Peringati Hari Owa Internasional, Sepasang Owa Jawa Boy dan Munir Dilepasliarkan

Kompas.com - 25/10/2019, 14:10 WIB
Seekor owa jawa bertengger di dahan pohon di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Sukabumi, Jawa.Barat, Rabu (21/12/2016). KOMPAS.com/BUDIYANTOSeekor owa jawa bertengger di dahan pohon di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Sukabumi, Jawa.Barat, Rabu (21/12/2016).

BANDUNG, KOMPAS.com - Sepasang Owa Jawa (Hylobates moloch), dilepasliarkan di Cagar Alam Situ Patenggang (CASP), Kamis (24/10/2019) kemarin.

Diharapkan pasangan jenis primata endemik Jawa yang telah masuk daftar terancam punah (endangered) ini bisa beradaptasi dan berkembang biak dan kembali terlihat dikawasan CASP.

Kepala Perawat Satwa The Aspinall Foundation Indonesia, Sigit Ibrahim menjelaskan bahwa pelepasliaran owa ini dilakukan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat Jabar bersama-sama dengan The Aspinall Foundation (TAF) dan didukung sejumlah pihak.

Pasangan yang dilepasliarkan ini bernama Boy, Owa Jawa jantan berumur 3,5 tahun hasil penyelamatan petugas BBKSDA Jabar di Wilayah CA Burangrang yang kemudian di titip rawatkan kepada TAF IP pada 24 Desember 2016.

Baca juga: Lima Owa Jawa Dilepasliarkan di Hutan Lindung Gunung Malabar

Sedangkan Munir, merupakan Owa betina yang diselamatkan petugas BBKSDA Jabar Resor Konservasi Wilayah CA Gunung Simpang pada 25 Juli 2017.

"Boy ini diselamatkan dari cagar alam Burangrang, Munir dari Cagar Alam Simpang. Keduanya sudah direhabilitasi kurang lebih sekitar satu tahun dan usianya 3,5 tahun jadi masih kategori pra dewasa," kata Sigit yang dihubungi, Jumat (25/10/2019).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pasangan primata ini telah digabungkan di Kandang Sosialisasi PRPJ dan dinyatakan sehat serta siap dilepasliarkan.

CASP sendiri dipilih menjadi lokasi pelepasliaran lantaran dirasa masih cukup untuk habitat owa. Karena, kata Sigit, rata-rata sekelompok satwa ini memerlukan sekitar 20 hektar, sedang luasan CASP ada sekitar 120 hektar.

Selain itu, dari hasil wawancara tim TAF dengan masyarakat diketahui Owa Jawa terakhir dijumpai di kawasan CASP ini pada tahun 1980-an (1982).

Melalui kegiatan pelepasliaran ini pihaknya bermaksud mengembalikan keberadaan Owa Jawa di Kawasan CASP.

Baca juga: Kukang Jawa dan Owa Jawa Kritis, Hampir Punah

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Regional
Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Regional
Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Regional
Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Regional
Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Regional
Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Regional
Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Regional
Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Regional
Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Regional
Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Regional
Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat

Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat

Regional
Gerak Cepat Pasok Oksigen di RS, Pemprov Jabar Gandeng BUMN dan Swasta

Gerak Cepat Pasok Oksigen di RS, Pemprov Jabar Gandeng BUMN dan Swasta

Regional
Kang Emil Sebut Idul Adha Jadi Momentum Saling Menguatkan di Kala Pandemi

Kang Emil Sebut Idul Adha Jadi Momentum Saling Menguatkan di Kala Pandemi

Regional
PPKM Darurat Diperpanjang, Ini Strategi Khusus Pemkot Madiun Tangani Covid-19

PPKM Darurat Diperpanjang, Ini Strategi Khusus Pemkot Madiun Tangani Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X