Ini Alasan Ibu Masukan Bayi ke Dalam Mesin Cuci hingga Tewas

Kompas.com - 05/11/2019, 21:12 WIB
Ilustrasi bayi. SHUTTERSTOCKIlustrasi bayi.

PALEMBANG, KOMPAS.com -  ST memasukkan bayi yang baru dilahirkanya ke dalam mesi cuci hingga tewas, Senin (4/11/2019). 

ST mengaku hal itu dilakukan agar tangisan bayi tidak terdengar orang yang berada di rumah.

Diketahui asisten rumah tangga yang bekerja di Palembang, Sumsel, ini hamil di luar nikah.

ST bahkan melakukan persalinan sendiri di kamar mandi.

"Pelaku melahirkan sendiri tanpa adanya bantuan dari pihak lain. Proses persalinan itu berlangsung di tempat pelaku bekerja, di rumah majikannya," ujar Kapolresta Palembang Kombes Pol Didi Hayamansyah, di Mapolresta Palembang, Selasa (5/11/2019).

Baca juga: Ini Pengakuan Ibu yang Masukkan Bayi ke Mesin Cuci hingga Tewas

Didi mengatakan, usai menjalani pemeriksaan oleh petugas, ST akhirnya ditetapkan sebagai pelaku tunggal atas kekerasan terhadap anaknya hingga menyebabkan korban tewas.

Di waktu yang sama, ST mengaku tak berniat untuk membunuh bayi yang baru dilahirkannya.

ST mengaku hanya sementara memasukkan bayinya ke dalam mesin cuci.

"Hanya sementara diletakkan di situ (mesin cuci). Rencananya mau dibawa ke panti asuhan," ujar ST.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Melihat Rumah Singgah Anak Penderita Kanker di Aceh, Saat Pasien Layaknya Keluarga

Melihat Rumah Singgah Anak Penderita Kanker di Aceh, Saat Pasien Layaknya Keluarga

Regional
'Jangan Sia-siakan Pengorbanan Tenaga Kesehatan'

"Jangan Sia-siakan Pengorbanan Tenaga Kesehatan"

Regional
Gunung Semeru Meletus, Seluruh Pendaki Dipastikan Sudah Turun

Gunung Semeru Meletus, Seluruh Pendaki Dipastikan Sudah Turun

Regional
Gunung Semeru Meletus, Truk dan Alat Berat Penambang Pasir di Lumajang Terjebak Lahar Panas

Gunung Semeru Meletus, Truk dan Alat Berat Penambang Pasir di Lumajang Terjebak Lahar Panas

Regional
Status Tanggap Darurat Bencana Merapi di Sleman Diperpanjang hingga Akhir Desember

Status Tanggap Darurat Bencana Merapi di Sleman Diperpanjang hingga Akhir Desember

Regional
Tanggapan Ridwan Kamil soal Sikap Terbuka Anies Baswedan Umumkan Positif Corona

Tanggapan Ridwan Kamil soal Sikap Terbuka Anies Baswedan Umumkan Positif Corona

Regional
RS Penuh, Kapasitas Ruang Isolasi di Banyumas Ditambah hingga 400 Tempat Tidur

RS Penuh, Kapasitas Ruang Isolasi di Banyumas Ditambah hingga 400 Tempat Tidur

Regional
Seorang Pejabat Dishub Mengisap Sabu di Ruang Guru TK

Seorang Pejabat Dishub Mengisap Sabu di Ruang Guru TK

Regional
Sidak, 7 Pengunjung Warkop di Pontianak Positif Covid-19, Ini Penjelasannya

Sidak, 7 Pengunjung Warkop di Pontianak Positif Covid-19, Ini Penjelasannya

Regional
Mabuk, Pelajar Bacok Pegawai Provider Seluler, Begini Ceritanya

Mabuk, Pelajar Bacok Pegawai Provider Seluler, Begini Ceritanya

Regional
Pemuda dan Mangrove, Upaya Penanggulangan Abrasi Pantai di Mempawah

Pemuda dan Mangrove, Upaya Penanggulangan Abrasi Pantai di Mempawah

Regional
Muncul Klaster Tempat Senam di Tasikmalaya, 40 Orang Dites 'Swab'

Muncul Klaster Tempat Senam di Tasikmalaya, 40 Orang Dites "Swab"

Regional
Gubernur Riau Syamsuar Positif Covid-19

Gubernur Riau Syamsuar Positif Covid-19

Regional
400 Warga Bakar Rumah Calon Bupati Boven Digoel, Papua, Anggota Polisi Luka Terkena Panah

400 Warga Bakar Rumah Calon Bupati Boven Digoel, Papua, Anggota Polisi Luka Terkena Panah

Regional
Ini 4 Faktor Penyebab Meningkatnya Kasus Covid-19 di Banten

Ini 4 Faktor Penyebab Meningkatnya Kasus Covid-19 di Banten

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X