Demo Tolak Revisi UU KPK dan RKUHP Kembali Terjadi di Sulawesi Selatan

Kompas.com - 28/10/2019, 14:58 WIB
Pengunjuk rasa yang dilarang masuk ke dalam Gedung DPRD Palopo hanya bisa berteriak menyuarakan tuntutannya dengan memanjat pagar, Senin (28/10/2019). KOMPAS.com/MUH AMRAN AMIRPengunjuk rasa yang dilarang masuk ke dalam Gedung DPRD Palopo hanya bisa berteriak menyuarakan tuntutannya dengan memanjat pagar, Senin (28/10/2019).

PALOPO, KOMPAS.com - Aksi unjuk rasa gabungan mahasiswa Aliansi Peduli Indonesia (API) Kota Palopo, Sulawesi Selatan, digelar di depan Gedung DPRD Palopo, Senin (28/10/2019).

Mahasiswa menuntut pembatalan revisi Undang-Undang KPK dan menolak revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang dinilai tidak berpihak pada rakyat.

“Kami mendesak pemerintah dalam hal ini Presiden Joko Widodo untuk segera mengeluarkan Perppu terkait dengan revisi UU KPK. Kami juga menolak segala bentuk rancangan undang-undang yang tidak pro terhadap rakyat,” kata Ari Putra Daliman, salah satu mahasiswa.

Baca juga: Unik, Demo di DPRD NTB, Mahasiswa Berdandan seperti Joker

Selain itu, mahasiswa juga mengkritik program jaminan sosial melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

“BPJS Kesehatan bukan menjadi solusi bagi seluruh rakyat Indonesia, justru BPJS hadir sebagai kapitalisasi kesehatan yang ada di negeri ini," ujar Ari.

Para pengunjuk rasa berupaya masuk ke dalam Gedung DPRD Palopo.

Namun, halaman kantor DPRD dipagari kawat duri.

Pintu masuk dan pagar juga dikunci rapat serta dikawal petugas keamanan bersenjata lengkap.

Massa berusaha mendobrak pintu pagar.

Bahkan, sejumlah pengunjuk rasa terlihat memanjat pagar sambil meneriakkan tuntutan mereka.

Aksi unjuk rasa ini nyaris berujung bentrokan saat mahasiswa membakar ban bekas yang mengenai kawat duri yang berada di depan Gedung DPRD  Palopo.

Dalam aksi ini, sebanyak 3 pengunjuk rasa terlihat diamankan polisi.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Alasan Siswa SMA Curi Mobil Mantan Kapolda Jabar, untuk Pamer ke Teman Sekolah

Alasan Siswa SMA Curi Mobil Mantan Kapolda Jabar, untuk Pamer ke Teman Sekolah

Regional
2 Lansia Positif Corona di Cilacap, Punya Riwayat Perjalanan ke Lembang

2 Lansia Positif Corona di Cilacap, Punya Riwayat Perjalanan ke Lembang

Regional
Viral Foto Nelayan Kubur 2 Ton Tuna Hasil Tangkapan, Ini Penjelasannya

Viral Foto Nelayan Kubur 2 Ton Tuna Hasil Tangkapan, Ini Penjelasannya

Regional
Upaya Jawa Barat Cegah dan Tangani Penyebaran Covid-19 di Desa-desa

Upaya Jawa Barat Cegah dan Tangani Penyebaran Covid-19 di Desa-desa

Regional
Bekas Penampungan Rohingya Jadi Tempat Karantina ODP Corona

Bekas Penampungan Rohingya Jadi Tempat Karantina ODP Corona

Regional
Harga Ayam Anjlok Diduga Ulah Mafia, Peternak: Tolong Kami Satgas Pangan

Harga Ayam Anjlok Diduga Ulah Mafia, Peternak: Tolong Kami Satgas Pangan

Regional
Kronologi 2 Kelompok Pelajar Tawuran di Karawang, 1 Luka Berat

Kronologi 2 Kelompok Pelajar Tawuran di Karawang, 1 Luka Berat

Regional
Dampak Corona di Bali, 17.000 Ribu Pekerja Dirumahkan dan 400 Kena PHK

Dampak Corona di Bali, 17.000 Ribu Pekerja Dirumahkan dan 400 Kena PHK

Regional
Pemkot Salatiga Wacanakan Denda untuk Warga yang Tak Tertib Kenakan Masker

Pemkot Salatiga Wacanakan Denda untuk Warga yang Tak Tertib Kenakan Masker

Regional
Pesan Pengemudi Ojol untuk Penumpang yang Menipunya Setelah Diantar dari Purwokerto ke Solo

Pesan Pengemudi Ojol untuk Penumpang yang Menipunya Setelah Diantar dari Purwokerto ke Solo

Regional
Selama Pandemi Corona, Angka Kriminalitas di Makassar Menurun

Selama Pandemi Corona, Angka Kriminalitas di Makassar Menurun

Regional
Mengenal Astuti, Pos Polisi Digital untuk Mencegah Pertemuan Tatap Muka Saat Pandemi Corona

Mengenal Astuti, Pos Polisi Digital untuk Mencegah Pertemuan Tatap Muka Saat Pandemi Corona

Regional
Hasil 'Rapid Test' 6 Karyawan Kahatex Reaktif, Wabup Sumedang Minta Buruh Dirumahkan

Hasil "Rapid Test" 6 Karyawan Kahatex Reaktif, Wabup Sumedang Minta Buruh Dirumahkan

Regional
Tak Pakai Masker Saat Keluar Rumah, Warga Padang Didenda Sediakan 2 Masker

Tak Pakai Masker Saat Keluar Rumah, Warga Padang Didenda Sediakan 2 Masker

Regional
Pemprov Kaltara Minta Bantuan Pemerintah Pusat untuk Karantina TKI yang Pulang dari Malaysia

Pemprov Kaltara Minta Bantuan Pemerintah Pusat untuk Karantina TKI yang Pulang dari Malaysia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X