Masuk Musim Penghujan, BMKG: Waspada Angin Kencang di Jateng

Kompas.com - 05/11/2019, 17:48 WIB
Ilustrasi cuaca. bmkg.go.idIlustrasi cuaca.

SEMARANG.KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) Kelas I Semarang mengingatkan masyarakat agar lebih mewaspadai datangnya angin kecang dan hujan lebat yang bisa datang sewaktu-waktu di wilayah Jawa Tengah.

"Karena musim hujan terjadi lebih awal di daerah selatan serta pegunungan Jawa Tengah, saya minta masyarakat agar lebih waspada," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Kelas I Semarang Iis Widya Harmoko saat dihubungi Kompas.com, Selasa (5/11/2019).

Baca juga: Yang Harus Diwaspadai Saat Musim Pancaroba, Angin Kencang hingga Puting Beliung

Iis menyebutkan, ada beberapa daerah di Jawa Tengah, yang masuk dalam kategori  hujan lebat, yakni Kabupaten Banjarnegara, Wonosobo, Pekalongan, Batang, dan Tegal bagian pegunungan.

"Secara umum di daerah Gunung Slamet dan sekitarnya sudah hujan selama 30 hari terkahir. Kemudian untuk daerah selatan Jawa Tengah dan pegunungan diperkirakan curah hujannya lebih dari 500 milimeter lebih lebat," jelas Iis.

Baca juga: Bogor Dilanda Angin Kencang, Atap Rumah-rumah Warga Rusak, Pohon Tumbang

Kendati demikian, menurut Iis, kondisi ini tidak berlaku untuk daerah Jawa Tengah bagian pantura, sebab di bagian pantura curah hujan masih terbilang rendah.

"Untuk hujan memang belum merata seluruhnya di Jawa Tengah ini, di daerah Pantura curah hujan masih terbilang sedikit," ujarnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Bodong, Polda Jatum Sita 2 McLaren, hingga 4 Ferrari

Diduga Bodong, Polda Jatum Sita 2 McLaren, hingga 4 Ferrari

Regional
4 Desa di Dharmasraya Terendam Banjir 3 Meter, Ratusan KK Terisolasi

4 Desa di Dharmasraya Terendam Banjir 3 Meter, Ratusan KK Terisolasi

Regional
Polisi Pulangkan 3 Warga yang Terlibat Kerusuhan Saat Penggusuran Tamansari

Polisi Pulangkan 3 Warga yang Terlibat Kerusuhan Saat Penggusuran Tamansari

Regional
Tiba di Trenggalek, Jenazah TKI Korban Pembunuhan di Malaysia Disambut Ratusan Warga

Tiba di Trenggalek, Jenazah TKI Korban Pembunuhan di Malaysia Disambut Ratusan Warga

Regional
Warga Tamansari Digusur, Predikat Bandung Kota Peduli HAM Dikritisi

Warga Tamansari Digusur, Predikat Bandung Kota Peduli HAM Dikritisi

Regional
9 Bulan Tak Gajian, Petugas Kebersihan Demo di Jalan Trans Sulawesi

9 Bulan Tak Gajian, Petugas Kebersihan Demo di Jalan Trans Sulawesi

Regional
BBKSDA Riau Pasang Kamera Trap di Lokasi Temuan Jejak Harimau Sumatera

BBKSDA Riau Pasang Kamera Trap di Lokasi Temuan Jejak Harimau Sumatera

Regional
Ular Piton Sepanjang 1 Meter Berkeliaran di Balai Kota Surakarta

Ular Piton Sepanjang 1 Meter Berkeliaran di Balai Kota Surakarta

Regional
Bupati Bogor Sebut UN Jadi Masalah Besar bagi Siswa di Indonesia

Bupati Bogor Sebut UN Jadi Masalah Besar bagi Siswa di Indonesia

Regional
Menolak Diajak Pulang, Seorang Istri Tewas Ditusuk 8 Kali oleh Suaminya

Menolak Diajak Pulang, Seorang Istri Tewas Ditusuk 8 Kali oleh Suaminya

Regional
Kerap Resahkan Penumpang, 2 Calo Tiket di Pelabuhan Sekupang Ditangkap

Kerap Resahkan Penumpang, 2 Calo Tiket di Pelabuhan Sekupang Ditangkap

Regional
Kronologi Sopir Taksi Online Dibegal Penumpangnya dan Ditinggalkan di Pinggir Jalan

Kronologi Sopir Taksi Online Dibegal Penumpangnya dan Ditinggalkan di Pinggir Jalan

Regional
Cabuli Balita 3 Tahun di Kupang, Pria Asal Liliba Ini Ditangkap

Cabuli Balita 3 Tahun di Kupang, Pria Asal Liliba Ini Ditangkap

Regional
Angin Kencang Terjang Jember, Pohon Roboh di 7 Lokasi

Angin Kencang Terjang Jember, Pohon Roboh di 7 Lokasi

Regional
Ratusan Hektar Sawah di Kampar Terancam Gagal Panen Akibat Banjir

Ratusan Hektar Sawah di Kampar Terancam Gagal Panen Akibat Banjir

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X