Pura-pura Terserempet dan Menyamar Jadi Petugas Jalan Tol, Komplotan Ini Rampok Kontainer

Kompas.com - 04/11/2019, 14:54 WIB
Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto memaparkan penangkapan 6 perampok spesialis kontainer di jalan tol pada Senin siang (4/11/2019) di halaman Reskrimim Polda Sumut.  Polisi masih mengejar 11 orang lainnya yang masuk dalam komplotan ini. KOMPAS.COM/DEWANTOROKapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto memaparkan penangkapan 6 perampok spesialis kontainer di jalan tol pada Senin siang (4/11/2019) di halaman Reskrimim Polda Sumut. Polisi masih mengejar 11 orang lainnya yang masuk dalam komplotan ini.

MEDAN, KOMPAS.com - Enam orang mengenakan kaus merah bertuliskan tahanan Polda Sumut dan tangannya diborgol berdiri di halaman Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara pada Senin siang (4/11/2019).

Mereka adalah orang yang sebelumnya menyandera dan membuang korbannya di tengah jalan setelah merampok kontainernya.

Enam orang tersebut bernama Boben Handoko, Topan Hidayat Hasibuan, A Imron Hasibuan, Agam Ramadhani, Yopi Kurnia Chandra, dan Hermansyah.

Keenam orang ini ditangkap oleh polisi secara terpisah pada Jumat (1/11/2019).

Baca juga: Sopir dan Rekannya Gelapkan 30 Ton Gula, Pura-pura Jadi Korban Perampokan

 

Pada Senin (4/11/2019) pagi, Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto dan jajarannya memaparkan penangkapan mereka. 

Agus mengatakan, para pelaku ini beraksi di jalan tol. Modus mereka adalah mengaku petugas di jalan tol dengan alasan terserempet atau dianggap mengganggu lalu lintas di jalan tol. 

"Kemudian kelompok ini melakukan tindakan di luar aturan. Intinya menyaru (menyamar) petugas untuk melakukan kejahatan," katanya.

Dijelaskannya, dalam komplotan ini masih ada 11 orang lagi yang masih dalam pencarian (DPO).

Mereka adalah Samsul, Fajar, Muklis, dan Jefri. Keempat orang ini terkait perampokan truk trado bermuatan minyak goreng di daerah Kuala Tanjung, Jalan Lintas Timur, Batubara.

Kemudian, tujuh orang lain ialah Rony, BIY alias Bembeng alias Ardiansyah Harahap, Putra alias Kampret, Nazarudin, Kalek, Safar, dan Eko Gunawan.

Mereka menjadi DPO terkait perampokan trailer bermuatan susu di tol H Anif. Para pelaku dijerat dengan Pasal 365 Ayat 2 dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.  

"Total kerugian dari kasus yang berhasil diungkap ini ada Rp 2,8 miliar," katanya.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sumut Kombes Andy Ryan mengatakan, dari keenam tersangka yang sudah tertangkap ini, ada dua tersangka yang juga menjadi bagian pelaku kasus perampokan kontainer getah palet pada Februari 2018.

"Modus para pelaku ini, mengaku terserempet dan mengaku sebagai anggota. Dalam aksinya mereka menggunakan diduga senjata api, satu di antara mereka belum tertangkap," katanya. 

Dijelaskannya, saat beraksi, korban, yakni sopir atau kenek, disandera dan diikat menggunakan plakban kemudian dibawa masuk ke mobil tersangka lalu dibuang di suatu tempat. Sementara itu, truk dibawa kabur pelaku. 

Baca juga: Perampokan Tamu Hotel Direncanakan, Pelaku Nyamar Jadi Polisi Bawa Kabur Uang Rp 76 Juta

Andi merinci, dalam kasus perampokan kontainer bermuatan susu, nilai kerugian mencapai Rp 500 juta, sementara minyak goreng, nilai kerugiannya mencapai Rp 800 juta, sedangkan getah palet, nilai kerugiannya mencapai Rp 1,5 miliar. 

