Kemendikbud Tetapkan 39 Warisan Budaya Tak Benda Tekstil Tradisional

Kompas.com - 05/11/2019, 15:16 WIB
Kasubdit Warisan Budaya Tak Benda Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemendikbud, Binsar Manulang saat menemui wartawan di sela-sela acara 7 Th ASEAN Traditional Textile Symposium di Yogyakarta, Selasa (05/11/2019) KOMPAS.com/YUSTINUS WIJAYA KUSUMAKasubdit Warisan Budaya Tak Benda Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemendikbud, Binsar Manulang saat menemui wartawan di sela-sela acara 7 Th ASEAN Traditional Textile Symposium di Yogyakarta, Selasa (05/11/2019)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menetapkan 39 warisan budaya tak benda pada Selasa (5/11/2019).

Sebanyak 39 warisan budaya tak benda yang telah ditetapkan ini berkaitan dengan tekstil tradisional.

Hal itu disampaikan Kasubdit Warisan Budaya Tak Benda Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Binsar Manulang di sela-sela acara 7 Th ASEAN Traditional Textile Symposium di Yogyakarta, Selasa (05/11/2019). 

"Kami telah menetapkan 1.086 warisan budaya takbenda Indonesia dari seluruh Indonesia," ujar Binsar Manulang. 

Baca juga: Cirebon Usulkan Tahu Gejrot Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Binsar Manulang menyampaikan dari 1.086, diantaranya merupakan warisan budaya tak benda yang berkaitan dengan tekstil tradisional.

Warisan budaya takbenda Indonesia yang berkaitan dengan tekstil ini sebanyak 39 jenis tekstil.

"Kami dari Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya telah menetapkan 39 warisan budaya tak benda Indonesia yang berkaitan dengan tekstil tradisional," katanya. 

"Antara lain, Batik, Ulos, Kain Tenun, Kain Ikat dan lain-lain." 

Baca juga: Jamu Ditetapkan Warisan Budaya Tak Benda Kemendikbud

Untuk melindungi identitas bangsa

Diungkapkanya, warisan budaya tak benda Indonesia merupakan identitas bangsa. Maka dengan demikian, perlu untuk dilindungi.

Selain dilindungi, tidak kalah penting lagi adalah dilestarikan.

Langkah menetapkan warisan budaya takbenda Indonesia ini lanjutnya juga sesuai dengan amanat undang-undang kemajuan kebudayaan No 5 tahun 2017.

"Harus dilindungi dan dilestarikan, karena bagian dari diri Kita sendiri, bagian dari kepribadian Kita dan bagian dari budaya bangsa ini," ucapnya.

Menurutnya dari 1.086 warisan budaya takbenda Indonesia sudah ada sembilan yang ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan dunia.

Dari sembilan tersebut salah satunya adalah Batik.

Baca juga: Didong dan Kerawang Gayo Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pegawai Terpapar Corona, Kantor RSUD Soekarno Babel Diliburkan

Pegawai Terpapar Corona, Kantor RSUD Soekarno Babel Diliburkan

Regional
Mobilitas Tinggi, Seratusan Polisi di Tegal Jalani Tes Usap Massal

Mobilitas Tinggi, Seratusan Polisi di Tegal Jalani Tes Usap Massal

Regional
Saat Kades Kesurupan, Raih Keris Penari Jaipong di Indramayu

Saat Kades Kesurupan, Raih Keris Penari Jaipong di Indramayu

Regional
Lari Liar Mulai Muncul di Wonogiri, Bupati: Kami Kaji Daya Tariknya

Lari Liar Mulai Muncul di Wonogiri, Bupati: Kami Kaji Daya Tariknya

Regional
Terungkap, Anggota DPRD Palembang yang Ditangkap BNN Ternyata Residivis

Terungkap, Anggota DPRD Palembang yang Ditangkap BNN Ternyata Residivis

Regional
Ditolak Menikah, Bambang Nekat Culik Bayi Pujaan Hatinya

Ditolak Menikah, Bambang Nekat Culik Bayi Pujaan Hatinya

Regional
Fakta Bupati Berau Meninggal Positif Covid-19, Sempat Dampingi Menteri KKP Lepas Tukik

Fakta Bupati Berau Meninggal Positif Covid-19, Sempat Dampingi Menteri KKP Lepas Tukik

Regional
[POPULER NUSANTARA] Fakta Terkini Banjir Bandang Sukabumi | IDI Anggap Hasil Rapid Test Palsu

[POPULER NUSANTARA] Fakta Terkini Banjir Bandang Sukabumi | IDI Anggap Hasil Rapid Test Palsu

Regional
Di Makassar, Mahasiswi Diperkosa Bergilir di Kamar Hotel, Ini Faktanya

Di Makassar, Mahasiswi Diperkosa Bergilir di Kamar Hotel, Ini Faktanya

Regional
Kronologi Status Positif Covid-19 Bakal Calon Bupati Malang, Negatif Saat Tes Swab Ulang

Kronologi Status Positif Covid-19 Bakal Calon Bupati Malang, Negatif Saat Tes Swab Ulang

Regional
'Kalau Masyarakat Sudah Kena Covid-19, Tenaga Medis Juga, Siapa Mau Rawat Siapa?'

"Kalau Masyarakat Sudah Kena Covid-19, Tenaga Medis Juga, Siapa Mau Rawat Siapa?"

Regional
Pemberian Sanksi kepada Maskapai Dikritik DPR, Gubernur Kalbar: Kalau Kasusnya Melonjak Memang Dia Peduli Sama Kita

Pemberian Sanksi kepada Maskapai Dikritik DPR, Gubernur Kalbar: Kalau Kasusnya Melonjak Memang Dia Peduli Sama Kita

Regional
Akses Data Nasabah dengan Leluasa, Relationship Manager BRI Bobol Rekening 11 Orang, Total Rp 2,1 Miliar

Akses Data Nasabah dengan Leluasa, Relationship Manager BRI Bobol Rekening 11 Orang, Total Rp 2,1 Miliar

Regional
IDI Anggap Hasil Rapid Test Palsu dan Minta Pj Wali Kota Makassar Lakukan Tes Swab

IDI Anggap Hasil Rapid Test Palsu dan Minta Pj Wali Kota Makassar Lakukan Tes Swab

Regional
Kasus Covid-19 di RSUD Soedono Madiun, Direktur: Asal Muasalnya Kami Duga dari Luar

Kasus Covid-19 di RSUD Soedono Madiun, Direktur: Asal Muasalnya Kami Duga dari Luar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X