Blokade di TPA Suwung Dibuka, Sampah dari Luar Denpasar Dilarang Masuk

Kompas.com - 29/10/2019, 22:49 WIB
Truk-truk sampah kembali beroperasi di TPA Suwung, Selasa (29/10/2019) siang. KOMPAS.com/IMAM ROSIDINTruk-truk sampah kembali beroperasi di TPA Suwung, Selasa (29/10/2019) siang.

DENPASAR, KOMPAS.com - Truk-truk pengangkut sampah telah diperbolehkan membuang sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung, Denpasar pukul 09.00 Wita, Selasa (29/10/2019).

Sebelumnya, selama empat hari terakhir, pihak Banjar Pesanggaran, Pedungan, Denpasar memblokade truk sampah sebagai protes lambannya pemerintah dalam pengelolahan sampah di TPA Suwung.

Blikade juga dilakukan setelah TPA Suwung kembali kebakaran pada Jumat (25/10/2019) lalu. Kebakaran sendiri telah berhasil dipadamkan pada Senin kemarin.

Kelian Adat Banjar Pesanggaran, I Wayan Widiada mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah pihaknya mengadakan pertemuan dengan Gubernur Bali, I Wayan Koster pada Selasa pagi.


Baca juga: Pasca-kebakaran TPA Suwung Denpasar, Warga Protes, Puluhan Truk Sampah Dilarang Masuk

Dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa truk sampah yang diperbolehkan membuang ke TPA Suwung dari Denpasar saja.

Selebihnya yakni dari Gianyar, Badung, dan Tabanan agar membuang sampah di TPA masing-masing daerah.

"Sudah overload pembuangan di sini, untuk jangka pendek untuk mengatasi agar sampah di TPS tidak meluber disepakati yang membuang TPA ini hanya Denpasar," kata Widiada saat ditemui, Selasa siang.

Baca juga: TPA Suwung Kebakaran, Warga Sekitar Diimbau Gunakan Masker

Kemudian pihak Pemerintah juga menjanjikan bahwa pengelolaan TPA Suwung berupa Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) akan dimulai pembangunannya pada 2020 mendatang.

Dari pertemuan tersebut, Widiada mendapat penjelasan bahwa proses PSEL masih dalam tahap administrasi.

"Tapi kan tidak bisa diketahui, masih perlu proses dan masih berlanjut," kata Widiada.

Baca juga: Risma dan Jokowi Siap Resmikan PLTSa Pertama di Indonesia di TPA Benowo

TPA Suwung "overload", warga kena dampaknya

Petugas BPBD Kota Denpasar memadamkan api di TPA Suwung, Denpasar, Jumat (25/10/2019).Istimewa Petugas BPBD Kota Denpasar memadamkan api di TPA Suwung, Denpasar, Jumat (25/10/2019).
Widiada melanjutkan, kondisi TPA Suwung saat ini sudah tak representatif.

Artinya lahan sudah tidak muat lagi untuk menampung sampah-sampah dari kawasasan Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan (SARBAGITA).

Selain itu, TPA Suwung sejak pertama ada hanya digunakan untuk menumpuk sampah. Namun, tak ada pengelolaannya sehingga sampah terus menggunung.

Efeknya dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar yakni polusi debu, asap kebakaran, lalat, dan bau menyengat.

"Makanya kebutuhannya selesaikan permasalahan ini. Harus ada pengolahan begitu," katanya.

Baca juga: Sungai Jadi Tempat Pembuangan Popok Bayi, Pemkab Mojokerto Tak Miliki TPA Khusus

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rampok Ponsel Pacarnya, Seorang Pelajar di Bima Ditangkap Polisi

Rampok Ponsel Pacarnya, Seorang Pelajar di Bima Ditangkap Polisi

Regional
Macan Tutul Mati di Pati Diduga Akibat Pertarungan Berebut Teritori

Macan Tutul Mati di Pati Diduga Akibat Pertarungan Berebut Teritori

Regional
Mengintip Strategi Milenial Membeli Rumah di Era Digital

Mengintip Strategi Milenial Membeli Rumah di Era Digital

Regional
Detik-detik Banjir Bandang Sapu Siswa Peserta Susur Sungai di Sleman

Detik-detik Banjir Bandang Sapu Siswa Peserta Susur Sungai di Sleman

Regional
Warga kepada Jokowi: Kalau Sudah Dapat SK, Kenapa Alat Berat Masih Ada di Lahan Kami?

Warga kepada Jokowi: Kalau Sudah Dapat SK, Kenapa Alat Berat Masih Ada di Lahan Kami?

Regional
Kisah Heroik 2 Siswa Selamatkan Rekannya Saat Susur Sungai, Bakir Lempar Akar dan Danu Lompat ke Sungai

Kisah Heroik 2 Siswa Selamatkan Rekannya Saat Susur Sungai, Bakir Lempar Akar dan Danu Lompat ke Sungai

Regional
Pakar: Susur Sungai Tidak untuk Anak dan Remaja, Apalagi Musim Hujan

Pakar: Susur Sungai Tidak untuk Anak dan Remaja, Apalagi Musim Hujan

Regional
Suami Istri Sekap Siswi SMP dan Paksa Threesome, Dipaksa Suntik KB hingga Janji Beri Rp 5 Juta

Suami Istri Sekap Siswi SMP dan Paksa Threesome, Dipaksa Suntik KB hingga Janji Beri Rp 5 Juta

Regional
Saat Tiga Kurir Ganja 231 Kg Tertunduk Dengar Tuntutan Hukuman Mati..

Saat Tiga Kurir Ganja 231 Kg Tertunduk Dengar Tuntutan Hukuman Mati..

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pengakuan Napi Teroris Tolak Dibaiat ISIS | Susur Sungai, Siswa SMPN di Sleman Terseret Arus

[POPULER NUSANTARA] Pengakuan Napi Teroris Tolak Dibaiat ISIS | Susur Sungai, Siswa SMPN di Sleman Terseret Arus

Regional
'Mereka Menuduh Kami Lebih Kafir dari Polisi', Kata Adik Trio Bom Bali I Soal Perangnya Melawan Radikalisasi

'Mereka Menuduh Kami Lebih Kafir dari Polisi', Kata Adik Trio Bom Bali I Soal Perangnya Melawan Radikalisasi

Regional
Temui Ortu Korban Susur Sungai, Sultan HB X Sampaikan Pesan

Temui Ortu Korban Susur Sungai, Sultan HB X Sampaikan Pesan

Regional
Empat Siswa SMPN 1 Turi Sleman yang Ikut Susur Sungai Belum Ditemukan

Empat Siswa SMPN 1 Turi Sleman yang Ikut Susur Sungai Belum Ditemukan

Regional
Kesaksian Salma, Siswa SMPN 1 Turi yang Selamat Susur Sungai, Arus Deras Tiba-tiba Datang

Kesaksian Salma, Siswa SMPN 1 Turi yang Selamat Susur Sungai, Arus Deras Tiba-tiba Datang

Regional
Tak Kunjung Ada Kabar, Ibu Siswi SMPN 1 Turi: Saya Mohon Doanya

Tak Kunjung Ada Kabar, Ibu Siswi SMPN 1 Turi: Saya Mohon Doanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X