Tindakan Pasung Tidak Manusiawi, Dinsos Jateng Lakukan Penanganan

Kompas.com - 06/11/2019, 20:58 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

SEMARANG.KOMPAS.com - Dalam rangka menekan semakin banyaknya jumlah kasus pasung di Jawa Tengah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah melakukan berbagai upaya penanganan.

Sebelumnya diberitakan, dalam periode Januari hingga September 2019 kasus pasung di Jateng mencapai 511. Dari jumlah tersebut, 115 orang telah berhasil dibebaskan.

Plt Kepala Dinas Sosial Jateng Yusadar Armunanto mengungkapkan, tindakan pasung dinilai tidak manusiawi.

Baca juga: 511 ODGJ di Jateng Ditemukan Terpasung, Jumlahnya Terus Meningkat Sejak 2013

 

Untuk itu, pihaknya melakukan berbagai upaya penanganan mulai dari penemuan penderita, penanganan medis hingga pelayanan rehabilitasi.

"Biasanya kasus pasung ini dilakukan oleh pihak keluarga terdekat karena belum paham penanganannya. Maka kami menyarankan bagi mereka yang dipasung untuk dirujuk ke rumah sakit jiwa (RSJ)," ujar Yusadar saat ditemui awak media di Kantor Gubernuran Jateng, Semarang, Rabu (6/11/2019).

Setelah mendapat penanganan medis di RSJ, lanjut Yusadar, kemudian penderita bisa saja direhabilitasi ke pondok pesantren, panti rujukan atau panti swasta.

"Jika dirasa sudah bisa mandiri, dikembalikan ke keluarga atau masyarakat," jelas Yusadar.

Kendati demikian, upaya penanganan tersebut masih mengalami beberapa kendala.

Baca juga: Masih Ada Keluarga di Jakarta yang Pasung Penderita Gangguan Jiwa

Di antaranya adanya keluarga yang menolak menerima kembali yang sudah purnabina dari panti atau RSJ dan terbatasnya daya tampung panti.

"Selain itu juga adanya perubahan waktu perawatan pasien di RSJ. Mulai dari tiga bulan menjadi 35 hari dan menjadi 21 hari. Jadi pelayanan kesehatan masih kurang maksimal," tuturnya.

Maka dari itu, pihaknya melakukan upaya prioritas penanganan sosial yang paling banyak terdapat di masyarakat.

Kemudian, membangun dua panti baru di Kecamatan Jeruk Legi, Kabupaten Cilacap dan Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan.

"Di Jateng sendiri ada 11 panti. Tahun ini kami mendirikan dua panti baru di Cilacap dan Pekalongan. Kapasitasnya hingga 100-an," jelasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Regional
[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

Regional
Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Regional
Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Regional
Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Regional
Cerita Abdussamad Seorang PNS yang Mengaku Kajari, Ajak Anak Istri Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar

Cerita Abdussamad Seorang PNS yang Mengaku Kajari, Ajak Anak Istri Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar

Regional
Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Regional
Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Regional
Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Regional
Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Regional
Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Regional
Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Regional
Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Regional
Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X