"Jadi kami bawa, plakban inilah yang digunakan pelaku mengikat korban lalu dibuang. Saat ini barangnya dititipkan ke pemilik," katanya. 

Andi menambahkan, para pelaku ini sengaja 'bermain' di sekitar jalan tol di wilayah pantai timur. Menurutnya, kenapa laporan polisi (LP) dilakukan di Polda lantaran keadiannya di jalan tol dan lintas wilayah.

"Sebagian wilayah Belawan, Polrestabes (Medan), Deliserdang, Tebingtinggi, dan Serdang Bedagai," katanya.  

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polda Sulut Soft Launching Logo Baru di Gunung Klabat

Polda Sulut Soft Launching Logo Baru di Gunung Klabat

Regional
Kisah 43 Peserta Ekspedisi Wisata Air Terjun Terjebak di Hutan Konawe Utara

Kisah 43 Peserta Ekspedisi Wisata Air Terjun Terjebak di Hutan Konawe Utara

Regional
Kota Ambon Keluar dari Zona Merah Covid-19, Wali Kota Bilang karena Ini

Kota Ambon Keluar dari Zona Merah Covid-19, Wali Kota Bilang karena Ini

Regional
Banjir Landa Sejumlah Desa di Kampar, Listrik Dipadamkan

Banjir Landa Sejumlah Desa di Kampar, Listrik Dipadamkan

Regional
Pasien Corona Lolos di Bandara Pekanbaru, Dinkes Riau Ambil Langkah Ini

Pasien Corona Lolos di Bandara Pekanbaru, Dinkes Riau Ambil Langkah Ini

Regional
Nama Direskrimum Polda Sulsel Dicatut untuk Menipu, Pelaku Beraksi di Dalam Lapas

Nama Direskrimum Polda Sulsel Dicatut untuk Menipu, Pelaku Beraksi di Dalam Lapas

Regional
Detik-detik Suami Peluk Istri yang Hamil 7 Bulan Saat Ditodong Senjata Api oleh Begal

Detik-detik Suami Peluk Istri yang Hamil 7 Bulan Saat Ditodong Senjata Api oleh Begal

Regional
Keluarga yang Ambil Paksa Jenazah Covid-19 di RSUD Mataram Tolak Pakai APD Saat Pemakaman

Keluarga yang Ambil Paksa Jenazah Covid-19 di RSUD Mataram Tolak Pakai APD Saat Pemakaman

Regional
Pemuda Tantang Polisi di Arena Sabung Ayam Ternyata Anak Anggota DPRD Toraja Utara

Pemuda Tantang Polisi di Arena Sabung Ayam Ternyata Anak Anggota DPRD Toraja Utara

Regional
Anaknya Tak Lolos PPDB SMP, Orangtua Kejar dan Cegat Mobil Kadisdik

Anaknya Tak Lolos PPDB SMP, Orangtua Kejar dan Cegat Mobil Kadisdik

Regional
Orangutan Juga Harus Dites Covid-19, Contohnya Maria...

Orangutan Juga Harus Dites Covid-19, Contohnya Maria...

Regional
68 Santri Pondok Gontor Rapid Test, Tiga Reaktif

68 Santri Pondok Gontor Rapid Test, Tiga Reaktif

Regional
Dikeroyok Koalisi Besar di Pilkada Surabaya, PDI-P Tetap Target Menang

Dikeroyok Koalisi Besar di Pilkada Surabaya, PDI-P Tetap Target Menang

Regional
Bupati Gresik: Tegas Bukan Hanya kepada Pemilik Warung, tapi Juga ke Aparatur Pemerintah

Bupati Gresik: Tegas Bukan Hanya kepada Pemilik Warung, tapi Juga ke Aparatur Pemerintah

Regional
ASN di NTT Diduga Hina Kapolsek di Medsos, Ini Akibatnya

ASN di NTT Diduga Hina Kapolsek di Medsos, Ini Akibatnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X