
Ada Penolakan dari Warga, Wagub Sumbar Minta Kepulangan Turis China Dipercepat

Ada Penolakan dari Warga, Wagub Sumbar Minta Kepulangan Turis China Dipercepat

Regional
Pemerintah Aceh Bakal Fasilitasi Kepulangan 12 Mahasiswa yang Terisolasi di Wuhan

Pemerintah Aceh Bakal Fasilitasi Kepulangan 12 Mahasiswa yang Terisolasi di Wuhan

Regional
Tidak Benar, Isu yang Menyebut WN China di Surabaya Terjangkit Virus Corona

Tidak Benar, Isu yang Menyebut WN China di Surabaya Terjangkit Virus Corona

Regional
Seorang Ibu di Jepara Tewas Terseret Banjir Saat Kendarai Sepeda Motor

Seorang Ibu di Jepara Tewas Terseret Banjir Saat Kendarai Sepeda Motor

Regional
Hujan Deras Disertai Angin Kencang Rusak Tiga Rumah di Cirebon

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Rusak Tiga Rumah di Cirebon

Regional
Pilkada Surabaya, 5 Partai Deklarasi Dukung Mantan Kapolda Jatim

Pilkada Surabaya, 5 Partai Deklarasi Dukung Mantan Kapolda Jatim

Regional
12 Mahasiswa Aceh di Wuhan Butuh Stok Makanan dan Masker Khusus

12 Mahasiswa Aceh di Wuhan Butuh Stok Makanan dan Masker Khusus

Regional
Longsor di Sumedang, Dua Orang Tewas dan Dua Lainnya Kritis

Longsor di Sumedang, Dua Orang Tewas dan Dua Lainnya Kritis

Regional
Sunda Empire Dilaporkan Roy Suryo, Ki Ageng Rangga: Maling Teriak Maling

Sunda Empire Dilaporkan Roy Suryo, Ki Ageng Rangga: Maling Teriak Maling

Regional
RSUP Sanglah Pulangkan 2 Turis China yang Sempat Diduga Terinfeksi Virus Corona

RSUP Sanglah Pulangkan 2 Turis China yang Sempat Diduga Terinfeksi Virus Corona

Regional
4 Fakta Warga Jambi Diduga Terjangkit Corona, Pulang dari China hingga Kini Diisolasi

4 Fakta Warga Jambi Diduga Terjangkit Corona, Pulang dari China hingga Kini Diisolasi

Regional
RSUP Wahidin Makassar Periksa Pasien yang Baru Pulang dari China, Hasilnya Negatif Virus Corona

RSUP Wahidin Makassar Periksa Pasien yang Baru Pulang dari China, Hasilnya Negatif Virus Corona

Regional
Hindari Virus Corona, 12 Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya di Wuhan Diisolasi

Hindari Virus Corona, 12 Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya di Wuhan Diisolasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X