Kebakaran Hutan Gunung Lawu Diduga karena Aktivitas Pembuatan Arang

Kompas.com - 25/10/2019, 14:38 WIB
3 Hektar hutan pinus di Lereng Gunung Lawu terbakar diduga akibat dari kelalaian pencari madu hutan yang meninggalkan jerami untuk mengusir lebah yang masih menyala. KOMPAS.COM/DOK BPBD MAGETAN3 Hektar hutan pinus di Lereng Gunung Lawu terbakar diduga akibat dari kelalaian pencari madu hutan yang meninggalkan jerami untuk mengusir lebah yang masih menyala.

KARANGANYAR, KOMPAS.com - Kebakaran hutan kawasan Gunung Lawu di Karanganyar, Jawa Tengah, diduga adanya aktivitas pembuatan arang di puncak. Namun, untuk kebenarannya masih dilakukan penelusuran. 

"Selain cuaca. Ada informasi kebakaran disebabkan adanya pembuatan arang. Tapi, ini masih ditelusuri," kata Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Karanganyar, Titis Sri Jawoto, saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (25/10/2019).

Hutan Gunung Lawu yang terbakar terjadi di kawasan Cetho hingga masuk ke wilayah Jatiyoso, Karanganyar.

Baca juga: Kawasan Hutan Gunung Lawu Terbakar, Jalur Pendakian Ditutup Sementara

 

Luasannya ada sekitar 10 hektar. Saat ini sudah ada sebagain titik yang dipadamkan.

Pihaknya bersama relawan Gunung Lawu terus melakukan pemantauan kawasan hutan Gunung Lawu.

Sebab, kawasan hutan yang terbakar tersebut mengandung tanah humus. Dari permukaan terlihat sudah padam, tetapi kalau terkena embusan angin kembali muncul asap.

Titis mengimbau para pendaki untuk mematuhi peraturan yang telah ditetapkan relawan Gunung Lawu demi menjaga keselamatan bersama.

Di samping itu, pasca-dibukanya kembali jalur pendakian, masyarakat agar ikut bersama menjaga hutan kawasan Gunung Lawu dari bencana kebakaran.

"Selain faktor alam, kebakaran hutan ini bisa disebabkan faktor manusia. Jadi, kalau mendaki Gunung Lawu tidak usah merokok atau membuat api unggun, apalagi di musim kemarau seperti ini," ujar Titis.

Baca juga: Cuaca Ekstrem, Jalur Pendakian ke Puncak Gunung Lawu Masih Ditutup

Diberitakan sebelumnya, jalur pendakian wana wisata Gunung Lawu via Candi Cetho, Cemoro Kandang, dan wana wisata Pringgondani ditutup sementara karena kawasan hutan gunung tersebut terbakar.

Penutupan wana wisata Puncak Lawu berdasarkan surat pemberitahuan dari Pemkab Karanganyar melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Karanganyar terhitung mulai 21 Oktober 2019.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gagal Menyalip, Pengendara Motor Tewas Ditabrak Truk di Cianjur

Gagal Menyalip, Pengendara Motor Tewas Ditabrak Truk di Cianjur

Regional
Usai Snorkeling, Wisatawan asal Finlandia Tewas di NTB

Usai Snorkeling, Wisatawan asal Finlandia Tewas di NTB

Regional
Ada Penolakan dari Warga, Wagub Sumbar Minta Kepulangan Turis China Dipercepat

Ada Penolakan dari Warga, Wagub Sumbar Minta Kepulangan Turis China Dipercepat

Regional
Pemerintah Aceh Bakal Fasilitasi Kepulangan 12 Mahasiswa yang Terisolasi di Wuhan

Pemerintah Aceh Bakal Fasilitasi Kepulangan 12 Mahasiswa yang Terisolasi di Wuhan

Regional
Tidak Benar, Isu yang Menyebut WN China di Surabaya Terjangkit Virus Corona

Tidak Benar, Isu yang Menyebut WN China di Surabaya Terjangkit Virus Corona

Regional
Seorang Ibu di Jepara Tewas Terseret Banjir Saat Kendarai Sepeda Motor

Seorang Ibu di Jepara Tewas Terseret Banjir Saat Kendarai Sepeda Motor

Regional
Hujan Deras Disertai Angin Kencang Rusak Tiga Rumah di Cirebon

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Rusak Tiga Rumah di Cirebon

Regional
Pilkada Surabaya, 5 Partai Deklarasi Dukung Mantan Kapolda Jatim

Pilkada Surabaya, 5 Partai Deklarasi Dukung Mantan Kapolda Jatim

Regional
12 Mahasiswa Aceh di Wuhan Butuh Stok Makanan dan Masker Khusus

12 Mahasiswa Aceh di Wuhan Butuh Stok Makanan dan Masker Khusus

Regional
Longsor di Sumedang, Dua Orang Tewas dan Dua Lainnya Kritis

Longsor di Sumedang, Dua Orang Tewas dan Dua Lainnya Kritis

Regional
Sunda Empire Dilaporkan Roy Suryo, Ki Ageng Rangga: Maling Teriak Maling

Sunda Empire Dilaporkan Roy Suryo, Ki Ageng Rangga: Maling Teriak Maling

Regional
RSUP Sanglah Pulangkan 2 Turis China yang Sempat Diduga Terinfeksi Virus Corona

RSUP Sanglah Pulangkan 2 Turis China yang Sempat Diduga Terinfeksi Virus Corona

Regional
4 Fakta Warga Jambi Diduga Terjangkit Corona, Pulang dari China hingga Kini Diisolasi

4 Fakta Warga Jambi Diduga Terjangkit Corona, Pulang dari China hingga Kini Diisolasi

Regional
RSUP Wahidin Makassar Periksa Pasien yang Baru Pulang dari China, Hasilnya Negatif Virus Corona

RSUP Wahidin Makassar Periksa Pasien yang Baru Pulang dari China, Hasilnya Negatif Virus Corona

Regional
Hindari Virus Corona, 12 Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya di Wuhan Diisolasi

Hindari Virus Corona, 12 Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya di Wuhan Diisolasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X