Kasus Ijazah Bodong Kampus Harapan Palembang, Mahasiswa Mengaku Rugi Puluhan Juta

Kompas.com - 01/11/2019, 11:50 WIB
Polda Sumsel melakukan konferensi pers terkait kasus ijazah bodong yang dikeluarkan oleh Perguruan Tinggi Harapan Palembang, Kamis (31/10/2019). Dalam kasus tersebut,  SS yang merupakan Pembina Yayasan dan MS selaku ketua yayasan ditangkap petugas. KOMPAS.COM/AJI YULIANTO KASRIADI PUTRAPolda Sumsel melakukan konferensi pers terkait kasus ijazah bodong yang dikeluarkan oleh Perguruan Tinggi Harapan Palembang, Kamis (31/10/2019). Dalam kasus tersebut, SS yang merupakan Pembina Yayasan dan MS selaku ketua yayasan ditangkap petugas.

KOMPAS.com - Kasus ijazah palsu alias bodong berhasil diungkap oleh tim penyidik jajaran Polisi Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel).

Polisi menangkap SS, yang merupakan Pembina Yayasan Perguruan Tinggi Harapan Palembang, dan MS, selaku ketua yayasan. Keduanya juga diketahui merupakan pasangan suami istri. 

Akibat ijazah bodong yang dibuat para terduga pelaku, 64 mahasiswa angkatan periode 2014-2017 menjadi korban.

"Akibat ada 64 mahasiwa angkatan periode 2014-2017 yang menjadi korban karena ijazah mereka tidak terdaftar di Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi. Kemungkinan jumlah korban lebih banyak lagi karena izin perguruan tinggi ini telah habis sejak 2009," kata Dirkrimum Polda Sumsel Kombes Pol Yustan Alpiani saat konferensi persi, Kamis (31/10/2019).

Awal mula kasus terungkap

Menurut keterangan polisi, kasus tersebut terungkap setelah salah satu korban, Mulyadi, yang melaporkan ke Polda Sumsel terkait ijazahnya yang ternyata tidak terdaftar di Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi.

"Selama kuliah tidak ada hal yang mecurigakan. Dosen juga mengajar seperti biasa ketika hendak mendaftar kerja saya baru tahu kalau ijaazah ini tidak terdaftar," kata Mulyadi.

Akibat kejadian itu, Mulyadi mengaku mengalami kerugian Rp 50 Juta. Selain itu, waktu tiga tahun menjalani masa kuliah menjadi sia-sia karena ijazahnya itu tidak dapat digunakan.

"Hanya ijazah SMA sekarang yang bisa saya gunakan," ujar dia.

Pelaku adalah pasangan suami istri

Dari hasil penyelidikan polisi, Perguruan Tinggi Harapan Palembang dibuka sejak tahun 1998 dan habis izin pendirian perguruan tinggi sampai tahun 2000.

Sementara itu, untuk izin program studi telah habis pada tahun 2009.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Partai Gelora Klaim Sudah Punya Pengurus di 500 Kecamatan di Jabar

Partai Gelora Klaim Sudah Punya Pengurus di 500 Kecamatan di Jabar

Regional
Keracunan Massal Usai Muludan di Sukabumi, Warga Santap Gudeg hingga Sambal

Keracunan Massal Usai Muludan di Sukabumi, Warga Santap Gudeg hingga Sambal

Regional
Gagal Panen, Pasokan Ikan Air Tawar di Pasar Tradisional Cianjur Menurun

Gagal Panen, Pasokan Ikan Air Tawar di Pasar Tradisional Cianjur Menurun

Regional
Mobil Mercy Tabrak Belakang Truk Brimob, Sopir Tewas, 2 Luka

Mobil Mercy Tabrak Belakang Truk Brimob, Sopir Tewas, 2 Luka

Regional
Banjir di Sumbar, 327 Rumah Warga Tergenang, Satu Bocah Tewas

Banjir di Sumbar, 327 Rumah Warga Tergenang, Satu Bocah Tewas

Regional
Usai Makan Ikan, 1 Warga Tewas, 5 Dirawat di Rumah Sakit

Usai Makan Ikan, 1 Warga Tewas, 5 Dirawat di Rumah Sakit

Regional
Cerita Ones, Guru Pedalaman Papua Dapat Beasiswa di Rusia, Ingin Bangun Sekolah di Kampung Halaman

Cerita Ones, Guru Pedalaman Papua Dapat Beasiswa di Rusia, Ingin Bangun Sekolah di Kampung Halaman

Regional
Susul Aceh dan NTB, Bank Nagari Jadi BPD Syariah Ketiga di Indonesia

Susul Aceh dan NTB, Bank Nagari Jadi BPD Syariah Ketiga di Indonesia

Regional
Kawah Gunung Karangetang Terus Keluarkan Lava, Warga Diimbau Tak Mendekat

Kawah Gunung Karangetang Terus Keluarkan Lava, Warga Diimbau Tak Mendekat

Regional
Penipuan Umrah di Banyumas, Dijanjikan Berangkat Gratis hingga Investasi Benda Antik

Penipuan Umrah di Banyumas, Dijanjikan Berangkat Gratis hingga Investasi Benda Antik

Regional
Jatuh dari Motor, Pria Ini Tewas Tertabrak Mobil

Jatuh dari Motor, Pria Ini Tewas Tertabrak Mobil

Regional
Segel Kantor DLH Kota Parepare Akhirnya Dibuka

Segel Kantor DLH Kota Parepare Akhirnya Dibuka

Regional
Setelah Mengaku Hamil, Mahasiswi UIN Alauddin Makassar Dibunuh Kekasih

Setelah Mengaku Hamil, Mahasiswi UIN Alauddin Makassar Dibunuh Kekasih

Regional
Partai Gelora Klaim sebagai Partai Islam Nasionalis

Partai Gelora Klaim sebagai Partai Islam Nasionalis

Regional
Diselundupkan dari Malaysia, 4 Anak Singa, 1 Leopard, dan 58 Kura-kura Dimasukkan dalam Kotak

Diselundupkan dari Malaysia, 4 Anak Singa, 1 Leopard, dan 58 Kura-kura Dimasukkan dalam Kotak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X