Begini Cara Ganjar Cegah Anggaran Nakal Saat Pembahasan RAPBD Jateng

Kompas.com - 05/11/2019, 17:26 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo KOMPAS.com/RISKA FARASONALIAGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

SEMARANG, KOMPAS.com - Dalam waktu dekat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bakal menggelar pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2020 dengan DPRD Jateng.

Sebelumnya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah mengusulkan RAPBD Jateng naik sebesar Rp 2,1 triliun menjadi Rp 28,77 triliun dalam rapat paripurna di DPRD Jateng.

APBD tahun 2018 sebesar Rp 26,63 triliun.

Pembahasan RAPBD di setiap daerah kerap kali menjadi rawan terjadi praktik korupsi.


Ganjar pun mengaku memiliki sejumlah cara untuk mengatasi agar tak ada anggaran nakal yang kerap kali muncul saat pembahasan.

“Dari awal kan kita sudah lakukan sistem perencanaan seperti planning, e-budgeting. Kita kontrol bersama dari situ bisa setiap saat. Semua akan muncul di situ, tidak ada yang ditutupi," ujar Ganjar saat dihubungi Kompas.com, Selasa (5/11/2019).

Baca juga: UMP Jateng ditetapkan, Ganjar Minta Bupati Wali Kota Kirimkan Rekomendasi UMK 2020

Maka, beberapa yang sifatnya detail harus dikontrol secara bertahap. Mulai dari dinas kemudian asisten, lalu terakhir TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah).

Kendati begitu, kata Ganjar, sampai saat ini belum ditemukan adanya praktik-praktik anggaran yang nakal di Jawa Tengah.

"Belum ada yang aneh-aneh, saya cuma minta coba efisiensi. Berikutnya mencoba untuk jujur. Biasanya yang suka enggak kelihatan itu pos-pos untuk perjalanan dinas. Maka, kalau bisa ya diefisienkan," jelas Ganjar.

Untuk itu, Ganjar memberi peringatan apabila ditemukan indikasi korupsi dalam pembahasan RAPBD di Jateng, pihaknya tak segan-segan untuk mencopot jabatan jajaran yang terlibat.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Seorang Pria Mengamuk dan Banting Motor karena Tak Terima Ditilang

Cerita Seorang Pria Mengamuk dan Banting Motor karena Tak Terima Ditilang

Regional
Rampok Ponsel Pacarnya, Seorang Pelajar di Bima Ditangkap Polisi

Rampok Ponsel Pacarnya, Seorang Pelajar di Bima Ditangkap Polisi

Regional
Macan Tutul Mati di Pati Diduga Akibat Pertarungan Berebut Teritori

Macan Tutul Mati di Pati Diduga Akibat Pertarungan Berebut Teritori

Regional
Mengintip Strategi Milenial Membeli Rumah di Era Digital

Mengintip Strategi Milenial Membeli Rumah di Era Digital

Regional
Detik-detik Banjir Bandang Sapu Siswa Peserta Susur Sungai di Sleman

Detik-detik Banjir Bandang Sapu Siswa Peserta Susur Sungai di Sleman

Regional
Warga kepada Jokowi: Kalau Sudah Dapat SK, Kenapa Alat Berat Masih Ada di Lahan Kami?

Warga kepada Jokowi: Kalau Sudah Dapat SK, Kenapa Alat Berat Masih Ada di Lahan Kami?

Regional
Kisah Heroik 2 Siswa Selamatkan Rekannya Saat Susur Sungai, Bakir Lempar Akar dan Danu Lompat ke Sungai

Kisah Heroik 2 Siswa Selamatkan Rekannya Saat Susur Sungai, Bakir Lempar Akar dan Danu Lompat ke Sungai

Regional
Pakar: Susur Sungai Tidak untuk Anak dan Remaja, Apalagi Musim Hujan

Pakar: Susur Sungai Tidak untuk Anak dan Remaja, Apalagi Musim Hujan

Regional
Suami Istri Sekap Siswi SMP dan Paksa Threesome, Dipaksa Suntik KB hingga Janji Beri Rp 5 Juta

Suami Istri Sekap Siswi SMP dan Paksa Threesome, Dipaksa Suntik KB hingga Janji Beri Rp 5 Juta

Regional
Saat Tiga Kurir Ganja 231 Kg Tertunduk Dengar Tuntutan Hukuman Mati..

Saat Tiga Kurir Ganja 231 Kg Tertunduk Dengar Tuntutan Hukuman Mati..

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pengakuan Napi Teroris Tolak Dibaiat ISIS | Susur Sungai, Siswa SMPN di Sleman Terseret Arus

[POPULER NUSANTARA] Pengakuan Napi Teroris Tolak Dibaiat ISIS | Susur Sungai, Siswa SMPN di Sleman Terseret Arus

Regional
'Mereka Menuduh Kami Lebih Kafir dari Polisi', Kata Adik Trio Bom Bali I Soal Perangnya Melawan Radikalisasi

'Mereka Menuduh Kami Lebih Kafir dari Polisi', Kata Adik Trio Bom Bali I Soal Perangnya Melawan Radikalisasi

Regional
Temui Ortu Korban Susur Sungai, Sultan HB X Sampaikan Pesan

Temui Ortu Korban Susur Sungai, Sultan HB X Sampaikan Pesan

Regional
Empat Siswa SMPN 1 Turi Sleman yang Ikut Susur Sungai Belum Ditemukan

Empat Siswa SMPN 1 Turi Sleman yang Ikut Susur Sungai Belum Ditemukan

Regional
Kesaksian Salma, Siswa SMPN 1 Turi yang Selamat Susur Sungai, Arus Deras Tiba-tiba Datang

Kesaksian Salma, Siswa SMPN 1 Turi yang Selamat Susur Sungai, Arus Deras Tiba-tiba Datang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X