Di Unpad, Mahfud MD Minta Pihak Kampus Tak Larang Mahasiswa Diskusi

Kompas.com - 30/10/2019, 11:26 WIB
Menkopolhukam Mahfud MD saat berpidato di Universitas Padjadjaran, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Rabu (30/10/2019). KOMPAS.COM/DENDI RAMDHANIMenkopolhukam Mahfud MD saat berpidato di Universitas Padjadjaran, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Rabu (30/10/2019).

BANDUNG, KOMPAS.com - Menkopolhukam Mahfud MD meminta pihak kampus tak melarang aktivitas diskusi mahasiswa.

Namun, ia pun mengingatkan agar diskusi yang dilakukan tak melanggar hukum dan dilakukan secara terbuka.

"Mahasiswa boleh diskusi apapun sepanjang tidak melanggar hukum. Jangan mengadakan acara gelap-gelap, agendanya memojokan, mencaci maki kelompok tertentu, terbuka saja. Pimpinan universitas tidak boleh melarang. Mahasiswa juga harus kreatif, karena ketika pimpinan yang tampil di etalase pemerintah, dulunya aktivis yang banyak diskusi," ungkap Mahfud, saat menjadi pembicara dalam kegiatan 'Bincang Seru Mahfud' di Graha Sanusi, Unpad, di Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Rabu (30/10/2019).

Baca juga: Mahfud MD: Pendekatan Militer di Papua kalau Diperlukan, Misalnya Ada Separatisme...

Keresahan mahasiswa soal adanya pembatasan aktivitas diskusi ia dapat dari artikel di sebuah tabloid.

Dalam artikel itu, para mahasiswa disebut gelisah karena banyak pelarangan aktivitas diskusi.

"Tadi saya baca tabloid, katanya kampus sudah tidak demokratis, sudah banyak melarang mahasiswa kreatif, melarang diskusi atau memata-matai diskusi. Maka saya berpikir itu tidak baik. Saya pikir kampus biarlah kampus membangun kehidupan demokrasi," kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu.

Mahfud menyebut, ada dua nilai yang bisa mahasiswa dapat di tingkat perguruan tinggi.

Pertama, norma akademik berupa kegiatan belajar untuk memperoleh nilai indeks prestasi.

Kedua, kedua tradisi akademik yang salah satunya diekspresikan dalam bentuk diskusi di kampus.

Namun, norma akademik tidak cukup karena banyak mahasiswa yang IPK-nya tinggi, tapi tidak bisa berkembang dengan baik dan tidak bisa mengembangkan masyarakat dengan baik.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Riset Media Sosial: Netizen Beri Nilai Rapor 66 untuk Kinerja Jokowi

Riset Media Sosial: Netizen Beri Nilai Rapor 66 untuk Kinerja Jokowi

Regional
7 Rumah di Pangandaran Rusak Akibat Diguncang Gempa Magnitudo 5,9

7 Rumah di Pangandaran Rusak Akibat Diguncang Gempa Magnitudo 5,9

Regional
KPU Kota Semarang Sediakan 3.447 Alat Bantu Huruf Braille untuk Pemilih Tunanetra

KPU Kota Semarang Sediakan 3.447 Alat Bantu Huruf Braille untuk Pemilih Tunanetra

Regional
Istri Polisi di Kaltim Jadi Tersangka Investasi Bodong dan Arisan Online Rp 200 Juta

Istri Polisi di Kaltim Jadi Tersangka Investasi Bodong dan Arisan Online Rp 200 Juta

Regional
Ketua KPU Positif Covid-19, Debat Pilkada Balikpapan Dibatalkan Mendadak

Ketua KPU Positif Covid-19, Debat Pilkada Balikpapan Dibatalkan Mendadak

Regional
[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap, Bawa Sabu 16 Kg | Demi Membela Diri dan Lindungi Aset Negara, Satpam Ini Dipenjara

[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap, Bawa Sabu 16 Kg | Demi Membela Diri dan Lindungi Aset Negara, Satpam Ini Dipenjara

Regional
 Pinjami Uang Rp 145 Juta, Yulia Dibunuh Rekan Bisnis Secara Sadis

Pinjami Uang Rp 145 Juta, Yulia Dibunuh Rekan Bisnis Secara Sadis

Regional
2 Satpam Dipenjara karena Tak Sengaja Bunuh Terduga Pencuri yang Masuk Obyek Vital Negara

2 Satpam Dipenjara karena Tak Sengaja Bunuh Terduga Pencuri yang Masuk Obyek Vital Negara

Regional
8 Orang Mengungsi karena Rumah Rusak Diguncang Gempa Pangandaran M 5,9

8 Orang Mengungsi karena Rumah Rusak Diguncang Gempa Pangandaran M 5,9

Regional
Keluarga Sengaja Tak Beritahu Pernikahan Siswi SMP ke KUA, Kadus: Takut Dipisahkan

Keluarga Sengaja Tak Beritahu Pernikahan Siswi SMP ke KUA, Kadus: Takut Dipisahkan

Regional
Libur Panjang di Tengah Pandemi, Ini Persiapan Sejumlah Daerah

Libur Panjang di Tengah Pandemi, Ini Persiapan Sejumlah Daerah

Regional
Pestisida Palsu Marak di Indonesia, Rugikan Petani dan Produsen

Pestisida Palsu Marak di Indonesia, Rugikan Petani dan Produsen

Regional
'Saya Bingung Mau Ngapain, 4 Bulan Tak Sekolah, Tak Punya HP, Saya Mau Ketika Dia Ajak Nikah' 

"Saya Bingung Mau Ngapain, 4 Bulan Tak Sekolah, Tak Punya HP, Saya Mau Ketika Dia Ajak Nikah" 

Regional
Asyik Berswafoto di Jembatan Layang, Seorang Pemuda Tewas Terjatuh

Asyik Berswafoto di Jembatan Layang, Seorang Pemuda Tewas Terjatuh

Regional
Tak Sanggup Hidup Susah, Siswi SMP di Lombok Memutuskan Nikahi Remaja 17 Tahun

Tak Sanggup Hidup Susah, Siswi SMP di Lombok Memutuskan Nikahi Remaja 17 Tahun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X