“ITB Siap-siap Hadapi Terobosan Menteri Nadiem Makarim”

Kompas.com - 26/10/2019, 15:58 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem  Makarim sebelum pelantikan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden RI Joko Widodo mengumumkan dan melantik Menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju serta pejabat setingkat menteri. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOMenteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim sebelum pelantikan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden RI Joko Widodo mengumumkan dan melantik Menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju serta pejabat setingkat menteri.

BANDUNG, KOMPAS.com - Ketua Senat Institut Teknologi Bandung ( ITB), Prof Hermawan Kresno Dipojono mengatakan, dipilihnya Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam Kabinet Indonesia Maju merupakan hal menarik.

Sebab usia Nadiem yang baru 35 tahun masuk ke generasi milenial yang tentunya memiliki rencana mengejutkan.

"Bayangan saya kan generasi milenial, jauh dengan generasi kami yang sudah 60 tahun lebih," ujar Hermawan seusai Sidang Terbuka Senat Akademik ITB di Bandung, Sabtu (26/10/2019).

Baca juga: Rektor ITB Sambut Baik Penunjukan Nadiem Makarim sebagai Mendikbud

Usia Nadiem yang terpaut jauh dengan orang-orang sepertinya tentunya membuat Nadiem memiliki sesuatu yang tidak terpikirkan oleh pihaknya.

"ITB siap-siap menghadapi terobosan beliau (Nadiem). Kita juga harus bekerja cepat, adaptif, memiliki terobosan yang dibutuhkan negara," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Wali Amanat ITB, Yani Panigoro mengatakan, MWA akan rapat dengan Nadiem untuk membahas Pemilihan Rektor ITB periode 2020-2025.

Bila tidak ada halangan dan sesuai rencana, rapat akan dilakukan pada 8 Novémber 2019.

"Tanggal 8 (Novémber) ini akan dipilih rektor dari calon rektor. Nanti kita rapat dengan Mas Menteri," tutupnya.

Baca juga: Harapan Rektor Unimal ke Mendikbud Nadiem Makarim: Aceh Jadi Pusat Pendidikan

Di berita sebelumnya, Pilrek ITB 2019 menyisakan 10 dari 30 kandidat. Dalam waktu dekat, Senat Akademik ITB akan mengerucutkan kembali menjadi 6, kemudian 3.

Setelah menjadi 3 calon rektor, akan dipilih Rektor ITB 2020-2025. Suara terbesar berasal dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sebesar 35 persen, setelah perguruan tinggi dikembalikan ke Kemendikbud.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X