Kompas.com - 28/10/2019, 13:13 WIB
Kompas Gramedia meluncurkan buku berjudul Ganjar Pranowo Jembatan Perubahan di gedung Oudetrap Kawasan Kota Lama Semarang, Minggu (27/10/2019). Dok. Humas Pemprov JatengKompas Gramedia meluncurkan buku berjudul Ganjar Pranowo Jembatan Perubahan di gedung Oudetrap Kawasan Kota Lama Semarang, Minggu (27/10/2019).

KOMPAS.comKompas Gramedia meluncurkan buku berjudul Ganjar Pranowo Jembatan Perubahan di gedung Oudetrap Kawasan Kota Lama Semarang, Minggu (27/10/2019).

Peluncuran buku setebal 276 halaman tersebut lahir karena keberhasilan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menjembatani kepentingan pemerintah pusat dan daerah.

Salah satu penulis buku, Bambang Setiawan mengatakan buku tersebut lahir melalui hasil riset tim Litbang Kompas yang mendalam. Berbagai data dari beragam sumber pun dikumpulkan sebagai bahan penulisan buku.

"Dari riset yang dilakukan, diketahui peran Ganjar dalam memajukan seluruh daerah di Jawa Tengah. Banyak hal yang dilakukan Ganjar dalam rangka menjadi penghubung antara daerah dan pusat sehingga semua program baik pusat maupun daerah menjadi selaras," kata Bambang.

Baca juga: Salah Satu Peran Ganjar Pranowo Dituangkan Dalam Sebuah Buku

Ganjar, lanjut Bambang, sangat luwes untuk mengomunikasikan kepentingan pusat dan daerah. Berbagai program dari pusat, ia sampaikan ke Bupati/Wali Kota dengan gamblang dan jelas, begitu juga sebaliknya.

"Padahal, sejak otonomi daerah ditetapkan, posisi gubernur sebenarnya sangat sulit karena daerah memiliki kewenangan khusus. Namun, Ganjar sebagai gubernur berhasil mendobrak itu dengan menjadi sosok yang luwes menjembatani kepentingan nasional dan daerah," imbuhnya.

Keberhasilan Ganjar sebagai jembatan perubahan, lanjut Bambang, juga mampu membuat perubahan yang signifikan di Jawa Tengah. Melalui kerja kerasnya itu, Jawa Tengah berhasil menjadi provinsi yang terus berkembang dan menjadi perhatian nasional.

Baca juga: Ganjar Ingin Warga Jateng Tidak Ketergantungan Satu Jenis Bahan Pokok

Jateng berhasil menelurkan banyak inovasi-inovasi yang memudahkan masyarakat. Selain itu, kemajuan ekonomi, pendidikan, kebudayaan, pengurangan angka kemiskinan, dan indeks pembangunan manusia di Jawa Tengah sangat tinggi.

"Ganjar memiliki satu ciri khas yang tidak dimiliki pemimpin daerah lain. Lewat jembatan yang dibangun Ganjar, masyarakat Jateng bisa mencapai kesejahteraan. Ini yang membuat Ganjar pantas menjadi role model gubernur nasional," ucapnya.

Memanfaatkan media sosial

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, awalnya dia tidak tahu bahwa tim Litbang Kompas akan membuat buku tentang dirinya.

"Awalnya tim Kompas datang untuk wawancara. Saya juga curiga, kok wawancaranya mendalam banget. Ternyata jadinya buku ini," katanya.

Ganjar menerangkan, menjadi jembatan antara pemerintah pusat dan daerah sebenarnya bukanlah hal yang sulit. Untuk menjadi jembatan, Ganjar memanfaatkan media sosial (medsos) sebagai salurannya.

Baca juga: Ganjar: Pemangkasan Kepangkatan Akan Ubah Mental ASN

"Dengan medsos itu, sekarang masyarakat bisa wadul langsung ke saya tanpa bingung. Selain saya, semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) saya juga memiliki akun medsos dan centang biru," terangnya.

Ganjar mengapresiasi penerbitan buku dari Kompas tersebut. Ia berharap, buku Jembatan Perubahan menambah khasanah literasi di masyarakat.

"Ini buku keempat saya, dan dalam waktu dekat akan terbit dua buku lagi. Mudah-mudahan dapat menjadi referensi dan membuat masyarakat gemar membaca,” ujar Ganjar.

Dengan demikian, Ganjar berharap literasi masyarakat semakin meningkat.

Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

Regional
Dompet Dhuafa Bagikan 2.000 Paket Zakat Fitrah di Pati

Dompet Dhuafa Bagikan 2.000 Paket Zakat Fitrah di Pati

Regional
Cegah Penularan Covid-19, Pemprov Jabar Perpanjang Kerja Sama Penyediaan Hotel untuk Nakes

Cegah Penularan Covid-19, Pemprov Jabar Perpanjang Kerja Sama Penyediaan Hotel untuk Nakes

Regional
Meski Dihantam Pandemi, Maidi-Inda Raya Tetap Jalankan Program Kerjanya

Meski Dihantam Pandemi, Maidi-Inda Raya Tetap Jalankan Program Kerjanya

Regional
komentar di artikel lainnya