Kisah Valeria Panu Rawat Anak Sulungnya yang Terpasung di Pedalaman Manggarai Timur

Kompas.com - 03/11/2019, 15:26 WIB
Mama Valeria Panu (62) sedang membawa sepiring nasi bagi anaknya di Pondoknya di Kampung Gulung, Desa Pong Ruan, Kec. Kota Komba, Kab. Manggarai Timur, Flores, NTT, Jumat, (1/11/2019). (KOMPAS.com/MARKUS MAKUR)

Gambar 02
Maximilianus Bombang (41) yang di pasung di pondoknya di Kampung Gulung, Desa Pong Ruan, Kec. Kota Komba, Kab. Manggarai Timur, Flores, NTT, Jumat, (1/11/2019). (KOMPAS.com/MARKUS MAKUR) KOMPAS.COM/MARKUS MAKURMama Valeria Panu (62) sedang membawa sepiring nasi bagi anaknya di Pondoknya di Kampung Gulung, Desa Pong Ruan, Kec. Kota Komba, Kab. Manggarai Timur, Flores, NTT, Jumat, (1/11/2019). (KOMPAS.com/MARKUS MAKUR) Gambar 02 Maximilianus Bombang (41) yang di pasung di pondoknya di Kampung Gulung, Desa Pong Ruan, Kec. Kota Komba, Kab. Manggarai Timur, Flores, NTT, Jumat, (1/11/2019). (KOMPAS.com/MARKUS MAKUR)

BORONG, KOMPAS.com - Valeria Panu (62), seorang ibu di Kampung Gulung, Desa Pong Ruan, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, Nusa Tenggara Timur, merawat anak sulungnya, Maximilianus Bombang (41) yang di pasung selama 10 tahun di pedalaman Manggarai Timur, Jumat, (1/11/2019).

Valeria mengaku bahwa anak sulungnya menderita gangguan jiwa.

Bombang, sulung dari lima bersaudara ini mengalami gangguan jiwa pada 2004 lalu, ia mengamuk sekaligus melempari rumah sendiri dan tetangga di kampungnya.

Baca juga: Siapa Sangka IS Pernah Dipasung Belasan Tahun Sebelum Dikenal sebagai Wawan Game

Pada 2004, kondisi Bombang belum begitu parah. Namun, pada 2006, kondisinya semakin di luar kendali, sehingga keluarga bersama warga kampung berinisiatif memasungnya di sebuah tanah kosong yang tak jauh dari rumah orangtua.

"Sejak di pasung 2006 itu, setiap pagi, siang dan malam, saya dengan penuh kesabaran membawa makanan, minum dan keperluan lainnya," kisah Valeria kepada KOMPAS.com, Jumat, (1/11/2019) malam.

Lulus tes seminari

Valeria menceritakan, anak sulungnya pernah mengikuti seleksi masuk Seminari Pius XII Kisol dan dinyatakan lulus. Namun, Bombang tidak bisa bersekolah di sana karena ketiadaan uang untuk membiayai masuk seminari tersebut.

Akhirnya anaknya masuk di sekolah menengah pertama di Manggarai Timur hingga masuk di SMA Katolik Pancasila Borong hingga lulus pada 1997.

Setelah lulus SMA, lagi-lagi keluarga tak memiliki uang untuk membiayai Bombang kuliah. Bombang akhirnya merantau ke Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Baca juga: Depresi karena Gagal Menikah, Seorang Perempuan Dipasung

"Anak saya sebagaimana diceritakan guru SD Katolik Gulung tergolong cerdas, hingga lulus tes masuk Seminari Pius XII Kisol. Saya juga dengar bahwa anak saya sempat tes polisi di Mataram dan lulus, namun tidak kanjut hingga Ia kembali ke kampung," kisah Valeria.

Sepulang dari Mataram, Bombang kembali ke kampung halamannya sebelum akhirnya memutuskan merantau di negeri orang, Malaysia.

Titik balik Bombang terjadi ketika ia pulang dari Malaysia. Valerie menyebutkan bahwa anaknya mulai mengalami sakit gangguan jiwa.

Bombang bahkan mendapat perawatan kejiwaan.

Valeria menjelaskan, Bruder Gordi dari Panti Renceng Mose Ruteng sempat memberikan obat selama satu bulan pada 2006.

Baca juga: Berkat Telur Asin, Penderita Gangguan Jiwa Bisa Berdaya, Tak Lagi Dipasung

Kondisi Bombang sempat membaik ketika rutin minum obat. Namun, Bombang kembali "kumat" kala obat yang dikonsumsinya habis.

