OTT Wali Kota Medan, KPK Periksa Sejumlah Kadis

Kompas.com - 31/10/2019, 14:54 WIB
Kepala Dinas Penanamam Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Medan, Qamarul Fattah keluar dari ruangan gedung Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Kamis (31/10/2019). Dia hadir di Kejatisu untuk memenuhi pemanggilan untuk diperiksa. KOMPAS.COM/DEWANTOROKepala Dinas Penanamam Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Medan, Qamarul Fattah keluar dari ruangan gedung Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Kamis (31/10/2019). Dia hadir di Kejatisu untuk memenuhi pemanggilan untuk diperiksa.

MEDAN, KOMPAS.com - Sekitar pukul 13.35 WIB, Kepala Dinas Penanamam Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Medan, Qamarul Fattah keluar dari ruangan gedung Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Kamis (31/10/2019). 

Tak banyak yang disampaikan ketika wartawan mencoba mewawancarai Qamarrul. Dia

Qamarul mengaku hadir untuk dimintai keterangan oleh KPK terkait kasus dugaan korupsi Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Eldin. 

Qamarul dan beberapa pejabat lainnya memang dijadwalkan diperiksa hari ini.

"Katanya mau diperiksa, tapi lama lagi ini. Masih nunggu, doakan saja tak jadi diperiksa," ujar Qamarul sambil berjalan menuju masjid di Kejatisu untuk menunaikan salat dzuhur.

Baca juga: KPK Periksa Dua Anak Wali Kota Medan dan Sejumlah Kepala Dinas

Namun, Qamarul bungkam saat dikonfirmasi bahwa pemanggilannya itu terkait kasus suap Eldin pasca kepulangan rombongan Wali Kota dari Jepang.

"Tak tahu lah aku," kata dia. 

Lima menit berselang, giliran Kadis Perdagangan Kota Medan Damikrot yang keluar dari ruang tunggu pemeriksaan. Dia hendak ke masjid juga.

Beberapa langkah keluar pintu gedung Kejati Sumut, Damikrot berlari kembali ke dalam ruangan karena melihat banyak wartawan yang hendak meminta keterangannya. 

Kasus Dzulmi ini bermula pada 6 Februari 2019, di mana Dzulmi melantik Isa Anyari menjadi Kepala Dinas PUPR Kota Medan.

Setelah pelantikan, Isa diduga rutin memberikan sejumlah uang kepada Dzulmi sebesar Rp 20 juta setiap bulan.

Pemberian terhitung mulai Maret 2019 hingga Juni 2019. Pada 18 September 2019, Isa diduga kembali memberikan uang Rp 50 juta ke Dzulmi.

Selain itu, Isa diduga merealisasikan permintaan uang Rp 250 juta untuk menutupi ekses dana nonbudget perjalanan dinas Dzulmi ke Jepang.

Baca juga: Kantor Wali Kota Medan Digeledah, Ajudan yang Hampir Tabrak KPK Muncul

 

Sebab, sekitar Juli 2019, Dzulmi melakukan perjalanan dinas ke Jepang dalam rangka kerja sister city antara Kota Medan dan Kota Ichikawa di Jepang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Tukang Becak Iuran untuk Ganti Bendera Merah Putih yang Lusuh, Ini Kisahnya

5 Tukang Becak Iuran untuk Ganti Bendera Merah Putih yang Lusuh, Ini Kisahnya

Regional
Cerita Jayani Rawat Al Quran Tulisan Tangan Berusia Hampir 200 Tahun

Cerita Jayani Rawat Al Quran Tulisan Tangan Berusia Hampir 200 Tahun

Regional
Fakta Oknum Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Alasan Penertiban hingga ASN Jadi Korlap

Fakta Oknum Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Alasan Penertiban hingga ASN Jadi Korlap

Regional
Agar Program Diketahui Publik, Paslon di Pilkada Mataram Cantumkan Barcode di Spanduk

Agar Program Diketahui Publik, Paslon di Pilkada Mataram Cantumkan Barcode di Spanduk

Regional
Seorang Pemuda Tewas Diduga Gantung Diri, Tulis Pesan di Buku Tabungan

Seorang Pemuda Tewas Diduga Gantung Diri, Tulis Pesan di Buku Tabungan

Regional
2 dari 3 Debat Kandidat Pilkada Makassar Bakal Berlangsung di Jakarta

2 dari 3 Debat Kandidat Pilkada Makassar Bakal Berlangsung di Jakarta

Regional
Kabupaten Banyumas Akan Dimekarkan Jadi 3 Daerah Otonom

Kabupaten Banyumas Akan Dimekarkan Jadi 3 Daerah Otonom

Regional
Stadion Mattoanging Dibangun Ulang, Telan Anggaran hingga Rp 1 Triliun

Stadion Mattoanging Dibangun Ulang, Telan Anggaran hingga Rp 1 Triliun

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pangan, IPB Serukan Revolusi Meja Makan

Antisipasi Kelangkaan Pangan, IPB Serukan Revolusi Meja Makan

Regional
'Saya Lihat Narik-narik Senar Layangan, Kemudian Saya Lari Takut Senar Layangannya Lepas'

"Saya Lihat Narik-narik Senar Layangan, Kemudian Saya Lari Takut Senar Layangannya Lepas"

Regional
'Kami Terkena Gas Air Mata, Banyak yang Sesak Napas dan Pingsan'

"Kami Terkena Gas Air Mata, Banyak yang Sesak Napas dan Pingsan"

Regional
Antre Pencairan BPUM Membeludak sejak Subuh, Ternyata Salah Informasi

Antre Pencairan BPUM Membeludak sejak Subuh, Ternyata Salah Informasi

Regional
Kronologi Pria Diduga Depresi Tewas Ditembak, Tetap Menyerang Polisi Usai Diberi Peringatan

Kronologi Pria Diduga Depresi Tewas Ditembak, Tetap Menyerang Polisi Usai Diberi Peringatan

Regional
'Ini Bendera yang Diperjuangkan Para Pahlawan, Pejuang Bangsa, Kok sampai Seperti Ini'

"Ini Bendera yang Diperjuangkan Para Pahlawan, Pejuang Bangsa, Kok sampai Seperti Ini"

Regional
Tiba-tiba Serang Polisi, Seorang Pria yang Diduga Depresi Tewas Ditembak

Tiba-tiba Serang Polisi, Seorang Pria yang Diduga Depresi Tewas Ditembak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X