Ada Program "Amnesti" Pajak untuk Kendaraan di Jabar, Catat Tanggalnya

Kompas.com - 06/11/2019, 14:25 WIB
Ilustrasi motor bekas tipe skutik Otomania/Setyo AdiIlustrasi motor bekas tipe skutik

BANDUNG, KOMPAS.com - Pemprov Jawa Barat (Jabar) akan membuka program pembebasan denda pajak dan diskon pokok pajak kendaraan bermotor mulai tanggal 10 November hingga 10 Desember 2019.

Program itu dilakukan untuk mengatrol pendapatan pajak dari sektor kendaraan bermotor menyikapi kemungkinan adanya penurunan jumlah penjualan kendaraan nasional.

Kepala Badan Pendapatan Daerah Jawa Barat Hening Widiatmoko mengatakan, program itu khusus untuk pajak kendaraan bermotor (PKB) bukan Bea Balik Nama (BBN).

Ia melanjutkan, untuk mempermudah masyarakat, program itu juga bisa diikuti lewat aplikasi Samsat Jebret atau e-Samsat.

Baca juga: Bayar Pajak Kendaraan Bermotor Kini Bisa Online, Begini Caranya

 

Selama program berlangsung, tabel denda pajak pada aplikasi akan dikosongkan secara otomatis.

"Jadi pajak kendaraan bermotor bagi yang misalnya sudah lima tahun atau 10 tahun enggak bayar nah itu dapat semacam amnesti, cukup bayar 4 tahun pokoknya saja, dendanya gak usah, tahun kelima enggak usah bayar," ujar Hening saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Rabu (6/11/2019).

Hening menjelaskan, gagasan itu lahir setelah ia melakukan pertemuan dengan Gaikindo. 

Gaikindo menyampaikan jika pada triwulan ketiga ada deviasi penjualan kendaraan nasional yang saat ini baru 730 ribu unit dari target 1,1 juta kendaraan.

Baca juga: Ingat, Bayar Denda Pajak Kendaraan Ada Diskon Sampai Akhir Tahun

 

Sementara capaian pendapatan Jabar dari sektor pajak baru 83 persen dari target Rp 20 triliun.

"Kami membayangkan itu akan berimbas pada Jabar, pendapatan yang harus kami kejar itu hitung-hitung masih kurang beberapa persen, tentu jalan lain yang bisa kami lakukan bebas denda. Dan ini khusus PKB saja bukan BBN," kata Hening.

Ia menambahkan, program itu juga untuk mengikis jumlah kendaraan tidak melakukan daftar ulang yang ditaksir mencapai 4,9 juta unit.

Sementara populasi kendaraan di Jabar mencapai 16 juta unit.

"Secara global (di Jabar) ada 4,9 juta wajib pajak kendaraan motor yang tidak melakukan daftar ulang. Kita harus pastikan lagi ke kepolisian karena banyak kendaraan yang tak dilaporkan. Seperti kendaraan hilang, kendaraan rusak berat, leasing juga (kendaraan sitaan) yang kredit macet," jelasnya. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

Regional
Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Regional
Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Regional
Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Regional
Cerita Abdussamad Seorang PNS yang Mengaku Kajari, Ajak Anak Istri Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar

Cerita Abdussamad Seorang PNS yang Mengaku Kajari, Ajak Anak Istri Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar

Regional
Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Regional
Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Regional
Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Regional
Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Regional
Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Regional
Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Regional
Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Regional
Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Regional
Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X