Kompas.com - 27/10/2019, 12:11 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim saat pelantikan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden RI Joko Widodo mengumumkan dan melantik menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOMenteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim saat pelantikan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden RI Joko Widodo mengumumkan dan melantik menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju.

BANDUNG, KOMPAS.com – Untuk pertama kalinya, Nadiem Makarim akan memberikan suaranya sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam pemilihan rektor (Pilrek) perguruan tinggi negeri di Indonesia.

“Ini (pilrek) pertama yang dipilih (Menteri Nadiem),” ujar Ketua Senat Akademik Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof Hermawan Kresno Dipojono saat dihubungi Kompas.com, Minggu (27/10/2019).

Menurut sepengetahuan dirinya, ada 11 PTNBH yang mewajibkan menteri memberikan suara dalam pemilihan rektor. Dari 11 PTNBH itu yang paling dekat akan melaksanakan pilrek adalah ITB.

“Seingat saya, yang lainnya sudah selesai. Kaya UI (Universitas Indonesia), IPB (Institut Pertanian Bogor), Unpad (Universitas Padjadajaran), ITS (Institut Teknologi Sepuluh November),” tuturnya.

Baca juga: “ITB Siap-siap Hadapi Terobosan Menteri Nadiem Makarim”

Hermawan menjelaskan, Pilrek ITB diikuti 30 kandidat yang sudah dikerucutkan menjadi 10 kandidat.

Mereka adalah Benyamin Sapiie, Bramantyo Djohanputro, Dwi Larso, Edy Tri Baskoro, Gusti Ayu Putri Saptawati Soekidjo, Jaka Sembiring, Kadarsah Suryadi, Reini D Wirahadikusumah, Togar Mangihut Simatupang, Widjaja Martokusumo.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah melalui tahapan debat terbuka dan pemaparan ide gagasan, ke-10 kandidat ini akan disaring menjadi 6 hingga 3 lewat sidang tertutup Senat Akademik.

Kriteria penilaiannya beragam mulai dari rekam jejak, kemampuan leadership, hingga pengalaman memimpin.

Baca juga: Rektor ITB Sambut Baik Penunjukan Nadiem Makarim sebagai Mendikbud

3 nama calon rektor dan senat

Ketua Majelis Wali Amanat ITB, Prof Yani Panigoro mengatakan, bila tidak ada halangan dan sesuai rencana, MWA akan menerima 3 nama calon rektor dari senat ITB awal November ini.

Setelah itu, pihaknya akan melakukan rapat dengan Mendikbud Nadiem pada 8 November untuk membahas Pilrek ITB.

"Tanggal 8 (Novémber) ini akan dipilih rektor dari calon rektor. Nanti kita rapat dengan Mas Menteri," tuturnya.

Seperti diketahui, Pilrek PTNBH dilakukan oleh MWA kampus tersebut. Anggota MWA terdiri dari berbagai unsur yakni kementerian yang menaungi perguruan tinggi (dulu Kemenristekdikti kini Kemendikbud), gubernur Jawa Barat, perwakilan dosen, masyarakat, alumni, mahasiswa, dan tenaga kependidikan.

Suara Menteri Nadiem menjadi salah satu penentu. Sebab Kemendikbud memiliki hak pilih dengan komposisi hak suara 35 persen.

Baca juga: Kebahagiaan Orangtua, Impian di Awal Kuliah Reza, Anak Sopir Lulus ITB IPK 3,98

 

Debat terbuka

Salah satu tahapan yang harus dilalui para calon rektor adalah debat terbuka.

Dalam debat terbuka kemarin, berbagai persoalan diperdebatkan. Salah satunya terkait isu radikalisme, intoleransi yang ramai mengiringi Pilrek ITB.

Salah satu bakal calon rektor Reini D Wirahadikusumah mengatakan, isu ini harus disikapi dengan bijaksana.

Pihaknya akan berkonsultasi dengan pihak yang paham dan memiliki kajian akademis terhadap isu tersebut.

"Mendengarkan dulu bagaimana cara yang tepat. Tidak grasak-grusuk. Tapi yang memang betul-betul sudah dilarang, kita harus bertindak tegas," tuturnya.

Baca juga: [POPULER NUSANTARA] Anak Sopir Lulus ITB IPK 3,98 | Ramalan Santri tentang Prabowo

Pada intinya, sambung Reini, sifat intoleransi ada karena tidak saling mengenal. Padahal kalau mahasiswa saling mengenal baik, yang ada justru berkolaborasi.

Untuk itu, langkah pertama bisa dimulai dengan saling mengenal. Salah satunya, saat awal mahasiswa kuliah, dosen mengatur agar mahasiswa bergabung dalam kelompok yang beragam.

Bakal calon rektor lainnya, Bramantyo menawarkan konsep Sakti, yakni mata kuliah spiritualitas akhlak kepemimpinan berbasis toleran dan inklusif. Pelajaran ini diberikan pada tahun pertama dan terakhir.

Intinya, Sakti diberikan untuk membangun jiwa kepemimpinan yang toleran dan inklusif.

Jadi, saat akan membuat keputusan, memilih orang, mahasiswa mempertimbangkan faktor keberagaman.

Baca juga: Intip Cara Belajar Reza, Anak Sopir Lulusan ITB Peraih IPK 3,98

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.