Kompas.com - 04/11/2019, 17:35 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Enam pelaku gembos ban di Bandung ditembak polisi karena melawan saat hendak ditangkap.

"Mereka mencoba melawan dan melarikan diri saat kami amankan. Anggota berikan tindakan tegas dan terukur, mereka kami lumpuhkan," ujar Kapolsek Lengkong Kompol Kusna Jefridja, saat rilis penangkapan di Mapolsek Lengkong, Senin (4/11/2019).

Baca juga: 3 Pencuri Bermodus Gembos Ban Ditangkap di NTT, 2 Ditembak

Keenam pelaku berinisial WJ, MP, YI, ME, RP, dan EY.

Penangkapan berawal dari laporan adanya tindak pencurian sejumlah uang.

Ada tiga laporan yang masuk ke polisi, yakni di Jalan Suryalaya, Lengkong, Kota Bandung, pada 7 Oktober 2019; di Jalan Gatot Soebroto; dan di Jalan Talaga Bodas, Kota Bandung.

Dari tiga laporan itu, para pelaku menggasak uang hingga ratusan juta rupiah.

Para pelaku memilih targetnya yang baru saja mengambil uang dari bank.

Untuk melancarkan aksinya, para pelaku pun berbagi peran, ada yang berpura-pura jadi nasabah untuk mengincar korbannya.

Ada yang menunjuk kendaraan yang harus digemboskan bannya, ada yang berperan menggemboskan ban, dan ada pelaku yang menjadi eksekutor mencuri uang di dalam mobil.

Pada aksinya, pelaku membuntuti korbannya yang kendaraannya telah digembosi.

Salah satu pelaku kemudian memberitahu korban bahwa ban kendaraannya kempis. Pemilik yang teralihkan karena melihat ban kendaraannya itu kempis kemudian keluar untuk mengecek.

Saat itulah pelaku menggasak uang di dalam mobil korban.

Berbekal laporan itu, polisi melakukan penyelidikan. Setelah menganalisis rekaman kamera pemantau di daerah sekitar, pelaku berhasil diidentifikasi.

Saat dilakukan penangkapan pada Senin (21/10/2019), dua pelaku yang diketahui berada di Lengkong itu menggunakan kendaraan dan berupaya melarikan diri dengan menabrak anggota polisi.

Lantaran membahayakan, petugas menembak kaki pelaku.

Dari hasil pemeriksaan dua pelaku itu, polisi menangkap empat pelaku lainnya di Terminal Ledeng di Kecamatan Cidadap, Kota Bandung.

Kepada polisi, para pelaku mengaku telah melakukan aksinya sebanyak lima kali dengan modus gembos ban.

Para pelaku dijerat Pasal 363 KUHPidana, dengan ancaman minimal lima tahun penjara.

Baca juga: Baku Tembak, Dua Pelaku Pecah Kaca dan Gembos Ban Mobil Tewas

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.