Terbongkar, Sindikat Pemalsu Sertifikat Tanah, Pelaku Keluarkan Cap dan Data Palsu

Kompas.com - 30/10/2019, 19:21 WIB
Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara menunjukkan barang bukti berupa 11 sertifikat palsu yang dikeluarkan oleh tersangka Kolbi (44), Rabu (30/10/2019). Kasus ini terbongkar berdasarkan laporan dari korban yakni Darmawi Akat (49) warga Alang- Alang Lebar (AAL). KOMPAS.COM/AJI YK PUTRAKasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara menunjukkan barang bukti berupa 11 sertifikat palsu yang dikeluarkan oleh tersangka Kolbi (44), Rabu (30/10/2019). Kasus ini terbongkar berdasarkan laporan dari korban yakni Darmawi Akat (49) warga Alang- Alang Lebar (AAL).

PALEMBANG, KOMPAS.com- Jajaran Satuan Reserse Kriminal Polresta Palembang membongkar jaringan sindikat pemalsu sertifikat tanah.

Dari ungkap kasus tersebut, satu orang tersangka atas nama Kolbi (44) warga Jalan Kebun Bunga Lorong Seroja, Kecamatan Sukarame, Palembang ditangkap petugas. 

Selain itu, 11 sertiifikat tanah palsu juga disita polisi sebagai barang bukti.

Baca juga: Nenek Arpah Ditipu, Sertifikat Tanah Ternyata Dipakai Tetangga untuk Pinjam Uang

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara mengatakan, kasus itu terbongkar berdasarkan laporan dari korban yakni Darmawi Akat (49) warga Alang- Alang Lebar (AAL).

Darmawi mulanya membuat sertifikat kepada pelaku.

Namun, sertifikat tersebut ternyata palsu hingga ia pun mengalami kerugian sebesar Rp 102 Juta.

"Dari laporan tersebut kita langsung menangkap pelaku dan mendapatkan ada 11 sertifikat palsu di kediamannya,"kata Yon, saat gelar perkara, Rabu (30/10/2019).

Dikatakan Yon, setelah mendapatkan 11 sertifikat tersebut, penyidik Unit Harta dan Benda (Harda) Satreskrim Polresta Palembang meminta bantuan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk memastikan keaslian sertifikat tersebut.

Hasilnya, seluruh sertifikat yang dikeluarkan oleh tersangka Kolbi adalah palsu.

"Tersangka ini hanya mencari korban, setelah dapat sertifikat itu baru dicetak oleh tersangka lain. Yang pencetak sertifikat ini masih dalam pencarian," jelas Yon.

Baca juga: Di Pontianak, Presiden Jokowi Bagikan 760 Sertifikat Tanah Objek Reformasi Agraria

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Hubungan Hukum dan Pertahanan BPN Kota Palembang Akhmad Zairil menambahkan, tersangka mengeluarkan cap serta data palsu untuk menerbitkan sertifikat tersebut.

"Sudah dipaastikan cap dan tanda tangan yang di dalam sertifikat itu palsu. Kami belum mengetahui apakah ada keterlibatan orang dalam BPN atau tidak dalam aksi tersangka ini,"uja Akhmad.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X