Meski Dapat 444 Formasi CPNS, Pemkab Bojonegoro Sebut Belum Sesuai Harapan

Kompas.com - 02/11/2019, 08:34 WIB
Ilustrasi rekrutmen CPNS: Para peserta seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil Kementerian Keuangan mengikuti ujian kompetensi dasar di Gedung Maria Convention Hall, Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (18/10/2017). KOMPAS/RADITYA HELABUMIIlustrasi rekrutmen CPNS: Para peserta seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil Kementerian Keuangan mengikuti ujian kompetensi dasar di Gedung Maria Convention Hall, Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (18/10/2017).

BOJONEGORO, KOMPAS.com - Sama dengan beberapa daerah lain di Indonesia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, juga sudah menerima formasi untuk seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil ( CPNS) 2019 dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

Dalam surat edaran resmi yang sudah diterima oleh Pemkab setempat, diketahui bahwa untuk seleksi CPNS kali ini Kabupaten Bojonegoro mendapat sebanyak 444 formasi.

Ketentuan tersebut dianggap belum memenuhi harapan Pemkab Bojonegoro, sehingga mereka sedang berupaya untuk bernegoisasi atas keputusan tersebut.

Baca juga: Kemenkumham Buka 3.532 Formasi CPNS 2019 untuk Lulusan SMA, Ini Perinciannya...

"Untuk surat edaran memang sudah kami terima, ada sebanyak 444 formasi. Hanya untuk rincian, ini yang masih coba kami koordinasikan dengan pihak KemenPAN-RB, sebab ada beberapa poin yang kami anggap kurang sesuai dengan apa yang diharapkan oleh Ibu Bupati," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Pemkab Bojonegoro, M Aan Syahbana, saat dihubungi Kompas.com, Jumat (1/11/2019).

"Komposisinya memang sudah ada, tapi kami coba mengajukan revisi perubahan. Revisi inilah yang sedang kami tunggu, sebab belum ada keputusan dari pihak KemenPAN-RB," ucap dia.

Aan menjelaskan, pihaknya sudah berkirim surat resmi kepada KemenPAN-RB terkait usulan tersebut.

Baca juga: Pemkab Tuban Dapat 349 Formasi CPNS 2019

Namun, hingga saat ini, pihaknya belum mendapat kabar kejelasan dari pihak yang berwenang dalam hal ini, yakni KemenPAN-RB.

"Tapi kan tanggal 11 November sudah mulai pendaftaran, jadi kita akan coba menunggu hingga pekan depan. Semoga akan segera ada kejelasan, sebab kabarnya masih dalam tahap pembahasan di kementerian," kata dia.

Pihaknya berharap akan mendapat revisi atau tambahan di beberapa formasi yang dianggap cukup dibutuhkan oleh Pemkab Bojonegoro dalam memajukan daerahnya, seperti tenaga teknis dan IT.

Baca juga: Ini Dia, Kisi-kisi Resmi 3 Tes SKD CPNS 2019 Berdasarkan PermenPANRB

"Untuk rincian sementara, paling banyak itu tenaga pendidikan dan kesehatan. Tapi kami menginginkan, tenaga teknis dan IT itu bisa ditambah, sebab kami cukup perlu tambahan di situ, lebih-lebih tenaga IT," pungkasnya.

Sesuai dengan surat edaran resmi KemenPAN-RB, untuk proses pendaftaran direncanakan bakal mulai dilaksanakan pada 11 November 2019 secara online.

Sementara Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) direncanakan berlangsung pada Februari 2020, dan Seleksi Kemampuan Bidang (SKB) pada Maret 2020.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Potret Sekolah Reot di Ujung Negeri Disulap Permanen oleh Para Serdadu

Potret Sekolah Reot di Ujung Negeri Disulap Permanen oleh Para Serdadu

Regional
Danau Tiga Warna Kembali Dibuka, Wisatawan Diminta Patuhi Protokol Kesehatan

Danau Tiga Warna Kembali Dibuka, Wisatawan Diminta Patuhi Protokol Kesehatan

Regional
15 Jam Mengapung di Lautan Pakai Jeriken, 2 ABK Diselamatkan Tim SAR, Ini Ceritanya

15 Jam Mengapung di Lautan Pakai Jeriken, 2 ABK Diselamatkan Tim SAR, Ini Ceritanya

Regional
Pemuda di Yogyakarta Sulap Saluran Irigasi Jadi Tempat Budi Daya Ikan

Pemuda di Yogyakarta Sulap Saluran Irigasi Jadi Tempat Budi Daya Ikan

Regional
Kisah Perawat Terpapar Covid-19, Isolasi 4 Bulan dan Fitnes Saat Bosan, Sembuh Setelah 11 Kali Test Swab

Kisah Perawat Terpapar Covid-19, Isolasi 4 Bulan dan Fitnes Saat Bosan, Sembuh Setelah 11 Kali Test Swab

Regional
Ayah Cabuli Anak Tiri, Diduga Paksa Korban Menikah Tutupi Aib dan Ancam Ceraikan Istri

Ayah Cabuli Anak Tiri, Diduga Paksa Korban Menikah Tutupi Aib dan Ancam Ceraikan Istri

Regional
Cerita MTs Lubuk Kilangan, Sekolah Gratis yang Luluskan 100 Persen Siswa di SMA Negeri

Cerita MTs Lubuk Kilangan, Sekolah Gratis yang Luluskan 100 Persen Siswa di SMA Negeri

Regional
Puluhan Pengungsi Rohingya Dipindahkan ke BLK Lhokseumawe

Puluhan Pengungsi Rohingya Dipindahkan ke BLK Lhokseumawe

Regional
Fakta 37 Pasangan ABG Terjaring Razia di Hotel, Berawal dari Laporan Masyarakat, Diduga Hendak Pesta Seks

Fakta 37 Pasangan ABG Terjaring Razia di Hotel, Berawal dari Laporan Masyarakat, Diduga Hendak Pesta Seks

Regional
Jenazah Positif Corona Dimakamkan Tanpa Protokol Covid-19, 209 Orang Tes Swab Massal

Jenazah Positif Corona Dimakamkan Tanpa Protokol Covid-19, 209 Orang Tes Swab Massal

Regional
Terombang-ambing 15 Jam, 2 ABK KM Ismail Jaya Ditemukan Selamat

Terombang-ambing 15 Jam, 2 ABK KM Ismail Jaya Ditemukan Selamat

Regional
Cabuli Anak Tiri Selama 2 Tahun, Ayah di Pinrang Nikahkan Korban dengan Penyandang Disabilitas, Ini Motifnya

Cabuli Anak Tiri Selama 2 Tahun, Ayah di Pinrang Nikahkan Korban dengan Penyandang Disabilitas, Ini Motifnya

Regional
Terbawa Arus Sungai Usai Mendaki Gunung Tambusisi, Anggota Mapala Untad Meninggal

Terbawa Arus Sungai Usai Mendaki Gunung Tambusisi, Anggota Mapala Untad Meninggal

Regional
Gadis di Bawah Umur Dicabuli Ayah Tiri 2 Tahun, Lalu Dinikahkan, Diduga untuk Tutupi Aib

Gadis di Bawah Umur Dicabuli Ayah Tiri 2 Tahun, Lalu Dinikahkan, Diduga untuk Tutupi Aib

Regional
Pelaku Pembunuhan Perempuan Muda di Palembang Sempat Cabuli Mayat Korban

Pelaku Pembunuhan Perempuan Muda di Palembang Sempat Cabuli Mayat Korban

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X