9 Pengelolaan Sampah di Tanah Air, Manfaatkan Larva Lalat hingga Rumah Sampah Milik Penderita Gangguan Jiwa

Kompas.com - 06/11/2019, 07:07 WIB
SMPN 6‎ Purwodadi meresmikan terwujudnya program Bank Sampah Esempe Enam (Espena) Sabtu (30/3/2019).‎ Dalam kurun sebulan terkumpul 10 ribu botol plastik bekas yang berserakan di jalan. KOMPAS.com/PUTHUT DWI PUTRANTOSMPN 6‎ Purwodadi meresmikan terwujudnya program Bank Sampah Esempe Enam (Espena) Sabtu (30/3/2019).‎ Dalam kurun sebulan terkumpul 10 ribu botol plastik bekas yang berserakan di jalan.
Editor Rachmawati

Hingga akhir September 2019, Bank Sampah Hade Jaya sudah memiliki nasabah lebih dari 150 orang yang terdiri dari ibu-ibu rumah tangga hingga santri.

“Tabungan dibuka setiap enam bulan sekali, tidak semuanya dijadikan uang, ada yang dicairkan dalam bentuk sembako,” jelas Hendi.

Selama enam bulan, saldo yang mereka miliki bisa mencapai Rp 500.000.

Selain memberikan keuntungan ekonomi, menurut Hendi, keberadaan bank sampah juga sedikit banyak mulai mengubah pola hidup masyarakat dalam membuang sampah.

Baca juga: Kisah Sukses Bank Sampah Hade Jaya, Berawal dari Banjir Bandang...

 

4. Di Purwodadi, murid SMP kelola bank sampah

Siswa di SMP N 6 Purwodadi, Kabupaten Grobogan mengelola Bank Sampah Espena yang diresmikan pada Sabtu (30/3/2019).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelum diresmikan, dalam kurun waktu uji coba selama 30 hari itu, siswa-siswi berhasil mengumpulkan total 10.000 botol plastik bekas yang berserakan di jalan.

Direktur Bank Sampah Espena, Pingkan Amelia (14) mengatakan bank sampah yang dikelola oleh para siswa akan digunakan untuk membantu siswa yang tidak mampu.

"Sementara hasil penjualan akan dimanfaatkan untuk tabungan para siswa. Uang hasil penjualan juga dipergunakan untuk membantu siswa tak mampu. Untuk membelikan seragam maupun peralatan sekolah lainnya seperti sepatu dan tas," ungkap Pingkan, siswi kelas 3 SMPN 6 Purwodadi itu.

Sementara itu Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan, Suprihno mengatakan ada dua sekolah di Grobogan yang sudah memiliki bank sampah.

"Ini sangat bagus karena membantu pemerintah mengurangi jumlah sampah. Kami berharap ini jadi percontohan sekolah lain. Kami dukung program ini," kata Suprihno.

Baca juga: Melihat Suksesnya Bank Sampah di Purwodadi yang Dikelola Murid SMP

 

5. Di Pamekasan, bank sampah kelola sampah rumah sakit

Petugas bank sampah Flamboyan dibayar Rp 1,2 juta sebulan. Mereka selain mengangkut sampah ke rumah sakit dan tempat sampah, ia juga memilah sampah di bank sampah.Kode Penulis : KOMPAS.com/TAUFIQURRAHMAN Petugas bank sampah Flamboyan dibayar Rp 1,2 juta sebulan. Mereka selain mengangkut sampah ke rumah sakit dan tempat sampah, ia juga memilah sampah di bank sampah.
Bank Sampah Flamboyan, Jl Mandilaras, Kelurahan Gladak Anyar, Kecamatan Kota Pamekasan melayani sampah rumah sakit nonmedis, salah satunya sampah RSUD Pamekasan.

Setiap bulan pihak rumah sakit membayar kepada bank sampah hingga Rp 2 juta.

Di buku induk nasabah, nama sejumlah rumah sakit swasta dan pemerintah tercatat sebagai nasabah.

Nasabah lainnya di bank sampah Flamboyan adalah pasukan kuning dan petugas kebersihan lainnya.

Mereka setiap hari rutin menyetor sampah yang diambil dari tempat sampah di pinggir jalan.

Sampah-sampah tersebut mereka pilah dan ditabung di bank sampah.

Setiap hari, mereka mendapat penghasilan dari berbagai jenis sampah yang layak dijual.

Baca juga: Unik, Nasabah di Bank Sampah Ini Justru Harus Bayar Rp 2 Juta per Bulan

 

6. Bupati Banyumas kelola sampah di belakang rumah dinas

Bupati Banyumas Achmad Husein mengolah sampah organik menjadi pupuk di halaman belakang rumah dinas di Purwokerto, Jawa Tengah.Fadlan Mukhtar Zain Bupati Banyumas Achmad Husein mengolah sampah organik menjadi pupuk di halaman belakang rumah dinas di Purwokerto, Jawa Tengah.
Bupati Banyumas Achmad Husein mengolah sampah organik menjadi pupuk secara sederhana dengan sistem komposter di belakang rumah dinasnya.

Sampah organik dari rumah dinas ditampung dalam sebuah tong plastik bekas yang telah dimodifikasi menjadi komposter. Tumpukan sampah kemudian disemprot dengan cairan probiotik.

Padatan sampah organik dalam komposter, kata Husein, dapat langsung dijadikan sebagai pupuk. Selain itu, cairan yang keluar dari komposter juga dapat dijadikan pupuk cair, namun harus diproses terlebih dahulu.

"Selama dua bulan terakhir saya tidak pernah buang sampah (organik). Mungkin ini cara terbaik yang bisa dilakukan masyarakat agar sampah rumah tangga tidak keluar rumah," ujar Husein.

Baca juga: Di Belakang Rumah Dinas, Bupati Ini Kelola Sampah Jadi Pupuk hingga Campuran Aspal

 

7. Di Bandung, kelola sampah dengan belatung

Lurah Sukaasih Ade Rahayu tengah memperlihatkan inkubator berisi belatung lalat tentara hitam yang baru menetas. Keluarahan Sukaasih merupakan salah satu kelurahan yang memanfaatkan belatung untuk mengolah sampah organik di wilayahnya.KOMPAS.com/AGIEPERMADI Lurah Sukaasih Ade Rahayu tengah memperlihatkan inkubator berisi belatung lalat tentara hitam yang baru menetas. Keluarahan Sukaasih merupakan salah satu kelurahan yang memanfaatkan belatung untuk mengolah sampah organik di wilayahnya.
Kelurahan Sukaasih, Kecamatan Bojongloa Kaler, menjadi salah satu kelurahan di Kota Bandung yang mengembangbiakan belatung untuk mengolah sampah organik warganya.

Belatung-belatung ini berasal dari dari lalat black soldier fly atau lalat tentara hitam (hermetia illucens).

Pemanfaatan belatung ini sangat efektif menekan jumlah produksi sampah rumah tangga di kawasan Sukaasih.

Bahkan penguraian sampah organik dengan belatung ini bisa dilakukan hingga 80 hingga 150 kilogram per hari.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Regional
TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

Regional
Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.