Setelah Viral, Jembatan Peninggalan Belanda Akses Warga Grobogan Akhirnya Jadi Perhatian Pemerintah

Kompas.com - 05/11/2019, 22:36 WIB
Warga melintasi jembatan darurat penghubung antar dua Kecamatan di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah yakni Dusun Sidorejo, Desa Karangasem, Kecamatan Wirosari dan Dusun Peting, Desa Bandungsari, Kecamatan Ngaringan, Sabtu (2/11/2019) siang. KOMPAS.com/PUTHUT DWI PUTRANTO NUGROHOWarga melintasi jembatan darurat penghubung antar dua Kecamatan di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah yakni Dusun Sidorejo, Desa Karangasem, Kecamatan Wirosari dan Dusun Peting, Desa Bandungsari, Kecamatan Ngaringan, Sabtu (2/11/2019) siang.

GROBOGAN, KOMPAS.com - Tim dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meninjau jembatan peninggalan belanda di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, yang hilang terbawa arus sungai puluhan tahun lalu, Selasa (5/11/2019) sore.

Jembatan yang menghubungkan Dusun Sidorejo, Desa Karangasem, Kecamatan Wirosari menuju Dusun Peting, Desa Bandungsari, Kecamatan Ngaringan tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk mendukung aktivitas serta akses penunjang perekonomian.

Sejak jembatan penghubung antar kecamatan yang membelah sungai itu tak ada, warga harus memutar hingga 40 kilometer atau hampir sejam perjalanan darat saat musim penghujan. 

Namun saat kemarau, warga pun memanfaatkan jembatan darurat sepanjang 15 meter yang ada di dasar sungai yang telah mengering akibat kemarau itu. 

Jembatan kayu usang selebar setengah meter, swadaya warga itu tak sepenuhnya menyambungkan antar kecamatan.

Pengendara masih harus melintasi medan menanjak dan menurun dari sungai yang telah menjadi daratan itu.

Sejatinya jembatan itu hanya sementara, tak bisa difungsikan saat musim penghujan karena tertutup sungai.

Pemerintah desa setempat sudah berupaya mengajukan bantuan permohonan ke Dinas PUPR Grobogan, Pemkab Grobogan, DPRD Grobogan untuk pembangunan jembatan.

Namun, hingga saat ini tak ada respons yang jelas.

"Sampai akhirnya setelah kemarin viral diberitakan, kami ditelepon bahwa Kementerian PUPR akan meninjau lokasi hari ini. Alhamdulilah, semoga jembatan yang kami idamkan segera terealisasi," kata Kepala Desa Bandungsari Ledy Heriyanto, saat mendampingi tim Kementerian PUPR mensurvei lokasi.

Baca juga: Penjajah Saja Bangunkan Jembatan, Kenapa Pemerintah Sendiri Tak Sudi?

Tim Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meninjau lokasi bekas jembatan peninggalan belanda di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah yang hilang terbawa arus sungai puluhan tahun lalu, Selasa (5/11/2019) sore.KOMPAS.COM/PUTHUT DWI PUTRANTO NUGROHO Tim Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meninjau lokasi bekas jembatan peninggalan belanda di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah yang hilang terbawa arus sungai puluhan tahun lalu, Selasa (5/11/2019) sore.
Dijelaskan Kanto, jembatan peninggalan belanda sepanjang 50 meter itu dulunya menjadi satu-satunya akses tercepat masyarakat menuju perkotaan, hingga akhirnya perlahan lenyap akibat arus dan diterjang banjir.

Saat itu pula warga menjadi kesusahan karena harus menempuh jarak yang jauh untuk keluar dari desa.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gagal Menyalip, Pengendara Motor Tewas Ditabrak Truk di Cianjur

Gagal Menyalip, Pengendara Motor Tewas Ditabrak Truk di Cianjur

Regional
Usai Snorkeling, Wisatawan asal Finlandia Tewas di NTB

Usai Snorkeling, Wisatawan asal Finlandia Tewas di NTB

Regional
Ada Penolakan dari Warga, Wagub Sumbar Minta Kepulangan Turis China Dipercepat

Ada Penolakan dari Warga, Wagub Sumbar Minta Kepulangan Turis China Dipercepat

Regional
Pemerintah Aceh Bakal Fasilitasi Kepulangan 12 Mahasiswa yang Terisolasi di Wuhan

Pemerintah Aceh Bakal Fasilitasi Kepulangan 12 Mahasiswa yang Terisolasi di Wuhan

Regional
Tidak Benar, Isu yang Menyebut WN China di Surabaya Terjangkit Virus Corona

Tidak Benar, Isu yang Menyebut WN China di Surabaya Terjangkit Virus Corona

Regional
Seorang Ibu di Jepara Tewas Terseret Banjir Saat Kendarai Sepeda Motor

Seorang Ibu di Jepara Tewas Terseret Banjir Saat Kendarai Sepeda Motor

Regional
Hujan Deras Disertai Angin Kencang Rusak Tiga Rumah di Cirebon

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Rusak Tiga Rumah di Cirebon

Regional
Pilkada Surabaya, 5 Partai Deklarasi Dukung Mantan Kapolda Jatim

Pilkada Surabaya, 5 Partai Deklarasi Dukung Mantan Kapolda Jatim

Regional
12 Mahasiswa Aceh di Wuhan Butuh Stok Makanan dan Masker Khusus

12 Mahasiswa Aceh di Wuhan Butuh Stok Makanan dan Masker Khusus

Regional
Longsor di Sumedang, Dua Orang Tewas dan Dua Lainnya Kritis

Longsor di Sumedang, Dua Orang Tewas dan Dua Lainnya Kritis

Regional
Sunda Empire Dilaporkan Roy Suryo, Ki Ageng Rangga: Maling Teriak Maling

Sunda Empire Dilaporkan Roy Suryo, Ki Ageng Rangga: Maling Teriak Maling

Regional
RSUP Sanglah Pulangkan 2 Turis China yang Sempat Diduga Terinfeksi Virus Corona

RSUP Sanglah Pulangkan 2 Turis China yang Sempat Diduga Terinfeksi Virus Corona

Regional
4 Fakta Warga Jambi Diduga Terjangkit Corona, Pulang dari China hingga Kini Diisolasi

4 Fakta Warga Jambi Diduga Terjangkit Corona, Pulang dari China hingga Kini Diisolasi

Regional
RSUP Wahidin Makassar Periksa Pasien yang Baru Pulang dari China, Hasilnya Negatif Virus Corona

RSUP Wahidin Makassar Periksa Pasien yang Baru Pulang dari China, Hasilnya Negatif Virus Corona

Regional
Hindari Virus Corona, 12 Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya di Wuhan Diisolasi

Hindari Virus Corona, 12 Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya di Wuhan Diisolasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X