Setelah Mantan Kadin Peternakan Blora, Giliran Mantan Sekdin yang Ditahan atas Dugaan Korupsi

Kompas.com - 31/10/2019, 18:17 WIB
Mantan Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blora, Karsimin saat hendak digelandang menuju mobil tahanan di Kejati Jateng, Kamis (31/10/2019). Dokumen Kejati JatengMantan Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blora, Karsimin saat hendak digelandang menuju mobil tahanan di Kejati Jateng, Kamis (31/10/2019).

BLORA, KOMPAS.com - Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah kini menahan mantan Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blora, Karsimin terkait dugaan korupsi program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) tahun 2017.

Sebelumnya, Kejati menahan  mantan Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blora Wahyu Agustini atas kasus yang sama.

Karsimin terlihat hanya menunduk saat digelandang menuju ke mobil tahanan.

Asisten Pidana Khusus Kejati Jateng, I Ketut Sumedana membenarkan perihal penahanan Karsimin atas dugaan korupsi tersebut.

Sebelum dilakukan penahanan, Karsimin sudah terlebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka pada Senin, (14/10/2018)

"Benar, setelah sebelumnya kita tahan mantan Kadinas Peternakan Blora, hari ini kita lakukan penahanan selama 20 hari ke depan terhadap K yang tak lain mantan Sekretaris Dinas Peternakan Blora," kata I Ketut Sumedana saat dihubungi Kompas.com melalui ponsel, Kamis, (31/10/2019).

Baca juga: Perceraian Gaib, Penyebab Banyak Istri Gugat Suami di Blora

Dijelaskan Ketut, Karsimin dalam perkara tersebut diduga ikut berperan mengumpulkan dan berinisiatif memotong bersama-sama anggaran pelaksanaan Upsus Siwab dengan Wahyu.

Karsimin dijerat dengan Pasal 2, 3 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman hukuman 20 tahun.

"Persoalannya, Karsimin juga ikut serta dalam hal mengumpulkan uang. Karsimin berinisiatif melakukan pemotongan bersama Wahyu Agustini dan membagikan serta menggunakan uang tersebut di luar kegiatan Upsus Siwab," ujar dia.

Dari perkembangan kasus tersebut, Pidsus Kejati Jateng telah menetapkan dan melakukan penahanan atas dua orang tersangka yakni mantan Kepala Dinas dan mantan Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blora.

"Rencananya kita akan P21 pada pekan depan. Mudah-mudahan juga kita lakukan tahap II. Kalau sudah tahap II biasanya satu minggu kemudian kita lakukan pelimpahan di pengadilan. Dakwaannya juga sudah siap semua kok," ungkap dia.

Untuk diketahui, Upsus Siwab adalah salah satu program yang dicanangkan Kementerian Pertanian untuk mengakselerasi percepatan target pemenuhan populasi sapi potong dalam negeri.

Kedua tersangka diduga telah memotong dana program Inseminasi Buatan (IB), program Identifikasi serta Program Pemeriksaan Kebuntingan dalam pelaksanaan program upsus siwab tahun 2017 dan 2018.

Dari hasil serangkaian pemeriksaan, kerugian negara yang semula diperkirakan mencapai Rp 670 juta, ternyata meningkat menjadi Rp 2 miliar.

Baca juga: Rugikan Negara 2 Miliar, Mantan Kadis Peternakan Blora Menangis Ditahan

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bukannya Kabur Saat Dipergoki Polisi, Belasan Pembalak Liar Malah Santai

Bukannya Kabur Saat Dipergoki Polisi, Belasan Pembalak Liar Malah Santai

Regional
120 Boks Masker di Dinkes Cilegon Hilang Dicuri, Pelakunya PNS dan Honorer di Dinkes

120 Boks Masker di Dinkes Cilegon Hilang Dicuri, Pelakunya PNS dan Honorer di Dinkes

Regional
Saat Akan Ditangkap, Pelaku Ini Kelabui Polisi dengan Alasan Buang Air Kecil Lalu Melarikan Diri

Saat Akan Ditangkap, Pelaku Ini Kelabui Polisi dengan Alasan Buang Air Kecil Lalu Melarikan Diri

Regional
Enam Bulan Diselidiki,  Kapal Pengangkut Kayu Ilegal Berhasil Ditangkap di Riau

Enam Bulan Diselidiki, Kapal Pengangkut Kayu Ilegal Berhasil Ditangkap di Riau

Regional
Update Tracing Pelatihan Petugas Haji di Surabaya: 11 Orang Positif Covid-19, 1 Meninggal

Update Tracing Pelatihan Petugas Haji di Surabaya: 11 Orang Positif Covid-19, 1 Meninggal

Regional
Elemen Sipil Sebut Jam Malam Timbulkan Trauma Masa Konflik Aceh

Elemen Sipil Sebut Jam Malam Timbulkan Trauma Masa Konflik Aceh

Regional
Tiba di Solo, Pemudik Dijemput Bus Menuju Tempat Karantina

Tiba di Solo, Pemudik Dijemput Bus Menuju Tempat Karantina

Regional
Kronologi Puluhan Warga Kampung Hadang Polisi Setelah Pergoki Belasan Pembalak Liar

Kronologi Puluhan Warga Kampung Hadang Polisi Setelah Pergoki Belasan Pembalak Liar

Regional
Komunitas Kopi Jabar Bagikan 1.000 Botol Kopi ke Tenaga Medis Covid-19

Komunitas Kopi Jabar Bagikan 1.000 Botol Kopi ke Tenaga Medis Covid-19

Regional
Data Covid-19 Pemprov Sumbar Beda dengan Nasional

Data Covid-19 Pemprov Sumbar Beda dengan Nasional

Regional
Wali Kota Tasikmalaya Larang RW Tarik Pungutan Semprot Disinfektan ke Warga

Wali Kota Tasikmalaya Larang RW Tarik Pungutan Semprot Disinfektan ke Warga

Regional
Kesal Tak Diberi Uang untuk Beli Motor, Pemuda di Cianjur Bakar Rumah Orangtuanya

Kesal Tak Diberi Uang untuk Beli Motor, Pemuda di Cianjur Bakar Rumah Orangtuanya

Regional
Bantah Nikahi Anak 7 Tahun, Syekh Puji: Ada Skenario Permintaan Uang Rp 35 M dan Ancaman

Bantah Nikahi Anak 7 Tahun, Syekh Puji: Ada Skenario Permintaan Uang Rp 35 M dan Ancaman

Regional
Pergoki Pembalak Liar, Polisi Malah Dihadang Puluhan Warga Kampung

Pergoki Pembalak Liar, Polisi Malah Dihadang Puluhan Warga Kampung

Regional
65 Napi di Nusakambangan Dibebaskan akibat Wabah Corona

65 Napi di Nusakambangan Dibebaskan akibat Wabah Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X