Cabuli Anak Didiknya, Pembina Pramuka di Surabaya Dituntut Hukuman Kebiri Kimia

Kompas.com - 05/11/2019, 08:52 WIB
RS (tengah), Pembina Pramuka diamankan tim Ditreskrimum Polda Jatim KOMPAS.com/A. FAIZALRS (tengah), Pembina Pramuka diamankan tim Ditreskrimum Polda Jatim

SURABAYA, KOMPAS.com - Jika hakim mengabulkan, maka hukuman kebiri kimia tidak hanya akan menimpa Muhamad Aris, pelaku pemerkosaan 9 anak asal Mojokerto Jawa Timur.

Hukuman kebiri kimia juga mengancam Rahmat Santoso Slamet (30), guru pembina kegiatan Pramuka asal Surabaya yang didakwa melakukan pencabulan terhadap 15 orang siswanya.

Hukuman kebiri kimia adalah tuntutan yang diberikan jaksa kepada Rahmat saat sidang perkara pencabulan anak di bawah umur di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (4/11/2019).


Baca juga: Kebiri Kimia untuk Pemerkosa 9 Anak Dilakukan di Akhir Masa Hukuman

Tuntutan dibacakan Sabetania, jaksa penuntut umum dalam perkara tersebut.

Selain hukuman kebiri kimia, terdakwa juga dituntut hukuman 14 tahun penjara, dan denda sebesar Rp 100 juta subsider tiga bulan.

Tuntutan hukuman tersebut, menurut Asisten Pidana Umum Kejaksaan Tinggi Jatim, Asep Mariono, sudah melalui banyak pertimbangan.

"Salah satunya karena pelaku adalah pendidik yang seharusnya mengarahkan dan mengayomi," katanya dikonfirmasi Selasa (5/11/2019) pagi.

Selain itu, perilaku terdakwa kepada murid-murid binaannya dilakukan dalam waktu cukup lama yakni sepanjang 2017 hingga 2019.

Dan yang lebih mengerikan, kata Asep, dari hasil pendampingan psikologis beberapa korban, ada yang terindikasi akan melakukan hal yang serupa atau menjadi pelaku.

"Semoga tuntutan hukuman kebiri kimia menjadi peringatan bagi masyarakat dan berdampak efek jera kepada pelaku," ujarnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X