Nenek Berusia 120 Tahun Harus Jalani Sisa Hidupnya di Tenda Darurat

Kompas.com - 25/10/2019, 08:21 WIB
Nenek Jaleha yang telah berusia 120 tahun duduk di dalam tenda di lokasi pengungsian di perbukitan desa Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis (24/10/2019) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYNenek Jaleha yang telah berusia 120 tahun duduk di dalam tenda di lokasi pengungsian di perbukitan desa Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis (24/10/2019)

AMBON, KOMPAS.com - Nenek Jaleha Lessy terlihat masih tetap sehat meski di usianya yang tidak mudah lagi.

Bersama keluarganya, nenek berusia 120 tahun ini ikut mengungsi ke perbukitan Rahaban, Desa Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, saat gempa magnitudo 6,8 menguncang Pulau Ambon dan sekitarnya pada 27 September lalu.

Saat gempa terjadi, nenek Jaleha langsung dievakuasi oleh keluarganya menggunakan sepeda motor ke perbukitan desa tersebut.

Baca juga: Pengungsi Korban Gempa Terserang Berbagai Penyakit, Stok Obat Kurang

 

Terhitung hampir sebulan lamanya, nenek Jaleha hidup di tenda darurat setelah gempa terjadi.

Saat ditemui Kompas.com di lokasi pengunsgian, nenek Jaleha tampak sedang bercengkrama dengan beberapa orang cucunya.

“Umurnya sudah 120 tahun saat ini tapi pendengaran nenek masih bagus, nenek juga sangat sehat,” kata Aliya Rehalat, salah satu keponakan nenek Jaleha kepada Kompas.com, Kamis (24/10/2019).

Aliya mengaku saat gempa terjadi, keluarga ikut membawa nenek Jaleha ke lokasi pengungsian.

Untuk menjaga kesehatan nenek Jaleha, keluarga juga membawa bantal dan kasur ke lokasi pengungsian.   

“Saat ini nenek sudah punya ratusan cicit, banyak sekali,” katanya.  

Menurut Aliya, selama berada di lokasi pengungsian, keluarga sangat memperhatikan makanan untuk nenek Jaleha. Tempat tidur nenek Jaleha pun dibuat khusus agar tidak kedinginan saat malam hari.

“Yang jadi kendala sedikit untuk nenek itu hanya tempat shalat, kalau di kampung itu kan beda dengan di lokasi pengungsian,” katanya.

Baca juga: Anak-anak Korban Gempa Maluku Sekolah di Tenda Darurat Beralaskan Daun Kelapa

Sementara itu, Nenek Jaleha yang diajak berbincang mengaku hanya bisa berdoa semoga cobaan ini segera berlalu dan dia serta keluarganya bisa hidup seperti dulu.

“Mudah-mudahan akang bae-bae sudah, (semua baik-baik lagi),” kata Jaleha.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mulai 6 Desember, Tarif Tol Simpang Susun Waru-Bandara Juanda Surabaya Naik

Mulai 6 Desember, Tarif Tol Simpang Susun Waru-Bandara Juanda Surabaya Naik

Regional
Soal RS Ummi, Polisi Berencana Minta Keterangan IDI dan Sejumlah Ahli

Soal RS Ummi, Polisi Berencana Minta Keterangan IDI dan Sejumlah Ahli

Regional
Bawaslu Gunungkidul Telusuri Video Viral Bagi-bagi Uang

Bawaslu Gunungkidul Telusuri Video Viral Bagi-bagi Uang

Regional
Kota Bandung Zona Merah Covid-19, Dugaan Pemicu hingga Kata Ridwan Kamil

Kota Bandung Zona Merah Covid-19, Dugaan Pemicu hingga Kata Ridwan Kamil

Regional
Kendarai Motor Saat Mabuk, 3 Remaja Kecelakaan di Tanjakan, 1 di Antaranya Tewas

Kendarai Motor Saat Mabuk, 3 Remaja Kecelakaan di Tanjakan, 1 di Antaranya Tewas

Regional
1.553 Petugas KPPS Lampung Reaktif Covid-19, Bukannya Langsung Swab Malah 'Rapid Test' Ulang

1.553 Petugas KPPS Lampung Reaktif Covid-19, Bukannya Langsung Swab Malah "Rapid Test" Ulang

Regional
Medan Dilanda Banjir, Banyak Kendaraan Mogok di Kampung Lalang

Medan Dilanda Banjir, Banyak Kendaraan Mogok di Kampung Lalang

Regional
Parahnya Banjir di Medan, 7 Kecamatan Terdampak, 6 Orang Hilang, 2 Ditemukan Tewas

Parahnya Banjir di Medan, 7 Kecamatan Terdampak, 6 Orang Hilang, 2 Ditemukan Tewas

Regional
Terkait Polemik Kapal Isap Produksi di Babel, Gubernur Erzaldi Dukung Putusan RDP

Terkait Polemik Kapal Isap Produksi di Babel, Gubernur Erzaldi Dukung Putusan RDP

Regional
Banjir Bandang di Medan, 3 Orang Tewas hingga Imbauan Gubernur Edy

Banjir Bandang di Medan, 3 Orang Tewas hingga Imbauan Gubernur Edy

Regional
Permintaan Risma ke Warga Surabaya: Tolong Tidak Usah ke Mana-mana Dulu...

Permintaan Risma ke Warga Surabaya: Tolong Tidak Usah ke Mana-mana Dulu...

Regional
Jadi Zona Merah, Kota Bandung Terapkan PSBB

Jadi Zona Merah, Kota Bandung Terapkan PSBB

Regional
Guru MAN 22 Palmerah Positif Covid-19 Usai ke Yogya, PHRI: Jangan Kambing Hitamkan Pariwisata DIY

Guru MAN 22 Palmerah Positif Covid-19 Usai ke Yogya, PHRI: Jangan Kambing Hitamkan Pariwisata DIY

Regional
Ketinggian Banjir di Tanjung Selamat Medan hingga 6 Meter, Tim SAR Sulit Evakuasi Korban

Ketinggian Banjir di Tanjung Selamat Medan hingga 6 Meter, Tim SAR Sulit Evakuasi Korban

Regional
Erupsi Gunung Ile Lewotolok Masih Terjadi, Total 7.991 Warga Lembata Mengungsi

Erupsi Gunung Ile Lewotolok Masih Terjadi, Total 7.991 Warga Lembata Mengungsi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X