Seorang Kakek Diamankan Polisi, Diduga Jadi Otak Pencurian Hewan Ternak

Kompas.com - 05/11/2019, 05:40 WIB
Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung (tengah), saat memperlihatkan barang bukti uang tunai hasil kejahatan RJ kepada awak media. KOMPAS.COM/HAMZAH ARFAHKapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung (tengah), saat memperlihatkan barang bukti uang tunai hasil kejahatan RJ kepada awak media.

LAMONGAN, KOMPAS.com - Pria berinisial RJ (63), warga Desa Payaman, Kecamatan Solokuro, Lamongan, Jawa Timur, diamankan pihak kepolisian, usai diduga menjadi otak pencurian hewan ternak di enam lokasi berbeda yang ada di Lamongan.

Setiap beraksi, RJ dibantu oleh tiga orang yang saat ini sudah diamankan oleh pihak kepolisian Tuban, juga atas kasus pencurian hewan ternak.

Dari laporan yang didapatkan pihak kepolisian dan sudah diakui oleh pelaku, enam lokasi berbeda yang menjadi target pencurian berada di wilayah Lamongan bagian utara, dengan mereka biasa melakukan aksinya pada malam hingga dinihari.

Baca juga: Terdapat 490 Formasi untuk Seleksi CPNS di Lamongan

"Tersangka menjadi aktor intelektual pencurian, karena dia memberitahukan kepada ketiga rekannya lokasi mana saja yang menjadi target pencurian sapi," ujar Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung, dalam rilis pengungkapan kasus di Mapolres Lamongan, Senin (4/11/2019).

"Sementara tiga tersangka lain berinisial RF, SJ, dan ZA, saat ini sedang menjalani penahanan di Polres Tuban, juga atas kasus pencurian sapi," ujar dia.

Polisi masih mengembangkan kasus ini, lantaran ditengarai komplotan pencurian ini sudah beraksi lebih dari enam lokasi seperti yang sudah dilaporkan.

Sementara itu, RJ yang dalam kesempatan sebelumnya juga sempat dihukum penjara atas kasus pencurian serupa, dihadiahi timah panas oleh petugas kepolisian karena hendak melarikan diri saat coba diamankan.

"Kemungkinan besar pelaku ini tidak mencuri di enam TKP (lokasi) saja, untuk itu kami akan melakukan koordinasi dengan Polres Tuban," tutur Feby.

Baca juga: Cerita di Balik Pencurian Emas oleh Menantu, Mertua Simpan Perhiasan di Dalam Kulkas

Dalam kasus ini, RJ akan dijerat dengan Pasal 363 Ayat 1 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara 7 tahun.

Sementara dari tangan pelaku ini polisi juga mengamankan uang senilai Rp 6 juta, yang disinyalir merupakan hasil penjualan enam sapi curian yang berhasil dijual.

"Saya berencana hasilnya (mencuri) buat operasi, karena saya sakit batu ginjal," dalih RJ, ketika ditanya awak media.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selundupkan 6 Warga China Via Laut, Dua Warga Indonesia Diperiksa Polisi

Selundupkan 6 Warga China Via Laut, Dua Warga Indonesia Diperiksa Polisi

Regional
Pemeriksaan Maraton oleh KPK Terkait Kasus Mantan Bupati Mojokerto

Pemeriksaan Maraton oleh KPK Terkait Kasus Mantan Bupati Mojokerto

Regional
Kronologi Bocah 3 Tahun Tewas Dianiaya Ayah Kandungnya karena Rewel Saat Mandi

Kronologi Bocah 3 Tahun Tewas Dianiaya Ayah Kandungnya karena Rewel Saat Mandi

Regional
Menguak Bisnis Pen Gun di Makassar, Fenomena Baru hingga Peluru dari Luar Negeri

Menguak Bisnis Pen Gun di Makassar, Fenomena Baru hingga Peluru dari Luar Negeri

Regional
Mobil Polisi Digembok karena Parkir di Jalan, Ini Penjelasan Polisi

Mobil Polisi Digembok karena Parkir di Jalan, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Pawang yang Digigit King Kobra Disebut Lakukan Ritual Jinakkan Ular, Bukan Atraksi

Pawang yang Digigit King Kobra Disebut Lakukan Ritual Jinakkan Ular, Bukan Atraksi

Regional
Cerita Mahasiswa Indonesia yang Keluar dari China Saat Corona Mulai Mewabah

Cerita Mahasiswa Indonesia yang Keluar dari China Saat Corona Mulai Mewabah

Regional
Bolos Kerja 176 Hari, Ini Sanksi bagi 3 Guru SD dan 1 Pegawai Administrasi SMP di Kudus

Bolos Kerja 176 Hari, Ini Sanksi bagi 3 Guru SD dan 1 Pegawai Administrasi SMP di Kudus

Regional
Cerita Ayah Telepon Putrinya di Wuhan 3 Jam Sekali Hanya untuk Tanya Kabar

Cerita Ayah Telepon Putrinya di Wuhan 3 Jam Sekali Hanya untuk Tanya Kabar

Regional
60 Ternak di Gunungkidul Mati Mendadak Sejak Desember 2019, 6 karena Antraks

60 Ternak di Gunungkidul Mati Mendadak Sejak Desember 2019, 6 karena Antraks

Regional
Balita asal China Masih Diisolasi di RSUD NTB

Balita asal China Masih Diisolasi di RSUD NTB

Regional
Zuhri Pantau Istrinya yang Sedang Selesaikan Program Doktor di Wuhan Lewat Telepon

Zuhri Pantau Istrinya yang Sedang Selesaikan Program Doktor di Wuhan Lewat Telepon

Regional
Begini Nasib Siswi SD yang Diculik dan Dicabuli hingga Hamil 9 Bulan

Begini Nasib Siswi SD yang Diculik dan Dicabuli hingga Hamil 9 Bulan

Regional
Cegah Penyebaran Corona, Pemkab Bantul Pantau Warung Makan yang Sajikan Kelelawar

Cegah Penyebaran Corona, Pemkab Bantul Pantau Warung Makan yang Sajikan Kelelawar

Regional
174 Turis China di Solo Akan Segera Dipulangkan

174 Turis China di Solo Akan Segera Dipulangkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X