Banten Jadi Provinsi dengan Pengangguran Tertinggi di Indonesia

Kompas.com - 05/11/2019, 17:08 WIB
Ilustrasi mencari kerja ALotOfPeopleIlustrasi mencari kerja

SERANG, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka pengangguran di Indonesia periode Agustus 2019.

Hasilnya, Provinsi Banten menduduki peringkat pertama dengan tingkat pengangguran sebesar 8,11 persen. 

Kepala BPS Banten Adhi Wiriana mengatakan, persentase jumlah pengangguran di Banten sebetulnya turun dibanding periode yang sama pada Agustus 2018 lalu yakni 8,52 persen.

Namun, jumlah tersebut tetap menjadikan Banten berada di urutan paling bawah. 


"Terbesar se Indonesia, nomor satu, dan lebih tinggi dari angka nasional, peringkat kedua adalah Jabar," kata Adhi ditemui di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Kota Serang, Selasa (5/10/2019).

Baca juga: Janji Akan Menikahi, Pria Pengangguran Ini Justru Perkosa Kenalannya

Adhi mengatakan, ada sejumlah faktor yang menjadikan persentase pengangguran di Banten masih tinggi.

Salah satunya karena penutupan pabrik dan pengurangan karyawan. 

"Seperti di Krakatau Steel kemarin karyawan ada banyak dirumahkan, kemudian sejumlah industri di Tangsel juga ada tutup," kata dia.

Faktor kemarau juga menjadi penyumbang jumlah pengangguran terbuka di Banten. Kata dia, selama kemarau, petani jadi pengangguran lantaran tidak bisa mengolah sawah.

Lulusan SMK juga menjadi salah satu penyumbang pengangguran tertinggi di Banten.

Menurut Adhi ada 13,03 persen lulusan SMK yang belum bekerja. Ini terjadi lantaran ketidakcocokan antara jurusan di sekolah dengan industri yang ada di Banten. 

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X