9 Pengelolaan Sampah di Tanah Air, Manfaatkan Larva Lalat hingga Rumah Sampah Milik Penderita Gangguan Jiwa

Kompas.com - 06/11/2019, 07:07 WIB
Sarimin penjual warung makan yang punya konsep unik bayar pakai plastik di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang, Kota Semarang, Minggu (3/11/2019) KOMPAS.com/RISKA FARASONALIASarimin penjual warung makan yang punya konsep unik bayar pakai plastik di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang, Kota Semarang, Minggu (3/11/2019)
Editor Rachmawati

KOMPAS.COM - Sarimin (59) dan istrinya Suyatmi (45) mendirikan warung di kompleks Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Menariknya, di warung sederhana tersebut pembeli bisa membayar makanan dan minuman dengan sampal plastik tanpa harus mengeluarkan uang tunai.

Pelanggan warung tersebut rata-rata adalah pemulung, pengepul, dan sopir truk sampah yang banyak beraktivitas di kawasa TPA Jatibarang.

Pemulung yang datang sedikitnya membawa 20 kilogram sampah plastik yang dihargai Rp 20.000. Setelah dipotong harga makanan, selisih uang secara otomatis akan menjadi tabungan para pemulung.

Selain warung makana milik Sarimin, ada beberapa pengelolaan sampah yang unik dan inspiratif di Inonesia

Baca juga: Kisah Sarimin Buka Warung Makan Dibayar Pakai Sampah Plastik

Berikut 9 cerita pengelolaan sampah yang dirangkum Kompas.com:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

1. Desa di Banyuwangi manfaatkan larva lalat urai sampah

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas pun mengajak puluhan kepala desa dan lurah dari enam kecamatan untuk melihat langsung pengelolaan sampah di Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Selasa (29/10/2019).Dok. Humas Pemkab Banyuwangi Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas pun mengajak puluhan kepala desa dan lurah dari enam kecamatan untuk melihat langsung pengelolaan sampah di Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Selasa (29/10/2019).
Desa Tambakrejo dijadikan sebagai desa percontohan pengelolaan sampah untuk desa-desa di Banyuwangi.

Di desa tersebut, ada budidaya larva lalat black soldier fly yang memiliki kemampuan mengurai sampah.

Bukan hanya itu. Pengelolaan sampah di desa tersebut didukung organisasi non-pemerintah internasional Systemiq, yang didanai pemerintah Norwegia dan institusi bisnis Borealis dari Austria.

Mereka bekerja sama menjalankan program Stopping The Tap On Ocean Plastic (STOP) dan mengajak warga untuk menghentikan kebiasaan buruk membuang sampah di laut.

Pihak desa juga mengajak warga membayar iuran untuk sampah. Alhasil saat ini 8.900 warga Desa Tembokrejo telah aktif membayar iuran sampah

Selain iuran, Chief Delivery Officer STOP Project Systemiq, Andre Kuncoroyekti menjelaskan, Systemiq turut melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai pengelola sampah.

"Sekarang 100 persen warga sudah dilayani BUMDes. Cakupannya sudah mencapai 8.900 rumah tangga di Desa Tembokrejo. Awalnya sebelum kami masuk hanya 400 rumah," jelas Andre

Baca juga: Kisah Sukses Desa Tembokrejo, Kelola Sampah dan Ajak Warga Lebih Peduli Kebersihan

 

2. Kampung Pemulung jadi Desa Wisata Sampah di Semarang

Warga Dusun Tawang Samirono Getasan Kabupaten Semarang mengayam bungkus kopi sachet menjadi taplak.KOMPAS.com/DIAN ADE PERMANA Warga Dusun Tawang Samirono Getasan Kabupaten Semarang mengayam bungkus kopi sachet menjadi taplak.
Sejak tahun 1998, Dusun Tawang, Desa Samirono, Kecamatan Getasan, Semarang dikenal dengan kampung pemulung.

Saat itu, ada 30 warga yang menjadi pemulung. Sekitar tahun 2006 mereka membentuk Paguyuban Ormarose yang artinya Organisasi Mayeng Rosok

Pada tahun 2013, Kepala Dusun Tawang mulai memberdayakan masyarakat untuk mengolah sampah salah satunya dengan membuat Bank Sampah Dadi Mulya.

Setiap Minggu, pengelola bank sampah dengan mobil pikap mengambil sampah rumah tangga lalu dipilih.

Sampah hasil pilahan, diserahkan ke ibu-ibu di bagian kreativitas untuk dibuat aneka kerajinan.

Hasilnya, ada tas, topi, piring, taplak, hiasan meja, ecobrick, tempat tisu, dan dompet.

"Untuk bisa membuat itu, kami mengundang pelatih yang kami bayar secara swadaya. Saat ini, hasilnya sudah layak jual, dari harga Rp 20.000 hingga Rp 80.000 tergantung bahan dan kesulitan," imbuh koordinator bidang kreativitas, Fadillah.

Baca juga: Dusun Tawang, dari Kampung Pemulung Jadi Desa Wisata Sampah

 

3. Dari banjir bandang, terbentuk bank sampah di Garut

Para pengurus Bank Sampah Hade Jaya saat dikunjungi Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhamul Ulum, Minggu (22/09/2019)KOMPAS.COM/ARI MAULANA KARANG Para pengurus Bank Sampah Hade Jaya saat dikunjungi Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhamul Ulum, Minggu (22/09/2019)
Kesadaran masyarakat di Desa Cintaasih, Kesacamatan Samarang, Garut untuk mengelola sampah muncul setelah banjir bandang Sungai Cimanuk pada 20 September 2016.

Warga kemudian membentuk bank sampah Hade Jaya yang didirikan di atas tanah sewa.

Setiap dua minggu sekali, warga yang jadi nasabah bank sampah, menyetorkan sampah rumah tangga mereka setelah dipilah sesuai dengan jenisnya.

Jenis sampah juga akan menentukan berapa uang yang akan didapat dari tiap-tiap nasabah.

“Harganya beda-beda, paling mahal botol dan gelas air mineral, nanti semua dicatat di buku tabungan milik masing-masing warga,” kata Hendi Munawat, Direktur Bank Sampah Hade Jaya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebiasaan Baru Ganjar, Bagikan Beras dan Sembako Saat Kunjungan ke Luar Kota

Kebiasaan Baru Ganjar, Bagikan Beras dan Sembako Saat Kunjungan ke Luar Kota

Regional
Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Regional
Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Regional
11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

Regional
Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X