Valeria mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada petugas kesehatan yang mengunjung dan memberikan pelayanan kesehatan kepada Bombang.

"Kami keluarga pernah satu kali berobat di orang pintar atau dukun, namun tak kunjung sembuh," jelasnya.

Valeria berharap, pemerintah harus hadir untuk memberikan pelayanan medis bagi anak sulungnya yang sedang di pasung di pondoknya.

Valeria Panu butuh bantuan

Valeria Panu mengaku membutuhkan bantuan untuk membeli obat atau membawa Bombang ke Panti Renceng Mose Ruteng demi membebaskan sang putra sulung dari pasungnya.

"Saya juga setiap saat berdoa agar ada orang yang berbaik hati untuk memulihkan derita anak sulung saya ini agar bebas dari pasung," katanya.

"Ketika anak sulung dipasung, saya sebagai mamanya sangat menderita melihat dan merasakan jeritan sakit yang dialaminya. Kiranya ada yang menolong agar anak saya bebas dari pasung dan pulih dari gangguan jiwanya," sambung Valeria.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Eks Sandera Abu Sayyaf, Sering Dimarahi dan Dipukul dengan Senjata

Cerita Eks Sandera Abu Sayyaf, Sering Dimarahi dan Dipukul dengan Senjata

Regional
Begini Cara Pemprov Riau Cegah Masuknya Virus Corona

Begini Cara Pemprov Riau Cegah Masuknya Virus Corona

Regional
Saat Jokowi Tertawa Mendengar Sertifikat Tanah Ingin Digadai untuk Jual Es Degan

Saat Jokowi Tertawa Mendengar Sertifikat Tanah Ingin Digadai untuk Jual Es Degan

Regional
Pemkot Semarang Targetkan Seluruh Bidang Tanah Bersertifikat pada 2021

Pemkot Semarang Targetkan Seluruh Bidang Tanah Bersertifikat pada 2021

Regional
Balita Warga China di Ruang Isolasi RSUD NTB Bukan Suspect Virus Corona

Balita Warga China di Ruang Isolasi RSUD NTB Bukan Suspect Virus Corona

Regional
Hoaks, Pasien Terkena Virus Corona Dirawat di RSUD Moewardi Solo, Dokter: Kami Pantau Kena Bronkitis Akut

Hoaks, Pasien Terkena Virus Corona Dirawat di RSUD Moewardi Solo, Dokter: Kami Pantau Kena Bronkitis Akut

Regional
Sultan HB X Tak Bisa Larang Turis asal China Berwisata ke DIY

Sultan HB X Tak Bisa Larang Turis asal China Berwisata ke DIY

Regional
Mayat Perempuan Berseragam Pramuka di Tasikmalaya Pernah Dilaporkan Hilang

Mayat Perempuan Berseragam Pramuka di Tasikmalaya Pernah Dilaporkan Hilang

Regional
Diduga Terinfeksi Virus Corona, WN China di Cilacap Diobservasi

Diduga Terinfeksi Virus Corona, WN China di Cilacap Diobservasi

Regional
Terkait Virus Corona, 235 WN China Dipulangkan dari Batam

Terkait Virus Corona, 235 WN China Dipulangkan dari Batam

Regional
RSBP Batam Siagakan 7 Ruangan Isolasi untuk Pasien Virus Corona

RSBP Batam Siagakan 7 Ruangan Isolasi untuk Pasien Virus Corona

Regional
RSUD Dr Moewardi Solo Siapkan 2 Ruangan Isolasi Khusus Tangani Pasien Terindikasi Virus Corona

RSUD Dr Moewardi Solo Siapkan 2 Ruangan Isolasi Khusus Tangani Pasien Terindikasi Virus Corona

Regional
Gubernur Edy Rahmayadi Sebut Ada Warga Sumut Masih Berada di Wuhan China

Gubernur Edy Rahmayadi Sebut Ada Warga Sumut Masih Berada di Wuhan China

Regional
Antisipasi Virus Corona, RSMH Palembang Siagakan 2 Ruang Isolasi

Antisipasi Virus Corona, RSMH Palembang Siagakan 2 Ruang Isolasi

Regional
Cerita Ratu Keraton Agung Sejagat di Lapas, Dibully Sesama Penghuni hingga Ingin Ajarkan Make Up

Cerita Ratu Keraton Agung Sejagat di Lapas, Dibully Sesama Penghuni hingga Ingin Ajarkan Make Up

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X