Perempuan Ini Sumpal Mulut Bayi yang Baru Dilahirkan dan Menaruhnya di Lemari

Kompas.com - 01/11/2019, 10:25 WIB
Ilustrasi bayi ShutterstockIlustrasi bayi

UNGARAN, KOMPAS.com - Seorang pekerja pabrik tega menyumpal mulut bayi yang baru dilahirkannya dan menaruh dalam kardus di lemari.

Akibatnya, bocah malang tak berdosa tersebut meninggal dunia.

Kasubbag Humas Polres Semarang Iptu Budi Supraptono mengatakan, pelaku bernama FS (18) warga Purworejo yang kos di Jalan Melati Baru II Karang Wetan, Kelurahan Genuk, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang.

"Kejadian ini terungkap berkat laporan dokter jaga di RSUD Ungaran," jelasnya, Jumat (1/11/2019).

Baca juga: Mahasiswa KKN Temukan Bayi Dibuang di Kebun Bambu

Budi mengatakan, pada Kamis (31/10/2019) dokter Vera yang tugas jaga di RSUD Ungaran mendapat rujukan pasien dari poliklinik salah satu pabrik di Ungaran.

"Saat itu pasien mengalami pendarahan, setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut ternyata ada bekas air ketuban dan sobekan di kelaminnya," jelas Budi.

Karena kondisinya tersebut, FS yang didampingi kakaknya, Desy Purwitasari, diminta berkata jujur. FS mengatakan telah melahirkan seorang bayi yang kemudian ditaruh di lemari.

Mendengar pengakuan tersebut, Desy kemudian menuju kos adiknya untuk mengambil bayi tersebut.

"Sesampainya di kamar kos, ternyata ada bercak darah di lantai. Bayi dalam lemari itu sudah kaku dan mulutnya ada sumpalan kain," jelas Budi.

Dari pengakuan FS, lanjut Budi, pada Kamis (31/10/2019) sekira pukul 02.00, dia mengalami kontraksi. Selanjutnya pukul 05.00, dia ke kamar mandi dan melahirkan bayi berjenis kelamin perempuan.

"Setelah bayi itu lahir, beserta ari-arinya dimasukkan ke dalam kardus, mulutnya disumpal tisu dan dikasih kain-kain kemudian dimasukkan ke lemari," paparnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X