Kompas.com - 27/10/2019, 21:17 WIB
Gempa menghancurkan rumah warga di Dusun Wailusung, Desa Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah pada Kamis (26/10/2019) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYGempa menghancurkan rumah warga di Dusun Wailusung, Desa Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah pada Kamis (26/10/2019)

AMBON, KOMPAS.com - Deputi Penanganan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Dody Ruswandi mengatakan, sejauh ini pihaknya masih menghitung dampak kerugian yang ditimbulkan akibat gempa di Maluku. Namun dari perkiraan sementara, kerugian ditaksir lebih dari Rp 1 triliun.

“Kalau kerugian itu di atas Rp 1 triliun ya karena bukan hanya fisik tapi juga non fisik,” kata Dody kepada wartawan di aula Korem 151 Binaya, Ambon, Minggu (27/10/2019).

Baca juga: Anak-anak Korban Gempa Maluku Sekolah di Tenda Darurat Beralaskan Daun Kelapa

Dody menyebut kerusakan fisik yang ditimbulkan akibat gempa menimpa rumah-rumah warga dan juga fasilitas umum.

Sedangkan yang berkaitan dengan non fisik yakni munculnya rasa trauma di masyarakat yang terkena dampak gempa serta hilangnya kesempatan bagi warga untuk mengembangkan perekonomiannya.

“Kalau non fisik itu misalnya trauma, lalu kesempatan orang tidak jadi, harusnya orang bisa mengembangkan ekonomi tapi tidak jadi, sebenarnya ada banyak faktor-faktornya  jadi ekonomi sosial yang dirugikan,” ungkapnya.

Dia mengatakan, total kerugian akibat gempa Maluku saat ini masih terus dihitung oleh BNPB dan akan diumumkan setelah seluruh data direkap dan dianalisis.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun menurut Dody yang terpenting saat ini adalah proses pemulihan daerah yang terdampak.  

“Nanti setelah kita hitung ini, ada tim yang hitung bersama world bank, nanti kita umumkan tapi yang penting begitu tanggap darurat selesai kita langsung pemulihan dulu, rumah dulu,” katanya.

Dia menyebut terkait proses recovery dan rehabilitasi rumah-rumah warga yang rusak akibat bencana tersebut, BNPB telah menerima laporan dari BPBD Provinsi Maluku.

Termasuk rincian biaya rehabilitasi yang dibutuhkan untuk rekonstruksi rumah-rumah para korban bencana.

Adapun dana yang diusulkan untuk rekonstruksi bencana gempa Maluku sebesar Rp 279,805 miliar.

Dengan rincian untuk Maluku Tengah sebesar Rp 211,110 miliar, Seram Bagian Barat Rp 34,035 miliar dan Kota Ambon sebesar Rp 36,46 miliar

Baca juga: BNPB Salurkan Bantuan Rp 2 Miliar untuk Korban Gempa Maluku

Penghitungan anggaran ini sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Bupati/Wali Kota yang wilayahnya terdampak bencana gempa. 

Dana tersebut hanya diperuntukan bagi perbaikan rumah-rumah warga yang rusak, sedangkan untuk fasilitas umum yang mengelami kerusakan seperti pasar, rumah sakit, sekolah dan fasilitas umum lainnya menjadi kewenangan Kementerian PUPR. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X