Anggota BNN Gadungan Peras Ibu-ibu, Modal Kartu Identitas Palsu

Kompas.com - 06/11/2019, 18:46 WIB
Pelaku anggota BNN gadungan berinisial HF (30) digiring oleh petugas BNN Kabupaten Bogor diamankan di Cibinong Bogor Jawa Barat, Rabu (6/11/2019). KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSANPelaku anggota BNN gadungan berinisial HF (30) digiring oleh petugas BNN Kabupaten Bogor diamankan di Cibinong Bogor Jawa Barat, Rabu (6/11/2019).


KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Seorang pria yang mengaku-ngaku sebagai anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) Bogor ditangkap di Jalan Mandala Ciparigi, Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat.

Anggota BNN gadungan berinisial HF (30) ini memaksa korbannya membayar uang bebas, supaya tidak terjerat kasus narkotika.

HF ditangkap setelah berkali-kali melakukan tindak pemerasan terhadap ibu-ibu di Bogor dan telah meraup keuntungan hingga puluhan juta rupiah.

Baca juga: Peras Pembeli Narkoba hingga Rp 500 Juta, Tiga Pegawai BNN Gadungan Ditangkap

Seorang ibu-ibu paruh baya berinisial F menjadi korban setelah anaknya diintai oleh pelaku dan dianggap terindikasi narkoba.

Modus pelaku meminta uang sebanyak Rp 6 juta untuk tidak memperpanjang kasus tersebut ke penjara.

Supaya meyakinkan korban, pelaku menggunakan kartu identitas abal-abal yang dibelinya seharga Rp 250.000

Kepala BNN Kabupaten Bogor, Nugraha Setia Budhi mengatakan, korban yang kerap diintai adalah ibu-ibu. Pelaku bergerak seolah-olah anggota BNN yang melakukan penegakan hukum.

"Pelakunya orang sipil biasa yang menggunakan atribut kartu identitas BNN dan melakukan pemerasan kepada masyarakat yang diduga menurutnya itu pelaku, jadi menakut-nakuti orangtua ditangkapnya Senin," ungkap Nugraha, kepada Kompas.com, Rabu (6/11/2019).

"Kalau dari kartu identitas sudah melakukan berkali-kali, tapi baru kali ini saja pengakuan pelaku baru satu kali," sambung dia.

Setelah dapat laporan, lanjut dia, pihaknya langsung bergerak ke lokasi dan dari tangan pelaku diamankan satu kartu identitas dan enam bungkus plastik kecil transparan berisi ganja sintetis beserta uang tunai Rp 1 juta dan telepon genggam.

"Iya pakai kartu identitas yang dibeli dari seseorang bernama Aulia, untuk pelaku masih satu orang dan korban juga baru satu keluarga yang diminatai uang. Ini sedang kami perdalam dan lagi dikejar diselidiki sama tim," ujar dia.

Baca juga: Ditangkap, Anggota BNN Gadungan yang Paksa Korban Mengaku Bawa Narkoba dengan Pistol

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal berlapis yakni Pasal 378 dan 368 KUHP dengan ancaman hukuman pidana di atas 5 tahun.

Budhi mengingatkan, dalam prosedur penangkapan kasus narkoba, pihaknya selalu dibekali dengan surat tugas dan memiliki identitas asli.

"Kami hanya mengeluarkan atribut asli bermagnetik yang dia punya itu kartu identitas abal yang banyak dijual, itu juga kami dalami. Kemudian kalau surat tugas pasti dibawa oleh ditugaskan," ujar dia.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Akses Menuju Pusat Kota Pekanbaru Tergenang Banjir, Timbulkan Kemacetan

Akses Menuju Pusat Kota Pekanbaru Tergenang Banjir, Timbulkan Kemacetan

Regional
TNI dan Polri Ikut Cari Penumpang Pesawat dari Surabaya yang Kabur Saat Hendak Diisolasi

TNI dan Polri Ikut Cari Penumpang Pesawat dari Surabaya yang Kabur Saat Hendak Diisolasi

Regional
Saat Transpuan Menjadi Pejabat Publik di Sikka, Bunda Mayora: Berkatilah Seluruh Kegiatanku

Saat Transpuan Menjadi Pejabat Publik di Sikka, Bunda Mayora: Berkatilah Seluruh Kegiatanku

Regional
Gubernur Kepri Positif Corona, Sudah 739 Warga Tanjungpinang Jalani Swab

Gubernur Kepri Positif Corona, Sudah 739 Warga Tanjungpinang Jalani Swab

Regional
Layanan Jenguk Ditutup, RSUD 45 Dinyatakan Klaster Baru Covid-19

Layanan Jenguk Ditutup, RSUD 45 Dinyatakan Klaster Baru Covid-19

Regional
25 Karyawan Perusahaan di Pesisir Barat Lampung Positif Covid-19

25 Karyawan Perusahaan di Pesisir Barat Lampung Positif Covid-19

Regional
Laporkan Jerinx SID ke Polisi, IDI Bali: Organisasi Kami Merasa Terhina

Laporkan Jerinx SID ke Polisi, IDI Bali: Organisasi Kami Merasa Terhina

Regional
Utamakan Keselamatan Anak, Pemkot Serang Perpanjang Belajar Online

Utamakan Keselamatan Anak, Pemkot Serang Perpanjang Belajar Online

Regional
Korsleting, Ruang Operasi RS Bethesda Lempuyangwangi Yogyakarta Terbakar

Korsleting, Ruang Operasi RS Bethesda Lempuyangwangi Yogyakarta Terbakar

Regional
Detik-detik Seorang Ibu Melahirkan di Atas Mobil Patroli Polisi Tanpa Bantuan Medis

Detik-detik Seorang Ibu Melahirkan di Atas Mobil Patroli Polisi Tanpa Bantuan Medis

Regional
Petani Pembakar Lahan Ditangkap, Walhi Minta Jangan Langsung Dipenjara

Petani Pembakar Lahan Ditangkap, Walhi Minta Jangan Langsung Dipenjara

Regional
Hindari Kecurangan, Pembagian Daging Kurban Pakai Barcode

Hindari Kecurangan, Pembagian Daging Kurban Pakai Barcode

Regional
Polisi: Bos Arisan HA Dilaporkan Atas Dugaan Tindak Pidana dan Pelanggaran UU Perbankan

Polisi: Bos Arisan HA Dilaporkan Atas Dugaan Tindak Pidana dan Pelanggaran UU Perbankan

Regional
Citilink Pastikan Penumpang Pesawat Surabaya-Pontianak Memenuhi Syarat Terbang

Citilink Pastikan Penumpang Pesawat Surabaya-Pontianak Memenuhi Syarat Terbang

Regional
Unair: Keluarga Terduga Pelaku Fetish Kain Jarik Menyesalkan Perbuatan Anaknya

Unair: Keluarga Terduga Pelaku Fetish Kain Jarik Menyesalkan Perbuatan Anaknya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X