Masjid dalam Pengawasan Bank, Warga Himpun Dana Lunasi Utang

Kompas.com - 06/11/2019, 19:06 WIB
Masjid Riyadhul Jannah di Dusun Bangsri Cilik RT 003/ RW 001, Kelurahan Kriwen, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah dalam pengawasan bank, Senin (4/11/2019). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIMasjid Riyadhul Jannah di Dusun Bangsri Cilik RT 003/ RW 001, Kelurahan Kriwen, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah dalam pengawasan bank, Senin (4/11/2019).

SOLO, KOMPAS.com - Penerima kuasa penyelesaian Masjid Riyadhul Jannah sekaligus koordinator penghimpunan dana Mujiman mengatakan, ia sedang melakukan negosiasi terhadap pihak bank untuk pelunasan utang atas dijaminkannya sertifikat tanah berdirinya masjid.

Seperti diketahui, Masjid Riyadhul Jannah di Dusun Bangsri Cilik RT 003 RW 001, Kelurahan Kriwen, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, dalam pengawasan oleh salah satu bank perkreditan rakyat (BPR) di Solo, Jawa Tengah, setelah sertifikat tanahnya dijaminkan.

"Kemarin sidang dihadiri pihak bank, keluarga, takmir masjid dan saya selalu penerima kuasa penyelesaian masjid. Hasilnya baru tahap negosiasi. Utangnya masih berapa dan sebagainya," terang dia dihubungi Kompas.com, Rabu (6/11/2019).


Baca juga: Sertifikat Tanah Dijaminkan dan Tak Mampu Bayar Utang, Masjid Ini dalam Pengawasan Bank

Pihaknya masih menunggu keputusan dari bank terkait biaya pelunasan utang tersebut.

Sambil menunggu keputusan, jelas dia, pihaknya telah membentuk tim penghimpunan dana untuk melunasi hutang tersebut.

Disinggung berapa jumlah dana yang telah berhasil dihimpun sampai sekarang, Mujiman enggan menyebut. Pasalnya, penghimpunan dana tersebut masih terus berjalan.

"Setelah lunas utangnya akan diterbitkan surat guna proses pewakafan. Satu dua hari ini kita menunggu keputusan dari bank," terang dia.

Sertifikat tanah tersebut diagunkan pemiliknya ke BPR pada 21 Februari 2011 untuk meminjam uang sebesar Rp 400 juta.

Adapun luas lahan mencapai 1.100 meter persegi. Lantaran belum melunasi pinjaman, tanah dan bangunan masjid menjadi pengawasan bank.

Sebelumnya, Ketua Umum Takmir Masjid At Taqwa dan Riyadhul Jannah, Sri Mulyono (52) mengaku, tidak tahu menahu soal sertifikat tanah tempat berdirinya bangunan masjid tersebut diagunkan ke bank.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X