Pelaku Pariwisata Berharap Wishnutama Kaji Ulang Harga Tiket Masuk Pulau Komodo

Kompas.com - 25/10/2019, 11:14 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama sebelum pelantikan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden RI Joko Widodo mengumumkan dan melantik Menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju serta pejabat setingkat menteri. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOMenteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama sebelum pelantikan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden RI Joko Widodo mengumumkan dan melantik Menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju serta pejabat setingkat menteri.

LABUAN BAJO, KOMPAS.com - Para pelaku pariwisata di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, meminta agar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama mengkaji ulang harga tiket masuk ke Labuan Bajo.

Mereka menilai, tidak perlu dibuat konsep eksklusif seperti yang diwacanakan sebelumnya di Pulau Komodo.

Harga tiket yang sangat mahal yang sudah diwacanakan sebelumnya dinilai memberi dampak kurang bagus bagi pelaku pariwisata dan masyarakat di Pulau Komodo.

"Sangat layak bagi wisatawan di nusantara untuk berkunjung dan melihat binatang Komodo yang hanya ada di Indonesia, khususnya di Kabupaten Manggarai Barat. Tak perlu dengan harga tiket mahal untuk melihat Komodo," ujar pemandu wisata Manggarai Barat, Muhamad Buharto kepada Kompas.com, Jumat, (25/10/2019).

Baca juga: Sandiaga Tak Segan Kritik Kebijakan Kabinet dan Pemerintah yang Tak Sesuai

Buharto mengatakan, wisatawan lokal yang berkunjung ke kawasan Taman Nasional Komodo mengungkapkan harga tiket masuk saat ini yang ditentukan oleh pemerintah sudah sangat layak.

Salah satu agen pariwisata di Labuan Bajo, Getrudis Naus mengatakan, para penyedia jasa pariwisata sangat tidak setuju dengan wacana harga tiket yang mahal di Pulau Komodo.

Konsep wisata eksklusif dinilai tidak berdampak bagi masyarakat yang berada di sekitar kawasan Taman Nasional Komodo.

"Saat ini saja harga tiket masuk di TN Komodo sangat dikeluhkan oleh wisatawan mancanegara dan nusantara. Saya sebagai agent travel di Labuan Bajo menerima pembatalan kunjungan dari wisatawan asing dan nusantara," kata Naus.

Naus menjelaskan, dampak dari wacana yang dikeluarkan pemerintah terkait wisata eksklusif dengan harga tiket masuk yang mahal membuat travel agent memberikan klarifikasi melalui e-mail kepada jaringan travel agent di seluruh dunia.

Menurut Naus, saat ini setiap wisatawan harus mengeluarkan uang berkisar dari Rp 250.000 sampai Rp 350.000 di luar biaya paket perjalanan wisata ke Taman Nasional Komodo.

Harga ini dinilai tidak sebanding dengan bentuk pelayanan yang memadai di dalam kawasan TN Komodo.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lari Liar Mulai Muncul di Wonogiri, Bupati: Kami Kaji Daya Tariknya

Lari Liar Mulai Muncul di Wonogiri, Bupati: Kami Kaji Daya Tariknya

Regional
Terungkap, Anggota DPRD Palembang yang Ditangkap BNN Ternyata Residivis

Terungkap, Anggota DPRD Palembang yang Ditangkap BNN Ternyata Residivis

Regional
Ditolak Menikah, Bambang Nekat Culik Bayi Pujaan Hatinya

Ditolak Menikah, Bambang Nekat Culik Bayi Pujaan Hatinya

Regional
Fakta Bupati Berau Meninggal Positif Covid-19, Sempat Dampingi Menteri KKP Lepas Tukik

Fakta Bupati Berau Meninggal Positif Covid-19, Sempat Dampingi Menteri KKP Lepas Tukik

Regional
[POPULER NUSANTARA] Fakta Terkini Banjir Bandang Sukabumi | IDI Anggap Hasil Rapid Test Palsu

[POPULER NUSANTARA] Fakta Terkini Banjir Bandang Sukabumi | IDI Anggap Hasil Rapid Test Palsu

Regional
Di Makassar, Mahasiswi Diperkosa Bergilir di Kamar Hotel, Ini Faktanya

Di Makassar, Mahasiswi Diperkosa Bergilir di Kamar Hotel, Ini Faktanya

Regional
Kronologi Status Positif Covid-19 Bakal Calon Bupati Malang, Negatif Saat Tes Swab Ulang

Kronologi Status Positif Covid-19 Bakal Calon Bupati Malang, Negatif Saat Tes Swab Ulang

Regional
'Kalau Masyarakat Sudah Kena Covid-19, Tenaga Medis Juga, Siapa Mau Rawat Siapa?'

"Kalau Masyarakat Sudah Kena Covid-19, Tenaga Medis Juga, Siapa Mau Rawat Siapa?"

Regional
Pemberian Sanksi kepada Maskapai Dikritik DPR, Gubernur Kalbar: Kalau Kasusnya Melonjak Memang Dia Peduli Sama Kita

Pemberian Sanksi kepada Maskapai Dikritik DPR, Gubernur Kalbar: Kalau Kasusnya Melonjak Memang Dia Peduli Sama Kita

Regional
Akses Data Nasabah dengan Leluasa, Relationship Manager BRI Bobol Rekening 11 Orang, Total Rp 2,1 Miliar

Akses Data Nasabah dengan Leluasa, Relationship Manager BRI Bobol Rekening 11 Orang, Total Rp 2,1 Miliar

Regional
IDI Anggap Hasil Rapid Test Palsu dan Minta Pj Wali Kota Makassar Lakukan Tes Swab

IDI Anggap Hasil Rapid Test Palsu dan Minta Pj Wali Kota Makassar Lakukan Tes Swab

Regional
Kasus Covid-19 di RSUD Soedono Madiun, Direktur: Asal Muasalnya Kami Duga dari Luar

Kasus Covid-19 di RSUD Soedono Madiun, Direktur: Asal Muasalnya Kami Duga dari Luar

Regional
Ganjar Minta KPU dan Bawaslu Tindak Paslon Pelanggar Protokol Kesehatan

Ganjar Minta KPU dan Bawaslu Tindak Paslon Pelanggar Protokol Kesehatan

Regional
Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Penuh, Bupati Ponorogo Minta Ruang Isolasi Desa Diaktifkan Kembali

Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Penuh, Bupati Ponorogo Minta Ruang Isolasi Desa Diaktifkan Kembali

Regional
41 Rumah di Kabupaten Luwu Tergusur Imbas Pelebaran Jalan

41 Rumah di Kabupaten Luwu Tergusur Imbas Pelebaran Jalan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X