Hasil Panen Padi di Baubau Merosot Tajam akibat Kekeringan

Kompas.com - 03/11/2019, 15:37 WIB
Akibat kekeringan panjang, hasil panen padi gabah kering di Kelurahan Kampeonaho, Kecamatan Bungi, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, merosot hingga 50 persen dari hasil biasanya.  Merosotnya hasil panen ini, disebabkan minimnya suplai air ke sawah yang menyebabkan banyak sawah mengalami kekeringan. DEFRIATNO NEKEAkibat kekeringan panjang, hasil panen padi gabah kering di Kelurahan Kampeonaho, Kecamatan Bungi, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, merosot hingga 50 persen dari hasil biasanya. Merosotnya hasil panen ini, disebabkan minimnya suplai air ke sawah yang menyebabkan banyak sawah mengalami kekeringan.

BAUBAU, KOMPAS.com – Akibat kekeringan panjang, hasil panen padi gabah kering di Kelurahan Kampeonaho, Kecamatan Bungi, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, merosot hingga 50 persen dari hasil biasanya.  

Merosotnya hasil panen ini disebabkan minimnya suplai air yang menyebabkan banyak sawah mengalami kekeringan. 

“Kalau (panen) sekarang, jelas menurun, karena kekeringan. Saya punya padi kayak hangus,” kata seorang petani Kampeonaho, I Nyoman Darya, Minggu (3/11/2019). 


Menurut Darya, banyak sawah mengalami kekeringan, sehingga tanaman padi di lingkungan Kapeonaho dan sekitarnya diserang puso. 

Baca juga: Dijarah Ratusan Monyet, Petani di Kaki Gunung Lawu Gagal Panen

“Kalau musim hujan, biasa panen dalam 1 hektar ada seratus karung tapi sekarang, saya hanya bisa dapat 48 karung saja,” ujarnya. 

Ia berharap, pemerintah daerah bisa membantu petani dengan membuat bendungan saluran irigasi yang baik, sehingga air bisa dapat masuk ke sawah.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian Kota Baubau, Muhamad Rais, kepada sejumlah media mengatakan, pemerintah daerah selalu siap membantu para petani. Namun, jumlah bantuan yang diberikan terbatas.

“Sehingga yang cepat mengusulkan maka akan mendapatkan lebih awal. Olehnya itu, sebaiknya kelompok tani mengusulkan bantuan paling lambat Agustus supaya tidak melewati waktu pembahasan anggaran,” ucap Muhamad Rais. 

Ia menambahkan, bantuan prasarana dan sarana pertanian berasal dari Kementrian Pertanian. Namun pihaknya akan lebih dahulu ke petani untuk mengetahui infrastruktur kebutuhan para petani.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X