Dipanah OTK di Yahukimo, Dua Pegawai PUPR Luka Parah di Punggung dan Leher

Kompas.com - 26/10/2019, 13:53 WIB
Kepala BBPJN XVIII Osman Marbun KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDIKepala BBPJN XVIII Osman Marbun

KOMPAS.com - Luka parah dialami oleh dua orang anggota rombongan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) XVIII Papua yang diserang orang tak dikenal (OTK), Jumat (25/10/2019).  

Menurut Kepala BBPJN XVIII, Osman Marbun, La Hanafi, Kepala Satuan Kerja (Kasatker) BBPJN XVIII Jayapura, terkena panah di punggung atas tembus ke paru-paru. Dia juga terkena panah di paha.

Sedangkan Heri Agus Suprianto (50) karyawan PT Agung Mulia Iriana, terkena panah di bagian leher depan. 


Menurut Osman, rombongan BBPJN tersebut diserang saat melakukan monitoring dan evaluasi pekerjaan pembangunan di ruas jalan Dekai-Kenyam.

"Dua orang dari rombongan Kementerian PUPR terluka saat akan melakukan monitoring dan evaluasi pekerjaan pembangunan jalan dan jembatan di ruas jalan Dekai – Kenyam," kata Osman saat dihubungi melalui telepon, Sabtu.

Osman menjelaskan, sejak Jumat sore kedua korban sudah berada di UGD RSUD Dekai. Mereka langsung ditangani intensif oleh dokter dan tim medis RSUD Dekai.

Sementara itu, dilansir dari Antara, Kapolres Yahukimo, AKPB Angling, mengaku belum mengetahui dengan pasti identitas kelompok yang melakukan penyerangan.

Lokasi penyerangan yang jauh dari pemukiman membuat polisi kesulitan melacak keberadaan para pelaku. 

Baca juga: OTK Berulah di Yahukimo, 2 Pegawai Kementerian PUPR Terkena Panah

 

Berdasar laporan yang diterima polisi, insiden itu berawal saat peserta rombongan merekam sepanjang jalan yang dilewati. Hal ini membuat mereka dihadang.

Lalu, kelompok tak dikenal tersebut lalu menghadang dan sempat meminta untuk menghapus video serta foto.

Rombongan lalu langsung balik arah dan kembali ke Dekai, namun kembali dihadang.  Saat itu kendaraan terus melaju sehingga diserang dengan panah dan menyebabkan dua orang terluka.

Sementara itu, Angling menjelaskan, hingga saat ini baru ada empat orang saksi yang dimintai keterangan terkait insiden tersebut. Keempat saksi tersebut mengaku tidak mengenali para pelaku penyerangan.

(Penulis: Kontributor Jayapura, Dhias Suwandi | Editor: Egidius Patnistik)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X