Cerita Warga Pedalaman Ende Cari Sinyal Harus Jalan Kaki 1 Km

Kompas.com - 01/11/2019, 08:16 WIB
Foto : Kepala Desa Desa Detuwulu, Kecamatan Marole, Kabupaten Ende, Flores, NTT, Donbosko Kami saat diwawancara Kompas.com, Kamis (31/10/2019) KOMPAS.COM/NANSIANUS TARISFoto : Kepala Desa Desa Detuwulu, Kecamatan Marole, Kabupaten Ende, Flores, NTT, Donbosko Kami saat diwawancara Kompas.com, Kamis (31/10/2019)

 

ENDE, KOMPAS.com-Warga Desa Detuwulu, Kecamatan Marole, Kabupaten Ende, Flores, NTT hingga kini belum menikmati jaringan telepon. 

Jika hendak menelepon ke luar, warga harus berjalan kaki sejauh 1 kilometer menuju tempat yang dapat sinyal telepon.

Kepala Desa Detuwulu Donbosko Kami mengatakan, hingga saat ini desanya masih sangat terisolasi karena tidak ada sinyal telepon. 

Ia mengaku sangat susah memeroleh informasi setiap ada pemberitahuan penting dari dinas. 

Baca juga: Sebelas Pulau Terluar Kini Terjangkau Sinyal Telepon Seluler

Kadang kala, informasi kegiatan yang diselenggarakan mendadak di kecamatan dan kabupaten jarang tidak ikut karena lambat dapat informasi. 

"Pak Presiden tolong, kami di sini sangat susah sinyal. Kami sangat membutuhkan sinyal telepon pak. Tolong merdekakan kami dari keterisolasian," ungkap Donbosko kepada Kompas.com, di kota Ende, Kamis (31/10/2019). 

Ia mengatakan, di desanya itu banyak fasilitas umum seperti sekolah, puskesmas, dan kantor desa yang sangat membutuhkan sinyal untuk menginput data. 

Baca juga: Di Desa Terpencil Ini, Umat Beragama Hidup Berdampingan, Gotong Royong Membangun Tempat Ibadah

Ia mengaku, warga sangat merindukan sinyal masuk desa itu agar bisa berkomunikasi dengan sanak keluarga dan berselancar di media sosial. 

"Warga desa saya itu kalau mau telepon harus jalan kaki 1 kilometer. Sekarang kan zamannya internet, kami sangat rindu bisa online di rumah tanpa harus jalan kaki," ungkap Donbosko.

Desa Detuwulu merupakan salah satu terpencil di Kabupaten Ende, Flores, NTT. 

Jaraknya 74 kilometer dari Kota Ende, ibukota Kabupaten Ende.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X