Pertamina: Sudah Tidak Ada BBM di Lokasi Pipa Terbakar di Cimahi

Kompas.com - 29/10/2019, 22:34 WIB
Unit Manager Communication Relations and CSR Pertamina Marketing Operations Region 3 Dewi Sri Utami. KOMPAS.com/Ryana AryaditaUnit Manager Communication Relations and CSR Pertamina Marketing Operations Region 3 Dewi Sri Utami.

BANDUNG, KOMPAS.com - Setelah dilakukan sterilisasi di lokasi terbakarnya pipa bahan bakar minyak (BBM) milik PT Pertamina yang berada di jalur Kereta Cepat Jakarta Bandung (JKCB) di Cimahi.

Pertamina telah memastikan bahwa BBM tersebut sudah tidak ada.

Seperti diketahui, sebelumnya PT Pertamina menerjunkan tim khusus untuk mensterilkan tumpahan BBM yang berceceran di lokasi kejadian.

Tumpahan minyak itu pun mencemari pesawahan warga dan mematikam tanaman padi sawah tersebut.


Baca juga: KCIC Tunaikan Ganti Rugi Warga Terdampak Kebakaran Pipa Pertamina

Upaya sterilisasi tumpahan minyak dilakukan dengan penyisiran lokasi dan pemberian bahan kimia yang akan menetralisir air yang terpapar tumpahan minyak.

Sisa-sisa bahan bakar disedot dengan vaccum truck atau tangki yang dilengkapi pompa, cairan BBM ditampung di tangki yang disediakan di lokasi.

Saat ini, tim penguji dari pertamina melakukan pengujian gas detektor untuk memastikan ada atau tidaknya BBM di lokasi.

"Hasil pengecekan tadi malam, status gas detektor sudah 0 yang menandakan sudah tidak ada BBM," kata Unit Manager Communication Relations & CSR Pertamina MOR III Dewi Sri Utami, melalui pesan singkatnya, Selasa (29/10/2019).

Baca juga: Pipa Pertamina di Cimahi Terbakar, Polisi Duga Ada Kelalaian Kerja

Akibat pekerjaan konstruksi KCIC

 

Pusat laboratorium Forensik Mabes polri mengambil sample di lokasi kebakaran Pipa BBM Pertamina di jalur Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) di KM 130 Kampung Mancong, Kelurahan Melong, Cimahi Selatan, Rabu (23/10/2019).KOMPAS.com/AGIE PERMADI Pusat laboratorium Forensik Mabes polri mengambil sample di lokasi kebakaran Pipa BBM Pertamina di jalur Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) di KM 130 Kampung Mancong, Kelurahan Melong, Cimahi Selatan, Rabu (23/10/2019).
Diberitakan sebelumnya, kebakaran besar terjadi pada pipa penyalur BBM jenis pertamina Dex di KM 130, Kampung Mancong Kelurahan Melong, Cimahi Selatan, Jawa Barat.

Pipa tersebut diduga bocor karena adanya pengerjaan konstruksi di Jalur Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB).

Api pun berkobar dan menimbulkan asap hitam pekat yang membumbung tinggi. Setelah berjibaku kurang lebih 4,5 jam api pun akhirnya berhasil dipadamkan petugas Pemadam Kebakaran.

Satu orang operator yang mengoperasikan alat berat crane dalam proyek KCJB itu pun tewas dalam kebakaran itu, diketahui bahwa korban tersebut merupakan warga negara asing (WNA).

"Jenazah korban sudah dibawa keluarganya langsung," kata Wakil Direktur Kriminal Khusus Polda Jabar AKBP Hari Brata.

Baca juga: Polisi Periksa 10 Orang Terkait Kebakaran Pipa Pertamina di Cimahi

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

9 Rumah Warga di Minahasa Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

9 Rumah Warga di Minahasa Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

Regional
Zaenal Tewas Dianiaya Polisi, Keluarga: Dia Juga Tidak Berdaya

Zaenal Tewas Dianiaya Polisi, Keluarga: Dia Juga Tidak Berdaya

Regional
Rekonstruksi Kasus Tewasnya Zaenal karena Dianiaya Polisi: 29 Adegan, Dipukul Traffic Corn

Rekonstruksi Kasus Tewasnya Zaenal karena Dianiaya Polisi: 29 Adegan, Dipukul Traffic Corn

Regional
Pengolahan Aspal Banyumas Diminta Ditutup karena Sebabkan Polusi, Pemilik: Terlalu Berlebihan

Pengolahan Aspal Banyumas Diminta Ditutup karena Sebabkan Polusi, Pemilik: Terlalu Berlebihan

Regional
Diduga Tipu Keluarga Sendiri, Dosen PTN di Sumbar Ditangkap

Diduga Tipu Keluarga Sendiri, Dosen PTN di Sumbar Ditangkap

Regional
4 Tahanan Narkoba Polresta Malang Kabur, Kapolresta: Kalau Ada Kelalaian Akan Diproses

4 Tahanan Narkoba Polresta Malang Kabur, Kapolresta: Kalau Ada Kelalaian Akan Diproses

Regional
Iming-iming Uang Rp 4.000, Kakek di Brebes Cabuli 8 Anak di Bawah Umur

Iming-iming Uang Rp 4.000, Kakek di Brebes Cabuli 8 Anak di Bawah Umur

Regional
Gubernur Ridwan Kamil Akan Desain Stasiun Al Jabbar

Gubernur Ridwan Kamil Akan Desain Stasiun Al Jabbar

Regional
Jelang Natal dan Tahun Baru, BPOM Purwokerto Temukan Makanan Tak Layak Edar

Jelang Natal dan Tahun Baru, BPOM Purwokerto Temukan Makanan Tak Layak Edar

Regional
Asyik Ngopi, Mahasiswa di Kediri Tewas Tertimpa Pohon

Asyik Ngopi, Mahasiswa di Kediri Tewas Tertimpa Pohon

Regional
Polisi Gadungan Peras Para Wanita Lewat Video Bugil, Korbannya Gadis hingga Wanita 50 Tahun

Polisi Gadungan Peras Para Wanita Lewat Video Bugil, Korbannya Gadis hingga Wanita 50 Tahun

Regional
Polisi Cek Legalitas Mobil Lamborghini yang Terbakar di Surabaya

Polisi Cek Legalitas Mobil Lamborghini yang Terbakar di Surabaya

Regional
Kronologi Penemuan Jasad Wanita Tanpa Busana Mengambang di Sungai

Kronologi Penemuan Jasad Wanita Tanpa Busana Mengambang di Sungai

Regional
Hujan Deras Disertai Angin Kencang Landa Bangkalan, Pohon Tumbang dan Tiang Listrik Roboh

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Landa Bangkalan, Pohon Tumbang dan Tiang Listrik Roboh

Regional
Mari Bantu Dimas, Bocah 12 Tahun yang Lahir Prematur, Alami Gangguan Saraf Punggung dan Sang Ibu Meninggal karena Serviks

Mari Bantu Dimas, Bocah 12 Tahun yang Lahir Prematur, Alami Gangguan Saraf Punggung dan Sang Ibu Meninggal karena Serviks

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X