DPRD Pertanyakan Konstruksi Gedung SDN yang Ambruk dan Tewaskan 2 Orang

Kompas.com - 06/11/2019, 08:22 WIB
Ilustrasi garis polisi. SHUTTERSTOCKIlustrasi garis polisi.

PASURUAN, KOMPAS.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Kota Pasuruan akan memanggil jajaran Pemerintah Kota Pasuruan terkait kasus ambruknya gedung SDN Gentong yang menewaskan dua orang.

Dewan ingin meminta penjelasan terkait proses pembangunan gedung sekolah tersebut.

“Kami panggil OPD (organisasi perangkat daerah) terkait, PU dan Sekda, Dinas Pendidikan. Inspektorat akan juga kami panggil. Kenapa bisa terjadi seperti itu. Kami akan gali kondisinya,” kata Ketua DPRD Kota Malang, Ismail Marzuki Hasan, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (5/11/2019) malam.

Baca juga: Sekolah SD Ambruk, Seorang Siswa dan Guru Meninggal, 11 Masuk Rumah Sakit

Ismail mengatakan, ada beberapa hal yang ingin ditanyakan DPRD terkait ambruknya sekolah tersebut. Di antaranya adalah penyebab ambruknya bangunan itu.

Selain itu, pihaknya juga akan mempertanyakan proses pengerjaan serta rekanan yang mengerjakan proyek gedung tersebut. Apalagi, atap sekolah itu baru diganti pada tahun 2017 lalu.

“Kami akan tanyakan kenapa, proses pembagunan bagaimana, siapa yang mengerjakan. Konstruksinya sudah benar atau tidak,” kata dia.

Sementara itu, Wali Kota Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo sedang berada di Jerman.

Diketahui, gedung kelas Sekolah Dasar Negeri (SDN) Gentong di Jalan Kyai Sepuh nomor 49 Kota Pasuruan ambruk pada Selasa (5/11/2019).

Gedung itu dihuni oleh siswa kelas II A, II B, V A dan V B.

Baca juga: Polisi: Sekolah yang Ambruk dan Tewaskan 2 Orang Baru Diganti 2017

 

Akibatnya, seorang siswa dan seorang guru meninggl akibat kejadian itu. Sedangkan 11 siswa lainnya mengalami luka dan harus dirawat di rumah sakit.

Guru yang meninggal itu adalah Sevina Arsy Putri Wijaya (19) yang berada di kelas V A dan siswa bernama Irza Almira yang tertimpa bangunan di kelas II B.

Polres Pasuruan Kota dan Polda Jawa Timur masih menyelidiki kasus ambruknya gedung sekolah tersebut.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembuangan Limbah Pabrik di Jalanan Cianjur Berpotensi Mencemari DAS Citarum

Pembuangan Limbah Pabrik di Jalanan Cianjur Berpotensi Mencemari DAS Citarum

Regional
Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Regional
Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Regional
Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Regional
KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X