Momok "Stunting" Jadi Isu Nasional, Emak-emak Minta "Update" Edukasi Gizi

Kompas.com - 29/10/2019, 21:06 WIB
Emak-emak mengikuti edukasi gizi di Posyandu Dahlia Desa Sumber, Selasa (29/10/2019). Kesadaran mereka akan gizi mulai tumbuh untuk mengatasi stunting. KOMPAS.com/A. FaisolEmak-emak mengikuti edukasi gizi di Posyandu Dahlia Desa Sumber, Selasa (29/10/2019). Kesadaran mereka akan gizi mulai tumbuh untuk mengatasi stunting.

"PKH atau bantuan sosial lainnya berkontribusi dalam menurunkan angka stunting. Sehingga perlu ada sosialisasi penggunaan bantuan sosial yang lebih masif kepada penerima,” tambahnya.

Baca juga: 4 Fakta Jokowi Hadiri Muktamar PKB, Teriakan Papua Damai hingga Soroti Stunting

Stunting jadi isu nasional

Kasubdit Informasi dan Komunikasi Sosial Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Sarjono mengungkapkan, stunting menjadi isu nasional.

Angka stunting nasional pada tahun 2013 mencapai 37 persen. Kemudian di tahun 2018 turun menjadi 30 persen Untuk penanganan dan pencegahannya, ada 20 kementerian yang terlibat.

Sedangkan di Kabupaten Probolinggo angka stunting tahun 2013 mencapai 49,9 persen. Turun sebesar 9,5 persen pada tahun 2018 menjadi 39,9 persen.

Sementara di tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2013 mencapai 35 persen dan turun pada tahun 2018 menjadi 32 persen.

“Di Kabupaten Probolinggo kami melihat bahwa stunting cukup tinggi. Cuman, saya melihat kontradiktif di sini. Di mana stunting tinggi, tapi kemiskinannya rendah. Apa faktor penyebabnya, karena itu yang kami cari,” kata Sarjono kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Sarjono mengungkapkan banyak faktor yang menyebabkan stunting. Seperti pernikahan di bawah umur, akses sanitasi, kekurangan gizi, akses kesehatan dan faktor lainnya.

Baca juga: Kasus Stunting Tinggi, Wabup Garut Pantau Tinggi Anak Tiap Bulan

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X