DPRD: Jika Blok Masela Dibagi dengan NTT, Maluku Akan Teriak Merdeka

Kompas.com - 30/10/2019, 13:27 WIB
puluhan pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Lembaga Nanaku Maluku berunjuk rasa sambil mengikat kepala dengan kain merah, Senin (11/1/2016). Aksi dilakukan terkait pengelolaan blok gas Masela di kabupaten Maluku Barat Daya Kontributor KOMPAS.com Ambon/RAHMAT RAHMAN PATTYpuluhan pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Lembaga Nanaku Maluku berunjuk rasa sambil mengikat kepala dengan kain merah, Senin (11/1/2016). Aksi dilakukan terkait pengelolaan blok gas Masela di kabupaten Maluku Barat Daya

AMBON, KOMPAS.com - Ketua Komisi II DPRD Provinsi Maluku Saodah Tuankotta Tethol menegaskan, jatah hak paritisipasi atau participating interest (PI) 10 persen pengelolaan Blok Masela mutlak menjadi milik daerah Maluku.

Oleh karena itu, Saodah menyatakan tidak ada alasan bagi pemerintah pusat untuk membagi jatah yang harus diterima Maluku dengan daerah lain.

Pernyataan tersebut disampaikan Saodah menanggapi adanya klaim dari Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat yang menyebut provinsi yang dipimpinnya akan mendapat jatah 5 persen dari keuntungan pengelolaan Blok Masela.

“Gubernur NTT minta PI 10 persen dibagi dua dengan Maluku itu dasarnya apa? Ini hak kita orang Maluku,” kata Saodah kepada Kompas.com saat dimintai tanggapannya, Rabu (30/10/2019).

Baca juga: Soal Blok Masela, Presiden Minta Daerah Setempat Siapkan Lahan dan SDM

Saodah menyebut, Blok Masela berada di wilayah Maluku dan itu tidak bisa dibantah oleh siapa pun sehingga klaim dan manuver Gubernur NTT untuk mendapatkan jatah PI 10 persen keuntungan dari pengelolaan Blok Masela patut dipertanyakan.

“Kami Komisi II yang membidangi masalah ini menolak keras jika PI 10 persen ini dibagi dua dengan NTT. Ini sumber alam kita, ini hak rakyat Maluku, kok seenaknya harus dibagi dengan NTT, alasannya apa?” katanya.

Menurut Saodah, jika klaim Gubernur NTT itu benar bahwa pemerintah menyetujui pembagian tersebut, pihaknya tidak akan tinggal diam dan akan melakukan perlawanan.

Sebab, tidak ada satu pun aturan yang menjelaskan hak kepemilikan PI 10 persen pengelolaan Blok Masela itu harus dibagi dengan NTT.

“Kita akan lawan itu, ini kepentingan seluruh anak cucu Maluku ke depan kenapa harus dibagi. Kalau negara memaksa untuk membagi, kita akan teriak merdeka saja,” ujarnya.

Dia menambahkan, Maluku masih berada di bawah garis kemiskinan. Oleh karena itu, keuntungan dari PI 10 persen yang menjadi hak Maluku akan dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat. Dengan begitu, Maluku akan segera keluar dari masalah kemiskinan.

“Sekali lagi ini kepentingan untuk anak cucu kita yang akan datang. PI 10 persen itu untuk membangun Maluku dari sisi infrastruktur dan sumber daya manusia. Papua saja bisa kok, kenapa Maluku tidak bisa,” katanya.

Baca juga: Bupati Kepulauan Tanimbar Tolak PI 10 Persen Blok Masela Dibagi ke NTT

Sebelumnya, Bupati Kepulauan Tanimbar Petrus Fatlolon juga menolak jika kepemilikan PI 10 persen yang menjadi hak Maluku dibagi dengan NTT.

“Kami menolak PI 10 persen dibagi dengan daerah lain,” kata Petrus.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bogor Alokasikan Anggaran untuk Tenaga Medis, Ini Jumlah dan Rinciannya

Bogor Alokasikan Anggaran untuk Tenaga Medis, Ini Jumlah dan Rinciannya

Regional
11 Pasien Positif Corona Meninggal di Jateng pada 3 April, Ini Penjelasan Ganjar

11 Pasien Positif Corona Meninggal di Jateng pada 3 April, Ini Penjelasan Ganjar

Regional
Kantor Kecamatan Ini Mendadak Bau, Penuh Sampah, Ternyata Dijadikan TPA oleh Warga yang Kesal

Kantor Kecamatan Ini Mendadak Bau, Penuh Sampah, Ternyata Dijadikan TPA oleh Warga yang Kesal

Regional
Baru 4 Jam Masuk Rumah Sakit, 1 PDP Covid-19 di Lamongan Meninggal

Baru 4 Jam Masuk Rumah Sakit, 1 PDP Covid-19 di Lamongan Meninggal

Regional
Detik-detik Pencuri Tepergok Pemilik Rumah Saat Panjat Atap

Detik-detik Pencuri Tepergok Pemilik Rumah Saat Panjat Atap

Regional
Anggaran Penanganan Wabah Covid-19 di Jatim Rp 2,3 Triliun

Anggaran Penanganan Wabah Covid-19 di Jatim Rp 2,3 Triliun

Regional
Fakta di Balik 18 Pasien Positif Covid-19 Meninggal di Jateng, Ganjar: Mereka Punya Penyakit Bawaan

Fakta di Balik 18 Pasien Positif Covid-19 Meninggal di Jateng, Ganjar: Mereka Punya Penyakit Bawaan

Regional
Perjuangan Wahib Melawan Virus Corona hingga Sembuh, Berawal dari Seminar di Bogor

Perjuangan Wahib Melawan Virus Corona hingga Sembuh, Berawal dari Seminar di Bogor

Regional
Sejumlah Jalan di Bandung Kembali Ditutup dari Jumat hingga Minggu

Sejumlah Jalan di Bandung Kembali Ditutup dari Jumat hingga Minggu

Regional
PDP Hamil yang Mengeluh via 'Live' Facebook Dirujuk ke RSUP Adam Malik

PDP Hamil yang Mengeluh via "Live" Facebook Dirujuk ke RSUP Adam Malik

Regional
Empati dari Banyuwangi, Bagikan Kupon Makan Gratis di Tengah Pandemi

Empati dari Banyuwangi, Bagikan Kupon Makan Gratis di Tengah Pandemi

Regional
Sederet Pesan Menggugah dari Para Pasien Corona yang Berhasil Sembuh..

Sederet Pesan Menggugah dari Para Pasien Corona yang Berhasil Sembuh..

Regional
Menyoal Pasien Corona Terlantar 3 Jam di RSUD Padang Sidempuan, Alasan Ruang Isolasi Belum Siap

Menyoal Pasien Corona Terlantar 3 Jam di RSUD Padang Sidempuan, Alasan Ruang Isolasi Belum Siap

Regional
Fakta Anak Bakar Rumah Orangtua karena Tak Diberi Uang, Sang Ayah Buta, Pelaku Sempat Putus Sekolah

Fakta Anak Bakar Rumah Orangtua karena Tak Diberi Uang, Sang Ayah Buta, Pelaku Sempat Putus Sekolah

Regional
6 Pasien Positif Corona Sembuh di Semarang, Kuncinya Tetap Semangat

6 Pasien Positif Corona Sembuh di Semarang, Kuncinya Tetap Semangat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X