Pengungsi Gempa di Seram Barat Cemaskan Tenda dan Terpal yang Mulai Sobek

Kompas.com - 30/10/2019, 17:33 WIB
Salah satu pengungsi gempa di Desa Tuleu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Siti Alwiyah Lestaluhu mengeluhkan kondisi tendanya yang sobek di lokasi pengungsian desa tersebut, Selasa (29/10/2019), KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYSalah satu pengungsi gempa di Desa Tuleu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Siti Alwiyah Lestaluhu mengeluhkan kondisi tendanya yang sobek di lokasi pengungsian desa tersebut, Selasa (29/10/2019),

AMBON, KOMPAS.com - Para pengungsi korban gempa di Dusun Kelapa Dua, Desa Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, mengeluhkan tenda yang mereka tempati di lokasi pengungsian mulai sobek.

Terpal dan tenda-tenda yang mereka dirikan untuk mengungsi sejak gempa bumi magnitudo 6,8 mengguncang wilayah tersebut, kini mulai sobek.

Akibatnya, saat hujan mereka selalu kebasahan.

“Tenda dan terpal di sini banyak yang sudah sobek. Di tenda kami juga begitu jadi kami khawatir kalau hujan pasti basah,” kata Cici kepada Kompas.com saat dihubungi dari Ambon, Rabu (30/10/2019).

Baca juga: Kisah Perjuangan Warga di Belu, Berburu Air untuk Bertahan Hidup

Selain tenda yang bocor, dia mengatakan, saat ini banyak warga juga yang terus terserang berbagai penyakit di lokasi pengungsian.

”Mungkin karena itu ya, tenda bocor jadi basah, terus dingin apalagi sudah lama di lokasi pengungsi,” ujar Cici.

Dihubungi secara terpisah, kepala dusun setempat, Abdul Rakib Narahaubun, mengakui saat ini banyak tenda milik warga yang sobek, karena tidak mampu menahan suhu panas dan juga beban guyuran hujan.

Rakib mengatakan, untuk tetap bertahan di lokasi pengungsian itu, warga terpaksa melapisi tenda-tenda dan terpal dengan baliho yang mereka ambil di jalan-jalan di wilayah tersebut.

“Terpaksa harus dilapis dengan baliho, karena kasihan juga kalau hujan pasti basah,” ujar Rakib.

Dia pun berharap kepada instansi terkait di wilayah itu agar dapat membantu memberikan tenda yang layak kepada warga, sehingga mereka bisa lebih nyaman di lokasi pengungsian.

Rakib menambahkan bahwa saat ini tidak ada lagi bantuan dari pemerintah daerah kepada para pengungsi di lokasi pengungsian tersebut.

Kondisi itu membuat warga harus berusaha sendiri untuk mendapatkan kebutuhan sehari-hari.

“Iya karena masa tanggap darurat sudah selesai dan saat ini kan sudah masuk masa pemulihan, jadi bantuan dari Pemda sudah tidak masuk lagi,” kata Rakib.

Terkait keluhan warga itu, Kepala Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) yang coba dikonfrimasi belum memberikan tanggapan.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belum Dapat Bantuan, Warga Kampar Arungi Banjir untuk Pergi Beli Makanan

Belum Dapat Bantuan, Warga Kampar Arungi Banjir untuk Pergi Beli Makanan

Regional
Skywalker Via Ferrata Mount Parang Angkat Bicara Soal Kecelakaan yang Tewaskan AKPB Andi Nurwandy

Skywalker Via Ferrata Mount Parang Angkat Bicara Soal Kecelakaan yang Tewaskan AKPB Andi Nurwandy

Regional
Tiga Hari Terombang-Ambing di Laut, KM Lady Nathalia Berhasil di Temukan

Tiga Hari Terombang-Ambing di Laut, KM Lady Nathalia Berhasil di Temukan

Regional
Bocah 10 Tahun Asal Bandung Tewas Tenggelam di Pemandian Darajat Pass

Bocah 10 Tahun Asal Bandung Tewas Tenggelam di Pemandian Darajat Pass

Regional
Tiga Bayi Orangutan Ditemukan dalam Kardus di Pekanbaru, Diserahkan ke BBKSDA Riau

Tiga Bayi Orangutan Ditemukan dalam Kardus di Pekanbaru, Diserahkan ke BBKSDA Riau

Regional
Bandara APT Pranoto Samarinda Kembali Operasi Senin, Tim Verifikasi Beri 2 Catatan

Bandara APT Pranoto Samarinda Kembali Operasi Senin, Tim Verifikasi Beri 2 Catatan

Regional
Pasutri Pemilik Biro Umrah Juga Pengelola Ponpes, Janjikan Umrah Gratis ke Puluhan Orang

Pasutri Pemilik Biro Umrah Juga Pengelola Ponpes, Janjikan Umrah Gratis ke Puluhan Orang

Regional
Tipu Ratusan Korban, Keberadaan Suami Istri Pengelola Biro Umrah di Banyumas Masih Misterius

Tipu Ratusan Korban, Keberadaan Suami Istri Pengelola Biro Umrah di Banyumas Masih Misterius

Regional
Bus Rombongan Peziarah Asal Bogor Terbakar di Jalur Cirebon-Ciamis

Bus Rombongan Peziarah Asal Bogor Terbakar di Jalur Cirebon-Ciamis

Regional
4 Fakta Banjir di Dharmasraya: Satu Tewas, Korban Menyelamatkan Diri di Atas Pohon

4 Fakta Banjir di Dharmasraya: Satu Tewas, Korban Menyelamatkan Diri di Atas Pohon

Regional
4 Kejadian Ambruknya Atap Sekolah di Berbagai Daerah: 2 Tewas, Siswa Terpaksa Belajar di Mushala

4 Kejadian Ambruknya Atap Sekolah di Berbagai Daerah: 2 Tewas, Siswa Terpaksa Belajar di Mushala

Regional
94 Warga Diduga Keracunan Makanan Usai Acara Muludan di Sukabumi

94 Warga Diduga Keracunan Makanan Usai Acara Muludan di Sukabumi

Regional
Fakta Baru Hilangnya Bocah di PAUD, Keluarga Temukan Kejanggalan

Fakta Baru Hilangnya Bocah di PAUD, Keluarga Temukan Kejanggalan

Regional
BMKG Selidiki Penyebab Gempa di Talaud

BMKG Selidiki Penyebab Gempa di Talaud

Regional
Jatuh dari Tebing, Jenazah AKBP Andi Nurwandi Dimakamkan Pagi Ini

Jatuh dari Tebing, Jenazah AKBP Andi Nurwandi Dimakamkan Pagi Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X