5 Fakta Baru Pembunuhan PNS Kementerian PU, Diupah Rp 11 Juta hingga Akan Diberi Tindakan Tegas

Kompas.com - 29/10/2019, 06:13 WIB
Jenazah Aprianita (50) ketika digali di TPU Kandang Kawat, Palembang,  Jumat (26/10/2019). Korban sebelumnya dibunuh oleh pelaku lalu dicor dilokasi tersebut KOMPAS.COM/AJI YK PUTRAJenazah Aprianita (50) ketika digali di TPU Kandang Kawat, Palembang, Jumat (26/10/2019). Korban sebelumnya dibunuh oleh pelaku lalu dicor dilokasi tersebut

KOMPAS.com - Aparat kepolisian daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel), terus melakukan pengembangan kasus tewasnya Aprianita (50), PNS Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan yang ditemukan tewas dan jenazahnya dicol di tempat pemakaman umum (TPU) Kandang Kawat Palembang.

Hasilnya, ternyata ada dua orang yang mengubur jasad Aprianita setelah tewas. Keduanya yakni Nopi dan Amir yang merupakan tukang gali kubur di TPU itu.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumsel Kombes Supriadi mengatakan, keduanya mendapat upah Rp 11 juta dari tersangka Yudi untuk mengubur dan mengecor jasad korban.

Saat ini, sambungnya, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap keduanya. Dan akan menerbitkan daftar pencarian orang (DPO) untuk memburu keduanya.

Supriadi mengimbau agar kedua pelaku menyerahkan diri sebelum petugas mengambil tindakan tegas.

Berikut ini fakta baru selengkapnya:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Ada dua pelaku yang mengubur korban

Heriyanto (55) kakak kandung Aprianita (50) PNS Kementerian Pu yang ditemukan tewas dicor di TPU Kandang Kawat, Palembang, Jumat (25/10/2019).KOMPAS.COM/AJI YK PUTRA Heriyanto (55) kakak kandung Aprianita (50) PNS Kementerian Pu yang ditemukan tewas dicor di TPU Kandang Kawat, Palembang, Jumat (25/10/2019).

Supriadi mengatakan, dalam kasus tewasnya Aprianita PNS Kementerian PU Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di Palembang masih ada dua orang pelaku lagi yang belum berhasil ditangkap.

Keduanya yakni Nopi dan Amir, merupakan pelaku yang memgubur jasad Aprianita.

"Jadi pelaku yang mengubur korban ada dua, Nopi dan Amir. Keduanya merupakan tukang gali kubur di TPU tersebut," kata Supriadi saat dikonfirmasi, Senin (28/10/2019).

Baca juga: Kasus PNS Kementerian PU yang Tewas Dicor, Polisi Akan Umumkan 2 Buronan

2. Polisi akan terbitkan DPO

Ilustrasi PolisiThinkstock/Antoni Halim Ilustrasi Polisi

Masih dikatakan Supriadi, pihaknya aka menerbitkan DPO untuk memburu Nopi dan Amir.

Dengan diterbitkannya surat tersebut, keduanya akan berstatus sebagai buronan polisi.

Selain itu, dalam waktu dekat foto wajah keduanya akan disebar untuk mempermudah penangkapan.

""Saya belum dapat fotonya. Kemungkinan setelah dapat akan langsung diterbitkan DPO. Rencananya hari ini diterbitkan," ujarnya.

Baca juga: Gelagat Mencurigakan Tukang Gali Kubur di Malam Jenazah PNS Kementerian PU Dicor

3. Dua pelaku diberi upah Rp 11 juta

Ilustrasi uangSHUTTERSTOCK Ilustrasi uang

Supriadi mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara, Yudi ternyata memberikan upah kepada Nopi dan Amir sebesar Rp 11 juta untuk mengubur jasa korban di TPU Kandang Kawat Palembang, pada 9 Oktober 2019 lalu.

Masih dikatakan Supriadi, Yudi semula menyiapkan Rp 15 juta seperti yan gdiminta oleh tersangka Nopi.

Uang itu lalu diberikan kepada tersangka Ilyas (26) sebagai eksekutor sebesar Rp 4 juta. Kemudian kedua tersangka lagi, yakni Nopi dan Amir, mendapatkan uang Rp 11 juta.

"Setelah aksinya berjalan lancar, Ilyas dikasih uang Rp 4 juta. Untuk Nopi dan Amir Rp 11 juta. Sekarang tersangka, Nopi dan Amir masih kita kejar dan akan diterbitkan DPO," katanya.

Baca juga: 2 Tukang Gali Kubur yang Cor PNS Kementerian PU Diupah Rp 11 Juta

4. Nopi pernah ditahan di Lapas Nusakambangan

Ilustrasi tahanan.THINKSTOCKPHOTOS Ilustrasi tahanan.

Supriadi mengatakan, Nopi alias Aci pelaku yang mengubur Aprianita, pernah ditahan di Lapas Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Nopi, yang merupakan tukang gali kubur di tempat pemakaman umum (TPU) Kandang Kawat tersebut, menjalani masa tahanan di Lapas Nusakambangan karena pernah terlibat kasus pembunuhan.

"Informasinya memang benar dia (Nopi) terlibat kasus pembunuhan dan ditahan di Lapas Nusakambangan," katanya. 

Baca juga: Tukang Gali Kubur yang Cor Jenazah PNS Kementerian PU Pernah Ditahan di Lapas Nusakambangan

5. Tak serahkan diri akan ditindak tegas

Ilustrasi penembakan.Shutterstock Ilustrasi penembakan.

Supriadi mengakui, petugas telah melakukan pengejaran dan menyisir seluruh area di Sumatera Selatan sejak kasus tersebut mencuat.

Namun, sampai saat ini petugas belum mendapatkan lokasi keberadaan keduanya.

"Di tempat keluarganya masing-masing juga sudah kita cari, tapi mereka sudah menghilang. Pencarian akan diperluas lagi," ujar Supriadi.

Supriadi pun mengimbau agar kedua pelaku menyerahkan diri sebelum petugas mengambil tindakan tegas.

"Akan kami kejar sampai dapat kalau tidak menyerahkan diri. Bisa saja kami lakukan (tembak mati) karena membahayakan petugas," katanya.

Baca juga: 2 Pembunuh PNS Kementerian PU yang Jenazahnya Dicor Masih Buron, Polisi: Jika Tidak Menyerah Ditembak Mati

(Penulis: Kontributor Palembang, Aji YK Putra | Editor: David Oliver Purba, Farid Assifa dan Abba Gabrillin)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Regional
 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.