Pemilihan Rektor ITB dan Suara Nadiem Makarim yang Menentukan...

Kompas.com - 27/10/2019, 12:11 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim saat pelantikan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden RI Joko Widodo mengumumkan dan melantik menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOMenteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim saat pelantikan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden RI Joko Widodo mengumumkan dan melantik menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju.

"Tanggal 8 (Novémber) ini akan dipilih rektor dari calon rektor. Nanti kita rapat dengan Mas Menteri," tuturnya.

Seperti diketahui, Pilrek PTNBH dilakukan oleh MWA kampus tersebut. Anggota MWA terdiri dari berbagai unsur yakni kementerian yang menaungi perguruan tinggi (dulu Kemenristekdikti kini Kemendikbud), gubernur Jawa Barat, perwakilan dosen, masyarakat, alumni, mahasiswa, dan tenaga kependidikan.

Suara Menteri Nadiem menjadi salah satu penentu. Sebab Kemendikbud memiliki hak pilih dengan komposisi hak suara 35 persen.

Baca juga: Kebahagiaan Orangtua, Impian di Awal Kuliah Reza, Anak Sopir Lulus ITB IPK 3,98

 

Debat terbuka

Salah satu tahapan yang harus dilalui para calon rektor adalah debat terbuka.

Dalam debat terbuka kemarin, berbagai persoalan diperdebatkan. Salah satunya terkait isu radikalisme, intoleransi yang ramai mengiringi Pilrek ITB.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Salah satu bakal calon rektor Reini D Wirahadikusumah mengatakan, isu ini harus disikapi dengan bijaksana.

Pihaknya akan berkonsultasi dengan pihak yang paham dan memiliki kajian akademis terhadap isu tersebut.

"Mendengarkan dulu bagaimana cara yang tepat. Tidak grasak-grusuk. Tapi yang memang betul-betul sudah dilarang, kita harus bertindak tegas," tuturnya.

Baca juga: [POPULER NUSANTARA] Anak Sopir Lulus ITB IPK 3,98 | Ramalan Santri tentang Prabowo

Pada intinya, sambung Reini, sifat intoleransi ada karena tidak saling mengenal. Padahal kalau mahasiswa saling mengenal baik, yang ada justru berkolaborasi.

Untuk itu, langkah pertama bisa dimulai dengan saling mengenal. Salah satunya, saat awal mahasiswa kuliah, dosen mengatur agar mahasiswa bergabung dalam kelompok yang beragam.

Bakal calon rektor lainnya, Bramantyo menawarkan konsep Sakti, yakni mata kuliah spiritualitas akhlak kepemimpinan berbasis toleran dan inklusif. Pelajaran ini diberikan pada tahun pertama dan terakhir.

Intinya, Sakti diberikan untuk membangun jiwa kepemimpinan yang toleran dan inklusif.

Jadi, saat akan membuat keputusan, memilih orang, mahasiswa mempertimbangkan faktor keberagaman.

Baca juga: Intip Cara Belajar Reza, Anak Sopir Lulusan ITB Peraih IPK 3,98

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.