Warung Tataliasih Polres Sumedang, Pinjaman Modal dengan Dibayar Sedekah

Kompas.com - 01/11/2019, 12:38 WIB
Salah satu Warung Tataliasih binaan anggota Bhabinkamtibmas Polsek Tanjungkerta, Sumedang, Jawa Barat yang maju dan berkembang, Rabu (3/7/2019). AAM AMINULLAH/KOMPAS.com Aam AminullahSalah satu Warung Tataliasih binaan anggota Bhabinkamtibmas Polsek Tanjungkerta, Sumedang, Jawa Barat yang maju dan berkembang, Rabu (3/7/2019). AAM AMINULLAH/KOMPAS.com

SUMEDANG, KOMPAS.com - Ade (40), pemilik warung di Kecamatan Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, mengaku senang karena sekarang ia sudah terbebas dari jeratan rentenir.

Sebelumnya, kata Ade, karena terkendala masalah permodalan ia kerap meminjam uang dari bank keliling alias rentenir.

Bukannya bertambah, modal hasil pinjaman dari rentenir ini malah membuatnya terjerat dalam utang.

Barang dagangan di warungnya pun, dari hari ke hari makin berkurang, sedangkan modal yang dipinjam juga habis.


"Tak sanggup bayar bunganya, telat sehari nambah besar bunganya. Dulu awalnya hanya nyoba karena memang terlilit kebutuhan," keluh Ade berbagi pengalaman pahitnya karena terlilit jeratan rentenir di kantor Kecamatan Cimalaka, Jumat (1/11/2019) pagi.

Baca juga: 2 Penjual Tahu Sumedang Tewas Ditabrak Truk Semen, Sopir Kabur

Tapi, kata Ade, usaha warung kecilnya perlahan bangkit dari keterpurukan setelah ia menerima bantuan modal dari program Warung Tataliasih Polres Sumedang dan Baznas Sumedang.

Delapan bulan setelah menerima bantuan sekitar Rp 1,5 juta dari program tersebut, warung kecilnya bisa hidup kembali dan mampu mampu melunasi semua utang-utangnya kepada rentenir.

"Sekarang sudah tidak pinjam lagi ke rentenir. Saya sudah kapok, gak mau lagi. Alhamdulillah ini berkat bantuan program Tataliasih. Selain bisa lepas dari rentenir, sekarang, tiap seminggu sekali, sebagian hasil dari penjualan di warung saya ini bisa saya sedekahkan kepada jompo atau anak yatim di sekitar warung saya," tutur Ade.

Sementara itu, Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo mengatakan, kondisi Ade merupakan potret ekonomi di Kabupaten Sumedang.

Ade adalah satu dari ratusan pemilik warung di wilayah pedesaan di Sumedang yang terjerat dan hidup dalam serba kekurangan akibat ulah rentenir.

Program Warung Tataliasih sendiri, kata Hartoyo, digagas untuk membantu mengangkat perekonomian warga, khususnya pemilik warung kecil di Kabupaten Sumedang.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X