Pencak Silat, Pantun, dan Gamelan Diusulkan Jadi Warisan Budaya Dunia ke UNESCO

Kompas.com - 05/11/2019, 20:02 WIB
Pesilat Indonesia M. Zaki Zikrillah berlari sambil membawa bendera Merah Putih setelah berhasil meraih medali emas pencak silat putra kelas C 47-51 kg Asian School Games 2019, di Rama Shinta Ballroom Patra Jasa Semarang, Jawa Tengah, Senin (22/7/2019). Pada pertandingan final M. Zaki Zikrillah mengalahkan pesilat Thailand Jirat Janpet dengan skor 5-0. ANTARA FOTO/R REKOTOMOPesilat Indonesia M. Zaki Zikrillah berlari sambil membawa bendera Merah Putih setelah berhasil meraih medali emas pencak silat putra kelas C 47-51 kg Asian School Games 2019, di Rama Shinta Ballroom Patra Jasa Semarang, Jawa Tengah, Senin (22/7/2019). Pada pertandingan final M. Zaki Zikrillah mengalahkan pesilat Thailand Jirat Janpet dengan skor 5-0.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengusulkan pencak silat, pantun, dan gamelan, menjadi warisan budaya dunia ke UNESCO.

Saat ini pemerintah masih menunggu hasil sidang terkait usulan tersebut.

"Kita setiap dua tahun sekali kita mengajukan ke UNESCO. Sesuai aturan, bisa mengajukan sekali dalam dua tahun," ujar Kasubdit Warisan Budaya Tak Benda Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemendikbud, Binsar Manulang di sela-sela acara 7 Th ASEAN Traditional Textile Symposium di Yogyakarta, Selasa (05/11/2019).

Baca juga: Kemendikbud Tetapkan 39 Warisan Budaya Tak Benda Tekstil Tradisional

Binsar menyampaikan, Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud menjaring berbagai warisan budaya yang ada di seluruh Indonesia.

Setelah itu, membentuk tim ahli untuk menyeleksi warisan budaya yang sudah terjaring.

Dalam proses seleksi akan dilihat warisan budaya yang urgen untuk segera diajukan ke UNESCO.

Termasuk pencak silat, pantun, dan gamelan.

"Tahun 2019 pencak silat yang akan disidangkan di Bogota, Colombia bulan Desember ini," ucap Binsar.

Pada tahun 2020, Kemendikbud juga mengusulkan ke UNESCO agar pantun menjadi warisan budaya dunia.

Kemudian pada 2021, gamelan juga akan diusulkan menjadi warisan dunia.

"Pantun kita usulkan ke UNESCO bersama-sama dengan Malaysia. Jadi usulan bersama ini akan disidangkan tahun 2020," ujar dia.

Baca juga: Sah, 267 Warisan Budaya Takbenda Ditetapkan Kemendikbud

"Formulir pengajuan sudah kita kirimkan, dilengkapi dengan foto dan video," kata Binsar menambahkan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perluasan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar Telan Anggaran Rp 2,6 Triliun

Perluasan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar Telan Anggaran Rp 2,6 Triliun

Regional
Pemkot Pontianak Mulai Batasi Aktivitas Warga pada Malam Hari

Pemkot Pontianak Mulai Batasi Aktivitas Warga pada Malam Hari

Regional
Fakta Bocah 10 Tahun Dibunuh lalu Diperkosa, Pelaku Ternyata Masih Ada Hubungan Keluarga dengan Korban

Fakta Bocah 10 Tahun Dibunuh lalu Diperkosa, Pelaku Ternyata Masih Ada Hubungan Keluarga dengan Korban

Regional
Curhat Nakes Terpapar Covid-19 yang Bikin Gugus Tugas Syok: Bersihkan Tempat Tidur hingga Beli Vitamin Sendiri

Curhat Nakes Terpapar Covid-19 yang Bikin Gugus Tugas Syok: Bersihkan Tempat Tidur hingga Beli Vitamin Sendiri

Regional
Jejak Hewan Liar di Jalur Pendakian Semeru, Macan Tutul Jawa atau Anjing Hutan?

Jejak Hewan Liar di Jalur Pendakian Semeru, Macan Tutul Jawa atau Anjing Hutan?

Regional
Lunasi Utang Pilkada Rp 1 M, Mantan Calon Bupati Ngaku Kepepet Edarkan Uang Palsu

Lunasi Utang Pilkada Rp 1 M, Mantan Calon Bupati Ngaku Kepepet Edarkan Uang Palsu

Regional
Jadi Korban Order Fiktif, Pengemudi Ojol Dapat Ganti Rugi dari GrabFood

Jadi Korban Order Fiktif, Pengemudi Ojol Dapat Ganti Rugi dari GrabFood

Regional
Kronologi Seorang Perempuan di Makassar Dikeroyok Tetangga gegara Status Facebook, Pelaku Ditangkap

Kronologi Seorang Perempuan di Makassar Dikeroyok Tetangga gegara Status Facebook, Pelaku Ditangkap

Regional
Kasus Meningkat, RSUD Banten Kembali Dijadikan Pusat Rujukan

Kasus Meningkat, RSUD Banten Kembali Dijadikan Pusat Rujukan

Regional
Sekda DIY Sebut Tambang Liar Rugikan Daerah karena Tak Terkontrol

Sekda DIY Sebut Tambang Liar Rugikan Daerah karena Tak Terkontrol

Regional
Penderita Covid-19 di Salatiga Berasal dari Penularan Luar Daerah

Penderita Covid-19 di Salatiga Berasal dari Penularan Luar Daerah

Regional
38 Karyawan RSUP Soeradji Klaten Sembuh, 12 Orang Sudah Kembali Bekerja

38 Karyawan RSUP Soeradji Klaten Sembuh, 12 Orang Sudah Kembali Bekerja

Regional
Mayat Perempuan Tanpa Busana Mengambang di Kali Bugen Semarang

Mayat Perempuan Tanpa Busana Mengambang di Kali Bugen Semarang

Regional
Kota Kupang Berubah Jadi Zona Cokelat Covid-19, ASN Diwajibkan WFH

Kota Kupang Berubah Jadi Zona Cokelat Covid-19, ASN Diwajibkan WFH

Regional
Kecelakaan Beruntun Truk Elpiji, Honda Jazz, dan Motor, Satu Orang Tewas, 3 Luka

Kecelakaan Beruntun Truk Elpiji, Honda Jazz, dan Motor, Satu Orang Tewas, 3 Luka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X