Karhutla Belum Padam, Kabut Asap Masih Selimuti Sumsel, Satgas Gabungan Ditambah 854 Personel

Kompas.com - 27/10/2019, 12:57 WIB
Pangdam II Sriwijaya Mayor Jenderal Irwan bersama Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli Bahuri dan Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya saat mengecek personel tambahan untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). KOMPAS.com/AJI YK PUTRAPangdam II Sriwijaya Mayor Jenderal Irwan bersama Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli Bahuri dan Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya saat mengecek personel tambahan untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

PALEMBANG, KOMPAS.com -  Sebanyak 854 personel Satgas gabungan dari unsur TNI/Polri dan BPBD dikirimkan ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatera Selatan, untuk mempertebal 1.512 pasukan yang telah lebih dulu diterjukan.

Penebalan pasukan itu diharapkan dapat secepat mungkin memamdamkan titik api yang kini masih membara disejumlah wilayah Sumatera Selatan.

Panglima Kodam II Sriwijaya Mayor Jenderal Irwan mengatakan, personel tambahan ini akan ditugaskan selama 10 hari ke depan.

Dalam waktu tersebut, mereka akan melakukan evaluasi apakah masa penugasan ditambah kembali.

Baca juga: Bertambah, 2 Perusahaan dan 4 Orang Jadi Tersangka Baru Karhutla

Menurutnya, dari total 1.297 titik api yang muncul Jumat, (25/10/2019), 864 titik diantaranya berada di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Hotspot tersebut bertambah akibat imbas dari kekeringan yang terjadi di Sumsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Air tidak ada di lokasi titik api, kita hanya mengandalkan water bombing. Itu pun tidak bisa mematikan api, hanya membantu mengurangi saja," katanya. 

"Oleh karena itu, 854 personel tambahan yang akan ditambahkan tersebut seluruhnya bakal dikirim ke OKI," lanjut Irwan.

Diungkapkan Irwan, pemadaman titik api terkendala akibat sumber air yang minim.

Terlebih lagi lahan yang terbakar merupakan gambut.

Baca juga: Gubernur Sumsel Ancam Cabut Izin Perusahaan yang Melakukan Pembakaran

Musim hujan

Dari hasil rapat evaluasi, seluruh instansi  yang tergabung dalam Satgas Karhutla Sumsel akhirnya memutuskan untuk menambah pasukan pemadaman darat di penghujung status siaga darurat yang berlaku hingga 31 Oktober 2019.

“Fokus mereka bangun sekat bakar untuk melokalisir kebakaran agar tidak menyebar ke mana-mana, nanti dibasahi oleh waterbombing," kata dia. 

"Kalau untuk pemadaman darat sudah tidak mungkin bawa air dari lokasi yang jauh.”

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya menambahkan, BMKG telah memprediksi musim hujan diprediksi musim hujan bakal masih berlangsung cukup lama.

Baca juga: DPR RI: Musim Penghujan Tiba, tapi Penyelesaian Karhutla Belum Rampung

 

Dengan penambahan personel ini, ia berharap dapat segera mengatasi kebakara hutan dan lahan yang saat ini masih berlangsung.

"Ini di luar perkiraan kita, tapi ini tidak boleh dibiarkan. Kami bersama Gubernur siap secara tanggung jawab kepada masyarakat," kata Mawardi. 

"Pemprov Sumsel telah menyiapkan anggaran pemadaman hingga karhutla benar-benar tuntas. Anggarannya sesuai kebutuhan," lanjut Mawardi.

Baca juga: Walau Palembang Diguyur Hujan Lebat, Tapi Lokasi Karhutla Masih Membara

4 zona

Irjen Pol Firli Bahuri Kapolda Sumatera Selatan yang terpilih sebagai ketua KPK saat tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Jumat (13/9/2019).KOMPAS.COM/AJI YK PUTRA Irjen Pol Firli Bahuri Kapolda Sumatera Selatan yang terpilih sebagai ketua KPK saat tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Jumat (13/9/2019).
Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli Bahuri menerangkan, sebanyak empat komandan lapangan yang diterjunkan bersama 850 personel tambahan tersebut akan dibagi empat zona. 

Yakni Cengal, Pampangan, Pedamaran, serta Tulung Selapan.

"Nanti ada evaluasi dari Dansatgas Karhutla setiap harinya apakah efektif atau tidak," kata Firli. 

"Apakah bisa dikendalikan atau perlu diperpanjang. Intinya kami sepakat, serius menangani ini hingga hujan turun dan memadamkan api," lanjut Firli.

Baca juga: Stadion Gelora Sriwijaya Bakal Jadi Lokasi Piala Dunia, Ini Tanggapan Gubernur Sumsel

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.