Oknum Anggota Majelis Permusyawaratan Ulama Dicambuk karena Mesum

Kompas.com - 31/10/2019, 14:48 WIB
Sepasang terpidana kasus Jarimah Ikhtilath menjalani sidang putusan di Pengadilan Mahkamah Syariah, Kota Banda Aceh, Rabu (23/10/2019) dalam sidang putusan Majelis Hakim menjatuhkan hukuman terhadap M 30 kali  cambuk dan pasangannya N 25 kali sesuai dengan Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayat.  Pasal 25, ayat (1).  Setiap Orang yang dengan sengaja melakukan Jarimah Ikhtilath, diancam dengan â??Uqubat cambuk paling banyak 30 (tiga puluh) kali atau denda paling banyak 300 (tiga ratus) gram emas murni atau penjara paling lama 30 (tiga puluh) bulan. Sebelumnya pasangan non muhrim ini ditangkap sedang berduaan dalam mobil  di kawasan Pantai Ulee Lheu, Banda Aceh beberapa waktu lalu. Raja UMarSepasang terpidana kasus Jarimah Ikhtilath menjalani sidang putusan di Pengadilan Mahkamah Syariah, Kota Banda Aceh, Rabu (23/10/2019) dalam sidang putusan Majelis Hakim menjatuhkan hukuman terhadap M 30 kali cambuk dan pasangannya N 25 kali sesuai dengan Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayat. Pasal 25, ayat (1). Setiap Orang yang dengan sengaja melakukan Jarimah Ikhtilath, diancam dengan â??Uqubat cambuk paling banyak 30 (tiga puluh) kali atau denda paling banyak 300 (tiga ratus) gram emas murni atau penjara paling lama 30 (tiga puluh) bulan. Sebelumnya pasangan non muhrim ini ditangkap sedang berduaan dalam mobil di kawasan Pantai Ulee Lheu, Banda Aceh beberapa waktu lalu.

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Seorang oknum anggota Majelis Permusyarawatan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Besar menjalani eksekusi hukuman cambuk sebanyak 30 kali di Taman Sari, Kota Banda Aceh.

Sementara N, pasangannya yang ditangkap oleh petugas Wilyatul Hisbah (WH) Kota Banda Aceh, karena berduan di dalam mobil di kawasan Pantai Ulee Lheu pada September 2019 dicambuk 25 kali.

“Pasangan terpidana jarimah ikhtilat (mesum) dicambuk masing-masing M 30 kali dan N 25 kali sesuai dengan vonis majalis hakim Pengadilan Mahkamah Syariah Kota Banda Aceh dalam sidang putusan pada Rabu (23/10/2019),” kata Bahktiar, asisten 2 Wali Kota, Banda Aceh, Kamis (31/10/2019).

Baca juga: DPR Aceh Sepakati Hukum Cambuk 100 Kali untuk Pemburu Satwa Liar

Selain terpidana M dan N, Mahkamah Syariah Kota Banda Aceh juga mengeksekusi satu tepidana lain, R, mahasiswi, karena terbukti melakukan mesum bersama pasangan laki-laki di bawah umur. 

“Sesuai dengan data M statusnya swasta saya tidak tahu merupakan anggota MPU, sedangkan terpidana R yang terbukti melakukan ikhtilat dengan laki-laki di bawah umur dan dicambuk 15 kali,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Aceh Besar Tgk Waled Husaini A Wahab yang dikonfirmasi Kompas.com menyerahkan sepenuhnya proses hukum terhadap anggot MPU Aceh Besar sesuai hukum syariah yang berlaku di Aceh.

Sebab, komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Besar bahwa hukum syariah berlaku adil untuk semua tanpa kecuali anggota MPU ataupun pejabat.

“Hukum cambuk berlaku untuk seluruhnya. Kalaupun itu anggota MPU tetap harus dicambuk,” katanya.

Baca juga: Pertama Kalinya Hukuman Cambuk di Banda Aceh Digelar di Luar Pekarangan Masjid, Ini Alasannya

Selain harus menjalani eksekusi hukuman cambuk, Waled menyebutkan, M juga akan dikeluarkan dari anggota MPU Kabupaten Aceh Besar karena dinilai telah merusak nilai dan citra lembaga ulama di Kabupaten Aceh Besar.

“Yang bersangkutan pasti akan dipecat dari anggota MPU karena moralnya sudah rusak dan itu sesuai dengan aturan di MPU yang moralnya rusak. Jangankan ketua MPU, anggota pun tidak bisa,” ujarnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

22 Rumah Adat Sumba Terbakar karena Faktor Alam, Ini Kronologinya

22 Rumah Adat Sumba Terbakar karena Faktor Alam, Ini Kronologinya

Regional
DLHK Karawang: Penyebab Sungai Citarum Menghitam dan Berbau Bukan karena Limbah

DLHK Karawang: Penyebab Sungai Citarum Menghitam dan Berbau Bukan karena Limbah

Regional
'Demi Ilmu Pengetahuan, Belajar di Bawah Pohon Mangga Juga Baik'

"Demi Ilmu Pengetahuan, Belajar di Bawah Pohon Mangga Juga Baik"

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 11 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 11 Agustus 2020

Regional
Malaysia 2 Kali Langgar Batas Wilayah di Nunukan, KSAL Kirim Nota Protes

Malaysia 2 Kali Langgar Batas Wilayah di Nunukan, KSAL Kirim Nota Protes

Regional
Truk Tronton Minuman Kemasan Remnya Blong, Tabrak Pikap hingga Terpental ke Sawah

Truk Tronton Minuman Kemasan Remnya Blong, Tabrak Pikap hingga Terpental ke Sawah

Regional
Kirim Lokasi Via WhatsApp, Pempuan Surabaya Disekap Mantan Pacar di Pamekasan

Kirim Lokasi Via WhatsApp, Pempuan Surabaya Disekap Mantan Pacar di Pamekasan

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 11 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 11 Agustus 2020

Regional
Setelah Kuburannya Dibongkar, Pria Ini Baru Diketahui Tewas Ditusuk Teman gara-gara Rebutan Gitar

Setelah Kuburannya Dibongkar, Pria Ini Baru Diketahui Tewas Ditusuk Teman gara-gara Rebutan Gitar

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 11 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 11 Agustus 2020

Regional
Kata Ridwan Kamil ke Jokowi: Tidak Ada Zona Merah di Jabar Minggu Ini, Termasuk Depok

Kata Ridwan Kamil ke Jokowi: Tidak Ada Zona Merah di Jabar Minggu Ini, Termasuk Depok

Regional
Kasus Positif Covid-19 Meningkat, Ruang Isolasi RSUD Kota Kendari Penuh

Kasus Positif Covid-19 Meningkat, Ruang Isolasi RSUD Kota Kendari Penuh

Regional
'Warga Wajar Kalau Takut Meminjamkan Alat, karena Virus Corona Masih Terjadi'

"Warga Wajar Kalau Takut Meminjamkan Alat, karena Virus Corona Masih Terjadi"

Regional
Pengadilan Negeri Pontianak Vonis Bebas 4 Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi di Jasindo

Pengadilan Negeri Pontianak Vonis Bebas 4 Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi di Jasindo

Regional
Gubernur Kalbar Geram Anggota DPRD Ketapang Positif Covid-19 Tak Kooperatif

Gubernur Kalbar Geram Anggota DPRD Ketapang Positif Covid-19 Tak Kooperatif

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X