Pemkot Cimahi Minta KCIC Bertanggung Jawab Atas Dampak Kebakaran Pipa Pertamina

Kompas.com - 24/10/2019, 17:57 WIB
Petugas tengah berupaya memadamkan kebakaran pipa Pertamina di Jalur KCIC, Selasa (22/10/2019). KOMPAS.COM/AGIE PERMADIPetugas tengah berupaya memadamkan kebakaran pipa Pertamina di Jalur KCIC, Selasa (22/10/2019).

BANDUNG, KOMPAS.com - Wali Kota Cimahi, Ajay M Priatna meminta Kereta Cepat Indonesia China ( KCIC) untuk bertangung jawab atas dampak peristiwa kebakaran pipa Pertamina yang terjadi ditengah pengerjaan Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) di Cimahi.

“Saya sudah menyayangkan karena memang ternyata komunikasi ini tidak begitu baik padahal sudah dikasih tahu ada utilitas (pipa Pertamina) di sini (wilayah proyek KCJB di Cimahi) tapi akhirnya begini (kebakaran)," kata Ajay, di lokasi kejadian, Kamis (24/10/2019).

Ajay mengaku, sudah menghubungi Direktur PT KCIC dan berencana akan menggelar pertemuan antar-keduanya minggu depan.

Baca juga: Puslabfor Ambil Sampel di Lokasi Kebakaran Pipa Pertamina Cimahi

Adapun pertemuan nanti akan membahas beberapa persoalan termasuk ganti rugi warga yang saat ini masih dalam pendataan.

"Pastinya begitu (minta pertanggung jawaban), saya sudah telepon direkturnya mungkin hari Senin besok kami bertemu," kata dia.

Meski begitu, Ajay mendukung proyek nasional yang melintasi wilayahnya itu, namun bukan berarti pihak perusahaan dalam hal ini KCIC mengindahkan keselamatan kerja dan bertindak tanpa adanya koordinasi.

"Tetap harus ada koordinasi dengan semuanya. Ini sudah diberitahu oleh pihak Pertamina bahwa ada utilitas yang cukup membahayakan, itu yang kami sayangkan (buruknya komunikasi), bukan pembangunannya. Jangan semau-maunya," ucap dia.

Ajay pun telah bertanya kepada pihak Pertamina, bahwa pipa Pertamina di wilayah jalur proyek KCJB di Cimahi ini sudah mau dipindahkan namun sebelum dipindahkan insiden kebakaran sudah terjadi.

Keluhan lainnya, menurut Ajay, pihak perusahaan cenderung tertutup dalam memberikan akses informasi kepada pemerintah daerah, seperti halnya berkaitan dengan pembauran data pegawai.

"Mereka (para pekerja) mungkin (berstatus) legal ya karena kami kan mendata dari Disnaker. Cuma yang jadi korban (meninggal warga negara asing) saya tidak tahu apakah sudah terdaftar yang dilaporkan atau tidak. Susahnya sisi lain (PT KCIC) agak tertutup juga dalam hal komunikasi bahasa dan melaporkan yang bekerja, karena setiap saat mungkin kan ada perubahan atau mungkin penambahan. Mungkin karena dituntut target (pekerjaan) atau apa, (PT KCIC) suka sedikit tidak mengindahkanlah,” kata Ajay.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggota Brimob yang Gugur Ditembak MIT Mendapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa

Anggota Brimob yang Gugur Ditembak MIT Mendapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa

Regional
Budidaya Ular, Rifal Habiskan Rp 1,6 Juta Beli Ayam dan Tikus untuk Pakan

Budidaya Ular, Rifal Habiskan Rp 1,6 Juta Beli Ayam dan Tikus untuk Pakan

Regional
Siswa Kaget, Sedang Latihan Upacara, Atap Ruang Kelas Ambruk

Siswa Kaget, Sedang Latihan Upacara, Atap Ruang Kelas Ambruk

Regional
Tenda dan Baliho HUT Mamuju Tengah Porak-poranda Diterjang Angin Kencang dan Hujan

Tenda dan Baliho HUT Mamuju Tengah Porak-poranda Diterjang Angin Kencang dan Hujan

Regional
Ingin Miliki Hafiz dan Dai, Santri Ponpes Diajak Jadi Anggota Polri

Ingin Miliki Hafiz dan Dai, Santri Ponpes Diajak Jadi Anggota Polri

Regional
12.000 Guru Gelar Apel Akbar, Sepakat UN Dihapus

12.000 Guru Gelar Apel Akbar, Sepakat UN Dihapus

Regional
Butuh Waktu 3 Jam, Petugas Damkar di Sumedang Evakuasi Sarang Tawon

Butuh Waktu 3 Jam, Petugas Damkar di Sumedang Evakuasi Sarang Tawon

Regional
Operasi Tinombala, Satu Anggota Brimob Gugur Tertembak di Bagian Belakang dan Perut

Operasi Tinombala, Satu Anggota Brimob Gugur Tertembak di Bagian Belakang dan Perut

Regional
Mudik Natal dan Tahun Baru, Gardu di 3 Gerbang Tol Solo-Ngawi Ditambah

Mudik Natal dan Tahun Baru, Gardu di 3 Gerbang Tol Solo-Ngawi Ditambah

Regional
Pertamina Ambil Sampel Koloni Kerang Hijau di Karawang

Pertamina Ambil Sampel Koloni Kerang Hijau di Karawang

Regional
Natal dan Tahun Baru, 20.000 Kendaraan Diprediksi Lewati Tol Solo-Ngawi

Natal dan Tahun Baru, 20.000 Kendaraan Diprediksi Lewati Tol Solo-Ngawi

Regional
Etek Lawu, Komunitas Pedagang Sayur Keliling Beromzet Rp 1,5 M Per Hari

Etek Lawu, Komunitas Pedagang Sayur Keliling Beromzet Rp 1,5 M Per Hari

Regional
Anggota Brimob Polda Sulteng Tewas Ditembak Usai Laksanakan Shalat Jumat

Anggota Brimob Polda Sulteng Tewas Ditembak Usai Laksanakan Shalat Jumat

Regional
Banyak Temui TKI Telantar di Luar Negeri, Dedi Mulyadi Usul Petugas KBRI Berjaga di Bandara

Banyak Temui TKI Telantar di Luar Negeri, Dedi Mulyadi Usul Petugas KBRI Berjaga di Bandara

Regional
Noken hingga Camilan Lokal Disiapkan Jadi Oleh-oleh PON Papua

Noken hingga Camilan Lokal Disiapkan Jadi Oleh-oleh PON Papua

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X